Why I Am Alone ?

Why I Am Alone ?
First Step !!


Kakak OSIS yang tadi sudah keluar dari kelas. Dan seorang guru muda masuk ke kelas kami.


" Selamat pagi anak-anak !! Bapak adalah wali kelas kalian ya, nama bapak adalah Daniel. Ada yang ingin kalian tanyakan ?? "


" Umur bapak berapa ? "


" Alamat bapak dimana ? "


" Bapak sudah berkeluarga belum ?? "


" Baiklah anak-anak harap tenang ya !! Pak guru akan jawab satu-satu "


" Umur bapak masih 26, alamat bapak dirahasiakan, dan bapak masih belum berkeluarga. Panggilan harus pak Daniel ya ! "


" Ehh pak guru kok alamatnya pakai dirahasiakan sih. Memangnya kenapa ?? "


" Kalian jangan terlalu penasaran deh. Lebih baik kita bahas struktur kelas ya "


" Baik pak !! "


" Riel, menurutmu guru itu gimana ?? "


" Yul, memang sih dia misterius. Tapi, tidak mungkin juga kan kalo dia guru yang tidak bagus. Siapa tau dia jenius karena baru umur segitu sudah menjadi guru tetap di sekolah ternama begini "


" Kau benar juga, Riel. Kalau begitu, aku tanya apa kau ingin menjadi ketua kelas ?? Sekarang kan mau memikirkan struktur kelas. Pasti ada pemilihan pengurus kelas kan "


" Hmm, aku akan mencobanya. " (Aku harus bisa menjadi ketua kelas, sebagai tahap pertama untuk melampaui John)


" Baiklah anak-anak, siapa dari kalian yang ingin menjadi ketua kelas ? "


" Auriel, pak !!! "


Aku terkejut mendengar seisi kelas menunjukku. Yuli tertawa kecil dan mengangkat tangan.


" Pak, Auriel ingin menjadi ketua kelas "


" Hmm, Auriel ya. Adiknya John ? "


" Iya pak. Saya ingin menjadi ketua kelas "


" Baiklah, kalian semua setuju ? Atau ada juga yang ingin jadi ketua kelas ?? "


" Tidak ada pak, kami setuju Auriel yang menjadi ketua kelas "


" Baiklah, kalau begitu sisanya akan pak guru serahkan pada Auriel ya. Biar dia yang memilih pengurus kelas. Pak guru sarankan wakilnya laki ya. Pak guru pergi dulu ya. Saat pak guru kembali, pengurus kelasnya sudah harus ada ya. Awas saja kalian !! "


Pak Daniel pergi dengan wajah tersenyum. Entah kenapa aku merasa dia sedang mengancam kami. Aku harus bisa menyelesaikan ini dalam sekejap.


" Baiklah semuanya, kita mulai dari memilih wakil ketua kelas ya. Diantara laki-laki disini ada yang mau menjadi wakil ketua kelas ? "


" Aku saja !! "


Seseorang yang duduk di 2 bangku depan meja guru, mengangkat tangan. Kalo dari rupanya sih anak rajin. Tapi, apa bener ya bisa dipercaya ?? Harus aku tes nih. " Hmm oke yang lain ada tidak ?? " Tidak ada seorangpun yang mengangkat tangan lagi.


" Kalo begitu, coba perkenalan dulu. Dan berikan alasan menjadi wakil ketua kelas "


" Baiklah, namaku Zack Wilbur. Panggil saja Zack, alasanku menjadi wakil ketua kelas karena aku suka, dan sudah menjadi kebiasaan. Kalian tenang saja, walau aku kelihatan seperti orang yang malas dan pendiam. Aku bisa mengerjakan semua tugas itu dengan bagus "


" Oke, bagaimana menurut kalian ?? "


" Iya !! "


" Baiklah Zack tolong ke depan ya. Kita harus memilih bendahara dan sekretaris juga, karena kau bilang sudah terbiasa, pasti lebih berpengalaman daripada aku " (Walau wakilnya agak aneh, biar saja lah. Kan tidak ada lagi yang mau.)


