
"Anu tuan muda, itu, nyonya sedang bertengkar dengan dua orang yang juga pelanggan VIP mall ini."Ucap karyawan tersebut.
"Baik lah, antar aku ke sana."Ucap Ardan yang sudah mulai kesal dengan orang yang menganggau Kiara.
"Baik tuan muda,ayo."Ucap karyawan mall itu dengan cepat mendorong kursi roda Ardan menuju tempat Kiara dan kedua orang tadi bertengkar.
"Apa yang kau punya sampai berani melawan ku?"Ucap perempuan itu mendekati Kiara.
Sementara Kiara yang menahan emosi nya hanya diam dengan menatap wajah perempuan itu sambil mengengam dres yang sudah robek.
"Apa yang terjadi?"Ucap Ardan yang sat itu tiba di sana.
Sontak Kiara, perempuan dan laki-laki itu menoleh ke arah Ardan.
"Betapa terkejutnya Ardan ketika melihat perempuan yang bertengkar dengan Kiara.
"Ardan."Ucap wanita itu menatap Ardan yang sedang duduk di kursi roda nya.
"Alina, apa yang kau lakukan kepada istri ku?"Ucap Ardan menatap wajah perempuan yang di panggil nya dengan sebutan Alina itu.
Ya itu adalah mantan tunangan Ardan yang sudah meningal kan Ardan karena Ardan lumpuh.
"A-apa? Di-dia istri-mu?"Ucap Alina gugup.
"Sayang dia siapa?"Tanya laki-laki yang berdiri di samping Alina.
"Em, tidak,aku dia ... "Ucap Alina serba salah untuk menjawab pertanyaan kekasih nya.
"Apa? Jadi ini Alina? Mantan tunangan mas Ardan?"Batin Kiara.
"Dia mantan mu?"Tanya laki-laki itu lagi.
"Iya, sayang,dia mantan yabg ku ceritakan pada mu."Ucap Alina yang agak sedikit gugup tapi dia masih bisa tersenyum.
"Wahhh, tidak ku sangka kita akan bertemu di sini, dan ternyata kau sama sekali tidak terlihat orang berguna."Ucap pacar Alina.
"Haha,benar, sayang, dan aku pikir aku tidak sia-sia meningal kan dia."Ucap Alina menujuk Ardan.
"Apa maksud mu mengatakan hal itu? Apa kau pantas? Lihat lah dirimu,tampang mu seperti seorang pelacur apa kau pantas menghina suamiku?"Ucap Kiara berpindah posisi di depan Ardan dan menghadapi Alina.
"Perempuan ini!"Ucap Alina yabg hendak menampar wajah Kiara namun dengan cepat Kiara menahan tangan nya dan menghempaskan nya dengan kuat.
"Berani sekali kau ingin memukul ku."Ucap Kiara dengan tatapan tajam.
"Ahh, sakit sekali."Ucap Alina memegang pergelangan tangan nya.
"Sayang kau tidak apa-apa?"Ucap pacar nya Alina khawatir.
"Perempuan sialan, apa tujuan mu menikah dengan nya? Apa karena dia kaya? cuih, di dunia ini masih banyak orang kaya,apa kau bodoh menikah dengan laki-laki lumpuh yang selama nya tidak akan pernah memberikan mu keturunan!"Ucap Alina dengan senyum licik nya.
Kiara terdiam dengan ucapan Alina barusan, ia hampir tidak bisa menjawab nya, namun seorang Kiara, bagaimana mungkin akan kalah begitu saja.
"Kau salah,aku menikah karena aku mencintai nya,bukan karena uang nya,jika kau ingin menyamakan aku dengan dirimu itu sangat salah,kau mungkin bukan level ku,aku pernah menjadi seorang CEO dan soal uang aku sama sekali tidak tergiur, dan seperti nya kau tidak akan memiliki uang juga tidak berpacaran dengan laki-laki kaya, kasihan sekali,dan satu lagi suamiku masih bisa sembuh dan soal keturunan itu tidak mustahil bagi kami, tetapi yang aku khawatir dirimu ini bergonta-ganti pasangan akan mendapatkan karma."Ucap Kiara sambil tersenyum miring.
