
Kami menghabiskan waktu yang lama berbincang di ruang keluarga. Sesekali aku ingin menghabiskan waktu seperti ini. Tidak lama setelah itu suara pintu terdengar. Dan Marlon masuk menghampiri kami.
" Hai kak John, kak Auriel !! "
" Marlon duduk dulu disana ya !! " kataku membalas sapaan Marlon
" Baik kak !! "
Aku ke dapur membuat teh, dan sekalian saja mengambil biskuit yang ada di lemari. Aku juga mengambil air mineral untuk Marlon yang baru saja selesai olahraga. Itu rutinitas Marlon pada sore hari. Sama sepertiku yang memainkan alat musik, dia olahraga dan berlatih untuk lomba yang mungkin akan diikuti. " Baiklah semua sudah siap !! " Aku segera kembali ke ruang keluarga. Aku melihat Marlon yang terlihat lelah dan John yang setengah tertidur di sofa.
" Marlon ini aku bawakan air, diminum ya !! "
" Waahh makasih kak !! "
" John ?? aku membawa teh dan biskuit kau mau tidak ?? Bangun John !! "
" Hoamm.. Aku ketiduran ya ?? "
" Iya John "
" Makasih ya Auriel kebetulan aku ingin makan sesuatu "
" Sama-sama John, teh nya diminum juga jangan cuma makan biskuitnya !! "
" Akhirnya berhenti haus. Kak Auriel emang terbaik tau aja apa yang ku butuhkan. Tidak seperti adik yang kukenal "
" Apa !!! " Aniel sudah ada di dekat kami, menunjukkan wajahnya yang marah
" Aniel, kau tenang dulu ya jangan marah, duduk dekat kakak sini " Aniel duduk manis di dekatku, walau wajahnya masih marah sih.
" Kau ini sangat sensitif Niel. Aku kan hanya berkata apa adanya bukan menjelekkanmu "
" Hahh ??!!! Marlon kau tidak sadar apa yang kau katakan ?? " Teriak Aniel seketika.
Ehh, mereka pasti akan adu mulut lagi. Tidak ada habisnya kalo mereka adu mulut, aku melirik John. Dia hanya diam menikmati biskuit dan tehnya. Kau kenapa bisa setenang itu John, adikmu sedang ribut. Ahh tidak ada gunanya berpikir terus, aku harus bertindak
" Aniel kau tidak bisa ya menerima kata-kataku ??!! Semua yang ku katakan benar kan, jadi jangan protes !! "
" Kau tidak seharusnya berkata begitu pada adikmu. Kau punya kasih sayang tidak sebagai kakak ??? "
" Kalian berdua tung.. "
" Hentikan !! Kalian tidak bisa tenang dalam sehari kah ?? Kalian selalu ribut. Aku menikmati teh dan biskuit saja tidak bisa "
Baru saja aku ingin menghentikan Marlon dan Aniel, tapi John sudah berteriak duluan. Muncul juga sifat John yang mengerikan, kalian harus kuat Marlon, Aniel.
" Tapi kan kak John, Marlon yang salah !! "
" Bukan aku !! Kau saja yang terlalu sensitif !! "
" Kalian diam bisa tidak ?? "
" Baikk "
" Marlon, aku tau perkataanmu itu memang benar. Tapi, kau tidak bisa mengatakannya seperti itu dengan mengetahui sifat Aniel yang seperti ini "
" Tapi kak ?? "
" Weekk, Marlon jelek !! "
" Dan Aniel !! Kau juga jangan mengatakan hal seperti kasih sayang Marlon seperti itu. Bukankah yang paling dekat dan selalu menjagamu adalah Marlon ?? "
" Iya kak ! "
" Hal itu sudah lebih dari cukup yang dinamakan kasih sayang. Jadi, kau juga tau sifat Marlon seperti itu, sebaiknya kau jangan dengarkan. Apa kalian mengerti ?? "
" Mengerti kak !! "
" Bagus !! Nah mari kita lanjutkan waktu santainya "
John yang seperti itu selalu menakutkan. Aku saja ikut merasakan tekanan yang diberikan John pada Marlon dan Aniel. Itulah akibat menganggu John, semoga kalian ingat itu ya, adik-adikku. Suasana hening menyelimuti kami. John masih tenang meminum tehnya. Aku hanya memakan biskuit. Marlon dan Aniel hanya terdiam saja.
" Kenapa kalian diam ? " Tanya John pada kami.
" Kau selalu tidak peka John !! " Jawabku dengan nada kesal.