" Baiklah karena Auriel yang bilang gitu. Semuanya yang mau menjadi bendahara dan sekretaris maju ke depan !! "


" Kita voting saja ya, biar cepat. Kalian pilih yang mana menurut kalian dapat dipercaya "


Seisi kelas berbisik-bisik. Kalau dari pandanganku. 2 diantara mereka hanya ingin jabatan. Tadi sempat terlihat dia tidak suka dengan Zack. Jangan-jangan perilakunya tadi untuk mengetahui hal itu. Hebat juga. Kalo yang 2 itu dieliminasi. Berarti hanya memilih sisanya. Aduhh, lagi-lagi pilihan terakhir. Mari kita lihat pilihan Yuli saja, aku percaya dia. Selain punya banyak info, dia dapat dipercaya. Berarti pilihannya hampir benar. Yuli tertawa melihatku, apa dia membaca pikiranku ya ??


" Baiklah apakah sudah selesai berpikirnya ?? Sekarang kalian tulis nomer urutnya ya !! "


Teman-teman dengan cepat selesai menulis. Aku mengumpulkan semua kertas. Dan membaca hasilnya di depan kelas.


" Baiklah, berdasarkan hitungan tadi. Yang terpilih. Bendahara nomer urut satu dan sekretaris nomer urut dua !! "


" Untuk yang tidak terpilih silahkan duduk kembali. Yang terpilih silahkan perkenalkan diri masing-masing " Ucap Zack yang mempersilahkan mereka


" Selamat pagi semuanya, saya Fidelya Carissa, akan menjadi bendahara di kelas ini. Saya berjanji tidak akan mengecewakan pilihan kalian "


" Good Morning !! Saya Kalila Pratista akan menjadi sekretaris. Kalian pasti tidak akan menyesal. Dan kalau aku terlalu ceria mohon dimaklumi ya. Hahaha "


Fidelya itu pendiam tapi terlihat sangat serius. Dan sebaliknya dengan Kalila, dia sangat ceria. Menjadi sekretaris yang seceria itu, aku baru pertama kali melihatnya. Aku harap kelas ini bisa menyenangkan. Setelah itu, Pak Daniel datang lagi


" Anak-anak bagaimana ?? Pasti sudah selesai kan "


" Iya pak !! " Jawab kami serempak


" Berarti kalian berempat pengurus kelas ya. Bagus !! Ohh lihat siapa ini ?? Hahahah.. Zack bagaimana kabarmu ?? "


Semua bingung mendengar hal itu. Dan semua perhatian tertuju pada Zack dan Pak Daniel.


" Baik Pak "


" Kau masih saja dingin ya. Kapan kau bersikap hangat ke pak guru ?? "


Zack tidak menjawab pak guru. Mengapa dia diam saja ya ?? Pak guru juga terlihat kecewa karena tidak dihiraukan oleh Zack.


" Baiklah aku yang kalah. Kalau begitu anak-anak Pak guru akan memberikan informasi. Karena Minggu pertama ini belum terlalu aktif belajar. Sekolah ini dalam Minggu pertama biasanya akan mengadakan tes, melihat kemampuan kalian sejauh mana. Dan bagi pengurus kelas. Ketua kelas nanti setelah pulang sekolah akan memberikan laporan dalam rapat OSIS. Laporannya tentang struktur kelas dan kekurangan apa saja. Jadi sekretaris mohon di data ya. Zack kau juga jangan kelamaan di sekolah !! Kalau bendahara belum ada tugas untuk sementara ini. Jadi, tolong bantu yang lain ya. "


" Roger !! " Teriak Kalila dengan semangat


" Baik pak !! " Jawabku dan Fidelya


" Berisik !! Aku juga sudah tau " Jawab Zack dengan muka kesal


" Kau ini ya lebih sopan bisa kan pada ku ?! "


" Uhh, baiklah aku usahakan "


Kami tertawa melihat Zack dan Pak Daniel adu mulut seperti itu. Aku makin penasaran dengan hubungan mereka. Tapi, Yuli juga kelihatannya tidak tau. Apa nanti aku tanya John ya, hihihi. Setelah itu jam istirahat. Yang lain berlarian keluar kelas. Sepertinya sudah lapar. Yuli segera menarikku keluar juga. Di kelas hanya terlihat Zack dan Pak Daniel. Mereka dekat sekali ya.


