
"Yahh, sudah mau berangkat."Ucap Kiara memegang tangan Ardan.
"Bima, ayo."Ucap Rose terlihat tidak seramah biasa nya.
"Ardan, Kiara, kalau begitu kami pamit dulu."Ucap Bima kepada Ardan dan Kiara.
"Kami pergi dulu."Ucap Rose singkat sambil tersenyum tipis.
"Baik lah, kalian hati-hati."Ucap Kiara menyembunyikan rasa sedih nya.
Bima dan Rose pun menarik kopernya dan kemudian berjalan menjauh dari Ardan dan kiara.
"Tunggu!"Teriak seseorang dari belakang Rose dan Bima yang sudah melangkah kan kaki mereka.
Rose pun menoleh melihat siapa orang itu, dan merasa mengenali suara itu sebelum nya.
"Gibran."Ucap Rose kaget karena Gibran datang ke bandara tersebut.
"Mas,kok kak Gibran ada di sini?"Ucap Kiara kaget.
"Seperti nya ada hal yang kita belum ketahui."Ucap Ardan yabg kemudian mengandeng tangan Kiara dan menghampiri Rose,Bima dan juga Gibran.
"Kak,dia siapa?"Tanya Bima bingung.
"Apa yang kau lakukan di sini?"Tanya Rose kepada Gibran.
"Bukan kah kau yang memberi tahu aku,jika kau ingin pulang ke kota mu?"Tanya Gibran dengan nafas memburu karena berlari.
"Kak Gibran, kakak mengenali Rose?"Tanya Kiara kaget.
"Kakak? Tunggu-tunggu, coba jelas kan apa hubungan kalian?"Ucap Rose yabg saat itu kebingungan karena Kiara mengenal Gibran dan malah memagil nya dengan sebutan Kakak.
"Lah, Rose ini kakak ku,kakak kandung ku Gibran."Ucap Kiara kepada Rose.
"Kak,kakak kandung?"Tanya Rose tak habis fikir.
"Rose, kau mengenal adiku?"Tanya Gibran lagi.
"Iya, iya aku mengenal nya, dia istri sepupuku, aku ini sepupu nya Ardan."Ucap Rose gugup.
"Jadi kalian berdua ... "Ucap Kiara menujuk Rose dan Gibran secara bergantian.
"Sayang, ayo ikut aku ke sana sebentar, seperti nya di sana ada makanan enak."Ucap Ardan menarik pelan istri nya yang sedang kepo itu ke tempat lain.
"Oh iya kak, aku ada urusan sebentar."Ucap Bima yang juga ikut ngibtit dari sana.
"Kalian, kalian mau kemana?"Tanya Rose kebingungan.
"Rose,kau benar-benar akan kembali ke kota mu?"Tanya Gibran kepada Rose.
"Emh,iya."Jawab Rose menunduk malu.
"Kau ini, mengapa akhir-akhir ini cuek kepada ku."Ucap Gibran lagi.
Rose kebingungan, ia tidak tau alasan apa yang harus ia berikan kepada Gibran, karena tidak mungkin ia mengatakan jika ia telah salah paham saat melihat Kiara memeluk Gibran beberapa hari lalu.
"Mengapa kau diam?"Tanya Gibran yang kemudian meraih tangan Rose dan mengengam nya.
Jantung Rose semakin berdetak kencang, melihat Gibran yang mengengam tangan nya.
"Aku, aku hanya sibuk."Jawab Rose gugup.
"Sibuk atau, sengaja menghindari aku?"Tanya Gibran lagi.
"Emm, itu,anu,aku benar-benar sibuk."Ucap Rose kembali beralasan.
"Baik lah, lupakan semua itu, Rose, ada hal penting yang ingin aku bicarakan kepada mu."Ucap Gibran kepada Rose.
Rose pun menatap mata Gibran dalam-dalam seolah sangat membutuhkan kepastian dari perasaan nya ini.
"Katakan lah."Ucap Rose kepada Gibran.
"Aku mencintaimu."Ucap Gibran yang sejak lama mengumpulkan keberanian nya untuk mengungkapkan perasaan itu.
"Ciee, akhirnya."Ucap Kiara yang datang ke sana dengan mangkuk eskrim di tangan nya.
"Astaga lepas."Ucap Ardan yabg tidak sadar Kiara kembali mengacau di momen Rose dan Gibran.
"Terima, terima."Ucap Bima yang juga menghampiri mereka.
"Rose apa lagi yang kau tunggu?"Tanya Ardan mengkode Rose agar Rose juga mengakui perasaannya.
"Aku, em,aku juga mencintaimu."Ucap Rose sambil tersenyum manis, dan tepat sat itu Gibran langsung memeluk erat tubuh Rose.
Kiara bertepuk tangan senang melihat sang kakak akhirnya menemukan belahan jiwanya, begitu juga dengan Bima dan Ardan yang ikut bahagia melihat momen langka ini.
****
Setahun kemudian.
"Sayang, cepat lah, sebentar lagi pesta pernikahan akan segera di mulai,kita harus segera sampai di gedung pesta pukul 07."Oceh Ardan sambil membenarkan kancing kemeja nya.
"Iya,iya aku sudah selesai,tapi lihat lah Alby nakal mu itu terus menarik riasan ku."Ucap Kiara sambil mengendong seorang bayi laki-laki yang baru berusia tiga bulan seperti nya.
"Huuh,anak nakal."Ucap Kiara sambil menjulurkan lidahnya.