" Aku terlewat apa lagi ?? "
" Mana mungkin Marlon dan Aniel masih ceria setelah dimarahi seperti tadi !! "
" Ehmm.. Aku tidak marah kan "
" Kau tidak marah ?? Berarti kau kesal ya !! "
" Benar !! Itu terjadi karena aku kesal melihat kalian ribut. Waktunya tidak pas. Kalo masih ingin ribut lanjutkan saja di kamar ya, biar aku tidak mendengar "
" Tidak perlu kak John, kami melanjutkan waktu bersama kakak saja "
" Baiklah kalau begitu "
" Marlon dan Aniel kalian bisa tidak masuk kamar ?? Aku mau ngomong berdua sama John "
" Baik kak Auriel !! "
Marlon dan Aniel bergegas memasuki kamar. Mereka sempat melirik kami dari atas. Aku hanya beralasan berkata itu. Bagaimana cara menghadapi John ya ??
" Kau tidak usah berpikir lagi Auriel "
" Apa maksudmu John ?? "
" Aku tau kau berkata itu agar Marlon dan Aniel bisa membicarakan masalah mereka. Atau mungkin untuk menyelamatkan mereka dariku ya "
" Kau tidak marah kan John ?? "
" Aurielku yang imut selama ini mengira kakaknya binatang buas ?? "
" Tidak !! "
" Aku tidak marah hanya karena hal sepele seperti itu. Dan bukankah sekarang sudah lebih damai, kita bisa menghabiskan waktu bersama lagi sebelum makan malam "
Marlon dan Aniel masih memperhatikan Auriel dan John dari lantai dua.
" Marlon sepertinya kita selamat "
" Iya Aniel ini semua karena kak Auriel "
" Marlon ayo kita masuk kamar saja !! "
" Ayo !! "
Marlon dan Aniel masuk ke kamar mereka. Marlon dengan cepat tertidur. Dan Aniel duduk santai membaca novel. Ketika Aniel selesai membaca novel.
" Marlon ?? Ehh dia masih tidur. Sudah berjam-jam lho. Melihat Marlon tertidur seperti ini lucu juga. Seandainya kau masih seperti dulu, kita tidak akan pernah bertengkar lagi "
" Kalo gitu sorry Aniel "
" Maaf kau jadi terbangun Marlon "
" Tidak apa Aniel "
" Kau bangun sejak kapan ?? "
" Aku mendengar semuanya "
" Uhh.. "
" Apa kau ingin aku kembali seperti dulu ?? "
" Tidak Marlon !! Jangan berubah lagi, kau membuatku semakin bingung "
" Aniel ? "
" Iya Marlon ?? "
" Jangan menangis Aniel " Memeluk tubuh Aniel dengan erat
" Marlon, aku... " Aniel semakin erat memeluk Marlon.
" Tenanglah Aniel aku selalu bersamamu "
Marlon kau sejak dulu selalu peduli padaku. Bagaimanapun kau berubah kau tetap orang yang paling peduli kepadaku. Dulu aku sangat membencimu, aku tidak mengira satu peristiwa itu dapat merubahku.
7 Tahun lalu
" Aniel !!! "
" Apa ?!! "
" Jangan tidur mulu, bangun !! "
" Aku tau kau tidak bisa bangun pagi. Tapi, selama ada aku disini kau harus bangun pagi adikku yang pemalas "
" Aku ingin santai tidak boleh ya ?? "
" Kau bukan santai lagi, tapi sudah pemalas "
" Uhhh aku masih mau tidur "
" Bangun !!! " Marlon menarik Aniel sampai terjatuh dari kasurnya.
" Kau tega sekali Marlon !! "
" Sudahlah ayo bangun kita sarapan " Marlon menarik Aniel keluar kamar
" Bunda mana ?? "
" Sudah pergi "
" Ehmm.. Kenapa Bunda selalu pergi ? "
" Karena dia harus bekerja untuk kita "
" Aku tidak peduli. Hari ini kita ngapain ? "
" Kau habiskan dulu sarapannya. Setelah itu mandi. Aku akan tunggu disini "
" Baik Marlon, aku tidak akan lama kok "
Beberapa menit kemudian
" Marlon aku sudah siap !! "
" Kau lama sekali "
" Padahal belum satu jam "
" Kau ini !! "
" Ohh iya kita mau kemana hari ini ?? "
" Hufft.. Hari ini kita jalan-jalan saja "
" Marlon tidak punya tujuan ya hari ini ?? "
" Karena kau sudah ke semua tempat di dekat sini. Jadi, aku tidak tau mau mengajakmu kemana lagi. Intinya kau hanya perlu mengikutiku saja "
" Hahaha baiklah "
Marlon menggandeng tangan Aniel dan berjalan-jalan. Aniel hanya diam melihat Marlon yang berpikir keras.
Hari ini aku harus mengajak Aniel kemana lagi. Kalau kubawa ke tempat yang sama pasti sudah bosan, apa tidak ada tempat baru di sekitar sini ?