Oo iya, aku belum memperkenalkan Yuli. Yulia Carney, kami kenal saat kecil. Saat orang tua kami ada urusan bisnis. Tapi kami satu sekolah sejak SD. Tempat tinggal kami juga tidak terlalu jauh. Karena udah kenal lama, kami bisa sedekat ini. Dia itu orangnya ramah, baik, sangat peka, dan pandai memberi inspirasi atau nasehat pada orang lain. Aku beruntung mendapatkan sahabat seperti Yuli. Yuli juga tempatku untuk bertanya, biasanya dia bisa lebih bijak. Itu juga karena aku belum terlalu bisa dalam bersosialisasi. Walau kadang dia memang ngeselin tapi, tidak pernah membosankan bersamanya.


Waktu berjalan cepat, sudah waktunya pulang. Aku sedang bersiap untuk ke ruang OSIS.


" Auriel kau semangat ya rapatnya, aku mau pulang dulu. Sampai jumpa besok !! " Yuli berlari keluar kelas setelah berpamitan dengan ku.


" Woii !! Dia bisa tidak tunggu sebentar, aku belum menjawab, dia sudah main pergi begitu aja. Emang sifat ngeselin nya tidak bisa hilang " Kataku kesal melihat Yuli sudah berlari jauh.


Semuanya sudah keluar kelas. Aku menutup pintu kelas. Dan berjalan santai ke ruang OSIS. Kalo tidak salah, rapat ini 1 kali seminggu dihadiri seluruh ketua kelas dan OSIS. Tujuannya untuk laporan setiap kelas. Itu yang dikatakan John saat pertama kali pulang sore. " Hmmm... Apakah hari ini aku harus pulang sore ? Tidak apa sih, tapi Marlon dan Aniel gimana ? Ohh benar juga, seperti yang dikatakan John jangan terlalu dipikirkan bukankah mereka sudah besar "


Aku mempercepat langkah menuju ruang OSIS, nanti kalo telat pasti dimarah sama ketua OSIS kan. Apalagi kalo ngelihat John marah pasti ngeri banget. Terdengar suara langkah kaki yang cepat di belakangku, dia berlari melewatiku dengan cepat. " Waww, ternyata bukan hanya aku yang tidak ingin terlambat. Harus lebih cepat nih, kalo John marah itu mengerikan sekali. Bisa mati aku, astaga !! " Aku ikut berlari di koridor sekolah yang sepi itu.


Sampai di ruang osis, untung saja masih banyak yang belum datang. Tapi, John sudah duduk diam di kursinya, sepertinya ia marah sekali. Kulihat sekeliling, ketua kelas dari kelas 10 semua sudah datang. Langsung saja aku duduk, dan menunggu rapat dimulai. Beberapa menit kemudian ada perempuan yang mengetuk pintu dan minta maaf, memohon pada John agar diperbolehkan masuk. John sangat marah pada perempuan itu. Melihat dari bajunya dia itu wakil ketua osis, tapi ia kelas 12, kulihat dari lambang kelasnya.


Aku lupa menjelaskan, sekolah ini memang memiliki seragam khusus. Seperti anggota osis seragamnya berbeda dengan ketua atau wakil ketua osis. Ketua kelas juga memiliki seragam yang berbeda. Sama seperti usaha kesehatan sekolah, seragamnya berbeda juga. Jadi lebih ribet, tapi katanya sudah tradisi sejak dulu, dan sengaja agar lebih mudah dikenali. Kepala Sekolah pertama memang menyukai hal unik, makanya tercipta sistem ini, aneh memang. Itu sih yang dikatakan John saat pertama kali masuk sekolah ini. Tapi, John kenapa bisa tau semua info itu ya, entahlah. Untung saja baju ketua kelas tidak seribet yang lain.


Setelah itu, rapat dimulai. Kami membahas tentang pengaturan kelas di ajaran baru ini. Struktur, perlengkapan, kebersihan dan kerapian. Jika, ada yang belum menyelesaikannya akan mendapat sanksi yang berat, itu yang dikatakan John. Tidak ada yang berani menentangnya. Karena dia kan tingkatan siswa yang paling tinggi disini. Apalagi, wajahnya yang mengerikan seperti itu saat serius. Memang sih dia dikenal sangat baik tapi menakutkan juga, dia masih kakakku kan ? kok terlalu hebat ya, ahhh. "Sepertinya rapat untuk hari ini hanya membahas itu saja. Tolong kerja sama untuk setahun kedepannya. Bubar !! "