"Sayang, lihat lah mama mu seperti anak kecil."Ucap Ardan mengejek Kiara.
"Apa katamu mas? Coba ulangi sekali lagi."Ucap Kiara menatap Ardan dengan tatapan marah.
"sudah-sudah ayo kita berangkat sekarang."Ucap Ardan mengalihkan pembicaraan, karena sang istri yang sudah mulai mengamuk.
"Huh, menyebalkan."Ucap Kiara yang kemudian ngeloyor masuk ke dalam mobil.
Meskipun sudah memiliki anak, Kiara masih tetap manja seperti dulu, ia masih sangat manja kepada Ardan, begitu juga Ardan yang selalu memanjakan nya.
"Bi, bawa anak ku masuk ke mobil ya, ayo kita berangkat sekarang."Ucap Ardan sambil tersenyum.
"Baik tuan muda."Ucap maid B mengambil alih menggendong Alby.
Setelah itu mereka pun masuk ke dalam mobil dan akhirnya berangkat menuju gedung pernikahan.
Buat yang bertanya di mana maid A,dia sudah lama di libur kan oleh Kiara karena untuk masa pemulihan kondisi tubuh nya.
"Alby Arnada Ardan" Itu adalah nama yang di berikan oleh Ardan kepada anak nya yang di panggil Alby.
Dan hari ini, mereka akan pergi ke sebuah gedung, ya gedung resepsi pernikahan Gibran dan Rose.
Setahun yang lalau, setelah Gibran dan Rose bertemu di bandara dan saling menyatakan perasaan masing-masing, Rose pun ijin pulang ke kota nya terlebih dahulu.
Dan setelah itu mereka menjalani hubungan itu selama beberapa bulan kemudian Gibran meminta papa dan mama nya menemani nya ke kota Rose untuk melamar Rose, keluarga Rose pun menerima lamaran tersebut dengan sangat bahagia,dan setelah lamaran mereka pun merencanakan pernikahan di kota Gibran dan Rose pun juga meminta mama nya untuk kembali Pindah ke kota kelahiran dia dan Bima.
dan tiga bulan sebelum pernikahan mereka, Kiara pun melahirkan putra pertama nya dan Ardan.
Sungguh kebahagiaan mereka semakin lengkap saat kehadiran Beby Alby yang sangat imut dan menggemaskan.
Tidak butuh waktu lama akhirnya Kiara Ardan dan Beby Alby pun tiba di gedung tersebut.
Setelah memarkir kan mobil mereka pun akhirnya masuk ke dalam gedung resepsi tersebut.
"Wahh, ini sangat mewah."Ucap Kiara kagum.
"Sayang,apa kau mau mengulang kembali perniagaan kita?"Tanya Ardan kepada Kiara.
"Ishh, tidak,aku tidak mau, anakku akan susah jika aku menjadi pengantin wanita."Ucap Kiara malas.
Tidak lama setelah mereka tiba di gedung resepsi tersebut, akhirnya pernikahan itu pun di mulai.
Para tamu yang berdatangan tidak ada habisnya, membuat suasana pesta semakin ramai.
Mama dan papa Kiara sudah siap dengan acara tersebut, begitu juga mama dan papa Rose serta mama Ulan yang juga baru tiba di sana.
"Astaga, mama hampir terlambat."Ucap mama Ulan kepada Kiara.
"Ma, acara nya baru saja ingin di mulai mama tidak perlu khawatir."Ucap Kiara kepada mama mertua nya.
"Iya sayang, oh iya di mana Beby Alby?"Tanya mama Ulan kepada Kiara.
"Alby, bersama maid B ma, itu mereka di sana."Ucap Kiara menujuk Alby yang sedang di gendong maid B.
"Ouh di sana rupanya, mama ke sana dulu."Ucap mama Ulan yang tidak bisa membiarkan Beby Alby nganggur.
Pesta pernikahan pun akhirnya di mulai, Rose di tuntun papa nya untuk naik ke atas altar, sementara itu Gibran menunggu di atas Altar dengan perasaan gugup dan campur aduk.
Rose terlihat begitu cantik memakai gaun pengantin mewah berwarna putih dengan Kilauan yang menyilaukan mata para tamu.
"Wahh, Rose terlihat sangat cantik."Ucap Kiara kagum.
"Sayang,kau juga sangat cantik."Puji Ardan yang tidak ada habisnya kepada Kiara.
"Aihh."Jawab Kiara malu-malu.
Tiga puluh menit pun berlalu, suasana menengang kan pun akhirnya berhasil di lewati.
"Kalian berdua resmi menjadi sepasang suami-istri, sekarang ayo cincin nya." Ucap sang pendeta yabg menikah kan Ardan dan Rose.
Mereka berdua saling senyum dan akhirnya saling bertukar cincin.
"Sekarang di persilahkan pengantin pria mencium pengantin wanita."Ucap sang MC.
"Ayo!"Sorak para tamu.
"Cium, cium!"Ucap para tamu lain.
Gibran pun meraih tengkuk Rose dan mencium lembut bibir merah merona milik Rose.
Semua tamu pun bertepuk tangan merasa sangat bahagia untuk kedua pasangan pengantin baru tersebut.
Termasuk Kiara dan Ardan mereka juga malah saling peluk karena ikut merasa bahagia.
Dan Bima, dia juga menikmati pesta tersebut meskipun belum memiliki pasangan.
TAMAT.