" Marlon !! "
" Iya ??!! "
" Hp mu getar terus mungkin ada yang telpon ? "
" Ohh iya maaf. Halo ?? Oo baik kerja bagus "
" Siapa ?? "
" Tidak penting. Aku baru ingat !! Aniel mari kita ke tempat bermain yang baru !! "
" Waahhh ayo !! "
Mereka kembali berjalan. Aniel tampak bahagia sekali menggenggam tangan Marlon. Dan Marlon terlihat senang melihat Aniel tersenyum lebar.
" Nah kita sudah sampai Niel !! Tempat ini baru buka. Jadi, semua di dalam itu hal baru. Kau pasti tidak bosan. Ayo masuk !! "
Aniel hanya menganggukkan kepalanya mendengar perkataan Marlon. Dia tampak tidak sabar ingin bermain.
" Uhmm Marlon bukannya ini jalan yang sama ke tempat biasanya ?? "
" Iya benar sekali !! Karena ada festival, taman bermain biasa itu menjadi lebih baru. Kau tau jika melihatnya "
" Baiklah aku menantikannya "
Tak lama setelah itu mereka sampai. Aniel terkejut melihat taman bermain yang sering dilihat berubah sekali. Di sekeliling tempat itu juga terasa sekali atmosfer festivalnya. Tempatnya lebih ramai dari biasanya.
" Waahhh bagus sekali Marlon !! "
" Untunglah kau suka dengan gaya baru tempat ini "
" Pantas saja sepanjang jalan semua rumah didekorasi sangat indah "
" Iya betul !! Jadi, mau bermain sekarang tuan putri ?? "
Marlon mengulurkan tangannya. Aniel meraih tangan Marlon dengan semangat.
" Jadi, hari ini kau ingin bermain apa ?? "
" Karena aku sudah sering bermain disini, aku ingin hal baru. Uhmm aku ingin bermain yang itu !! "
" Yang mana ?? "
" Yang berada di tengah taman. Berputar seperti kincir, aku ingin menaikinya. Karena besar dan tinggi pasti seru melihat dari atas sana ya kan ?? Ayo Marlon !! "
Aniel menarik Marlon dan berlari dengan riangnya ke tengah-tengah taman. Ketika sampai, mereka tidak bisa menaikinya langsung karena antrian yang panjang. Akhirnya giliran mereka tiba.
" Marlon yang kita naiki ini namanya apa ya ? "
" Ehm.. Ini Komidi Putar (aku tidak tau sih) "
" Oo pasti karena berputar ya !! Ehh lihat Marlon kita sudah di atas. Wowww !!! "
" Pemandangan dari atas sini menarik ya ?? "
" Iya !! Orang-orang terlihat kecil. Ramai sekali tempat ini ya seluruh taman terlihat dari atas sini "
" Hati-hati Aniel !! "
" Tenang saja Marlon aku masih berpegangan di pagar ini. Dan bukankah aku masih menggenggam tanganmu "
" Iya ingat saja hati-hati "
" Kalo masih khawatir jangan lepaskan tanganku "
Mereka akhirnya turun. Tapi, Aniel terlihat aneh setelah turun. Dia menjadi tidak bersemangat lagi.
" Aniel, apa kau kelelahan ?? Kita cari tempat duduk ya "
" Baik Marlon "
Marlon menarik Aniel mencari tempat istirahat.
" Jangan-jangan kau mual ya ?? Hahaha "
" Uhh iya aku mual. Jangan ketawa !! "
" Maaf aku tidak mengira kau akan mual setelah tadi. Kalau begitu aku beli minuman dulu ya. Jangan kemana-mana !! "
" Baik Marlon "
Marlon cepat sekali perginya. Padahal lebih baik dia diam saja dekatku. Tapi, kenapa dia sering melihat hp nya hari ini. Tadi juga dia sempat menelpon orang padahal aku mual-mual didepannya. Apa yang kau rencanakan seharian ini ??
" Aniel Beatrice White !! "
" Siapa kau ??!! " Darimana dia tau namaku ? Nama tengah hanya diketahui oleh keluarga.
" Tenang saja, kau hanya perlu mengikutiku. Ada bunda yang menunggumu "
" Ternyata kau beneran temen bunda ya ?? Tapi, bagaimana dengan Marlon ?? "
" Tenang saja kakakmu nanti akan menyusul. Sekarang ikut denganku !! " Orang itu menarik tangan Aniel dan segera meninggalkan taman.
" Ehmm kita mau kemana ?? "
" Bentar lagi sampai "
" Tapi, kita sudah berjalan jauh "
" Tinggal memasuki gang itu saja "
" Baik Om !! " Om ini mau membawaku ke mana sih, dia tidak berbohong tentang bunda kan ?