
"Apa tangan mu baik-baik saja?"Tanya Ardan memegang tangan Kiara.
"memang nya ada apa dengan tangan ku? Aku baik-baik saja, tidak ada yang terluka."Ucap Kiara dengan tenang.
Namun bukan nya melepas kan tangan Kiara Ardan malah mengengam nya dengan erat.
"Mas."Lirih Kiara menatap tangan Ardan yang mengengam erat tangan nya.
"Aku nyaman seperti ini, dan rasanya aku mengantuk."Ucap Ardan kemudian menyenderkan kepalanya ke pundak Kiara.
"Baik lah, tidur saja, aku akan membangun kan mu saat sudah sampai."Ucap Kiara lembut.
Sebenarnya ia juga sangat senang melihat perilaku manja suaminya dan itu kembali membuka jantung nya berdetak tidak karuan.
"Apa ini yang di namakan cinta setengah menikah?"Batin Kiara sambil tersenyum kecil.
Benar saja selang beberapa menit Ardan benar-benar tertidur pulas dengan kepala yang di senderkan di pundak Kiara.
"Pak, pelan-pelan saja, mas Ardan sedang tidur."Ucap Kiara kepada sopir pribadi Ardan.
"Baik nyonya."Jawab sopir pribadi nya.
Karena jalan mobil yang lumayan pelan akhirnya mereka pun tiba di rumah mama dan papa Kiara agak sore sekitar pukul lima lewat.
"Mas, mas bangun kita sudah sampai."Ucap Kiara menepuk-nepuk pelan pipi Ardan.
Ardan pun membuka mata nya dan menatap Kiara yang tersenyum lembut kepada nya.
"Umhhhh,maaf kan aku,aku benar-benar nyaman tidur di pundak mu."Ucap Ardan kepada Kiara.
"Sudah lah, tidak apa-apa, sekarang kita turun,ini sudah sore."Ucap Kiara.
Mereka pun memarkir kan mobil di garasi mobil rumah papa nya Kiara,dan setelah itu Kiara pun membantu Ardan turun dari mobil dan naik ke kursi rodanya.
Sementara itu pelayan di rumah Kiara kaget karena melihat Kiara dan suaminya datang dan bergegas mengabarinya kepada mama El.
"Buk, buk ada yang datang."Ucap pembantu nya mama El.
"Siapa bi?"Tanya mama El yang seperti nya baru saja keluar dari kamar nya.
"Itu buk, nona muda."Ucap membantu itu.
Kita sebut saja bibi C ya karena author tidak ingin memberikan terlalu banyak nama.
"Maksud kamu Kiara anak ku?"Tanya mama El kepada bibi C.
"Iya nyonya, nona muda datang bersama dengan suaminya."Ucap bibi C dengan wajah senang.
"Astaga aku sangat merindukan nya."Ucap mama El bergegas keluar dan melihat ternyata benar Kiara dan Ardan sudah berdiri di depan pintu rumah itu.
"Surprise mama!"Ucap Kiara tersenyum lebar sambil merentangkan tangan nya.
"Sayang,kau datang, astaga mama sangat merindukan mu."Ucap mama El yang dengan cepat memeluk erat tubuh Kiara.
Terlihat mereka berdua yang saling melepas rindu dan saling berpelukan.
"Heem."Ardan yang merasa di kacangi memberi kode agar Kiara sadar.
"Eh."Ucap mama El kemudian melepas pelukannya.
"Kiara."Ucap mama El melirik Kiara dan Ardan secara bergantian.
"Iya ma,emm,mas Ardan yang mengajak ku ke sini dan kami akan menginap."Ucap Kiara dengan senyum manisnya.
"Benar kah begitu?"Tanya mama El kepada Kiara.
Kiara menjawab nya dengan anggukan.
"Ma, jangan memgangil ku seperti itu,apa aku ini orang lain? Mama juga tidak memeluk ku, asal mama tau saat mama ku datang mama ku lebih memanjakan dia dari pada aku."Ucap Ardan kesal.