"Dan satu lagi, ambil baju ini untuk mu,bayar jika kau mampu membayar nya, di sana ada cctv staf akan membawa mu ke kasir sekarang karena dia pasti tau siapa yang merobek baju itu."Ucap Kiara lagi dan kemudian berbalik menghadap Ardan.
"Sayang."Lirih Ardan menatap Kiara.
"Mas, ayo kita pergi."Ucap Kiara sambil tersenyum dan kemudian mendorong kursi roda Ardan menjauh dari Alina dan pacar nya.
Mereka pun keluar dari mall tersebut dan masuk ke dalam mobil.
"Lihat saja kau,aku akan membalas perbuatan mu itu!"Ucap Alina kesal.
"Sayang tenang lah ayo kita pergi."Ucap pacar nya Alina.
Sebut saja "Dion" ya nama nya Dion.
"Maaf pak,anda belum membayar baju yang anda sobek itu."Ucap karyawan mall.
"Berapa harganya?"Tanya Dion kepada pelayan tersebut.
"Dress ini adalah desain terbaru,jadi ini hanya ada beberapa saja di kota ini,jadi harga nya sedikit meninggi karena jadi incaran para konglomerat, harga nya lima ratus juta."Ucap karyawan mall sambil memberikan catatan harga dres itu.
"Apa!?Lima ratus juta? Yang benar saja!"Ucap Dion kaget.
"Sayang, sudah bayar saja, jangan membuat ku malu."Ucap Alina kepada Dion.
"Tapi itu sangat mahal, aku tidak memiliki uang sebanyak itu."Jawab Dion dengan suara kecil.
"Alina kaget mendengar jawaban Dion barusan dan menatap Dion dengan tatapan tajam.
"Masa segitu saja kau tidak punya! Dasar tidak berguna."Umpat Alina sambil mencubit pinggang Dion.
Dion yang kebingungan pun mengambil dompet nya dan mengeluarkan sebuah ATM biasa dan memberikan nya kepada karyawan tersebut.
"Pakai ini mbak."Ucap Dion kepada karyawan mall itu.
"Baik akan saja coba."Ucap pelayan itu dengan senyum tipis.
Dua menit kemudian pelayan itu pun kembali memberikan kartu ATM tersebut kepada Dion.
"Uang nya kurang dua ratus juta pak, di dalam ATM ini hanya tersisa tiga ratus juta."Ucap karyawan mall.
"Baik, lah Ambil jam tangan saya."Ucap Dion yang kemudian melepaskan jam tangan mahal nya dan memberikan kepada karyawan mall tersebut.
Setelah selesai mereka pun berjalan keluar dari mall dengan rasa malu yang teramat sangat besar.
"Benar-benar memalukan! Ini semua gara-gara perempuan itu! Aku tidak mau tau dia harus membayar rasa malu ku!"Kesal Alina saat setelah dalam mobil.
"Sudah sayang, sabar."Ucap Dion kepada Alina.
"Sabar apanya? Kau juga! Tidak berguna sama sekali,uang lima ratus juta pun tidak ada!"Kesal Alina.
"Tapi aku belum gajian aku tau itu kan."Jawab Dion yang sangat bodoh selalu berada di bawah tekanan Alina dan di buat seperti seekor anjing.
Alina pun diam dengan wajah merah tampa menghadap ke Dion.
Sementara itu di sisi lain.
"Mengapa kau membela ku begitu kuat?"Tanya Ardan kepada Kiara.
Posisi mereka saat ini masih ada di dalam mobil.
"Emm,aku rasa sudah sepantasnya aku begitu."Jawab Kiara.
Hal ini tentu membuat Ardan semakin menimbulkan rasa sayang kepada istri nya itu.
Ia terus membayangkan bagaimana tegas nya Kiara melawan Alina yabg menghina nya.
Bersambung ....