Mama El yang mendengar itu pun tidak tahan ingin tertawa dengan kelucuan Ardan,mama El sempat berfikir jika Ardan masih seperti dulu dingin dan cuek, ternyata itu tidak benar dia malah sudah jauh berubah.
"Astaga maaf kan mama, mama akan memeluk mu juga."Ucap mama El setengah terharu dan hampir menitikkan air matanya.
Mama El pun memeluk Ardan dengan erat.
Setelah itu mereka pun sama-sama masuk ke dalam rumah itu, Kiara membawa barang-barang yang tadi di beli nya di mall sedang kan mama El mengambil alih mendorong kursi roda Ardan.
"Kalian mau langsung ke kamar atau di ruang tamu dulu sayang? Tanya mama El kepada Kiara.
"Kami ke kamar dulu saja ma,ini sudah sore dan aku harus mandi mas Ardan juga pasti sudah lelah dan gerah."Jawab Kiara.
"Baik lah kalian ke kamar sekarang ya nanti biar mama yang akan menyiapkan makan malam."Ucap mama El.
"Terima kasih ma."Ucap Ardan sedikit cangung.
"Oh iya di mana papa?"Tanya Kiara kepada mama nya.
"Papa mu masih di kantor, mungkin sebentar lagi dia akan pulang."Jawab mama El.
"Ya sudah mah,eh aku hampir lupa, ini ada bingkisan dari mas Ardan untuk mama dan papa."Ucap Kiara memberikan dua paper bag yang dari mall tadi ke mama nya.
"Astaga, seharusnya tidak perlu repot-repot nak."Ucap mama El merasa tidak enak.
"Sama sekali tidak merasa di repot kan ma."Ucap Ardan angkat bicara.
"Yasudah,kalian masuk kamar ya mandi."Ucap mama El.
Setelah itu Kiara pun mendorong kursi roda Ardan pergi menuju kamar nya.
"Maaf mas,kamar ku tidak se besar kamar mu."Ucap Kiara mendorong kursi roda Ardan masuk ke dalam kamar nya dan menutup pintu kamar.
Ardan melihat sekeliling ruangan di kamar itu,bersih, dan sangat rapi,kamar itu bernuansa ungu muda dan ungu tua yang cantik.
"Kau benar-benar menyukai warna ungu?" Tanya Ardan kepada Kiara.
"Iya, dan aku sangat sangat menyukai nya."Jawab Kiara lega karena pelayan di rumah nya masih menjaga kebersihan kamar nya.
"Selera dekor mu bagus juga, ucap Ardan menjalankan kursi rodanya ke arah meja kerja Kiara yang terlihat sangat cantik.
Namun mata nya tertuju kepada sebuah bingkai foto yang ada di meja tersebut.
"Dia kakak ku."Ucap Kiara berjalan menghampiri Ardan.
"Kakak mu? Sejak kapan kau memiliki kakak laki-laki?"Tanya Ardan mengerutkan keningnya.
"Aku belum sempat bercerita tentang itu, tapi kakak ku sudah lama pergi menjalani wajib militer, tidak tau kapan dia akan kembali tapi aku yakin dia akan kembali."Jelas Kiara.
Seketika Ardan teringat akan foto yang dia hapus di ponsel Kiara.
"Ternyata dia Kakak nya,apa yang harus aku katakan nanti? Dasar aku bodoh."Batin Ardan kesal.
"Mas, mengapa diam?"Tanya Kiara menatap Ardan.
"Tidak ada, oh iya, aku gerah."Ucap Ardan mengalihkan pembicaraan mereka.
"Ya sudah, kau yang mandi terlebih dahulu, nanti setelah selesai giliran aku."Ucap Kiara sambil tersenyum manis.
"Baik lah sayang."Jawab Ardan dengan wajah lucu nya.
Kiara hanya bisa tersenyum dan kemudian masuk ke dalam kamar mandi untuk menyiapkan air mandi Ardan serta baju nya.
Bersambung ....