
Kiara terbangun karena suara hujan yang cukup deras, ia melihat Ardan yang senantiasa memeluk erat tubuh nya.
"Umhh, lapar."Leguh Kiara memegang perutnya.
Sementara itu Ardan masih tertidur pulas dengan cuaca yang sangat dingin.
Kiara yabg tidak bisa menahan rasa laparnya pun memilih turun dari ranjang dengan pelan,dan keluar dari kamar itu.
Kiara berjalan pelan keluar dari kamar dan menuju dapur Fila, ia tidak lagi memikirkan kapan tiba di Fila? bagaimana bisa dia terbangun di dalam kamar? Karena di pikiran nya saat ini hanya lah makan, makan dan makan.
Setelah tiba di dapur Fila Kiara pun kebingungan harus makan apa.
Sementara itu maid B yang bangun karena haus pun kaget melihat Kiara yang berada di dapur Fila tengah malam dan hujan seperti ini.
"Nyonya."Ucap maid B.
"Astaga."Ucap Kiara kaget.
"Bi, kau menganget kan aku."Ucap Kiara mengelus dada nya.
"Maaf nyonya,aku sudah membuat nyonya kaget, tapi mengapa nyona berada di dapur malam-malam begini?"Tanya maid B lagi.
"Bi, aku lapar, apa kau bisa memanaskan makanan untuk ku?"Tanya Kiara dengan wajah melas.
"Astaga nyonya, mengapa sedari tadi tidak membangun kan aku atau maid B, ya sudah duduk lah dan biar kan aku yang memanaskan semua makanan."Ucap maid B kepada Kiara.
"Terima kasih bi."Ucap Kiara yang kemudian berjalan menuju meja makan dan duduk di kursi menunggu maid B yang memanaskan makanan.
Setelah beberapa menit kemudian, maid B pun selesai memanaskan makanan tersebut dan menghidangkan nya di atas meja makan.
"Silahkan di makan nyonya."Ucap maid B.
"Baik lah, apa kau tidak makan?"Tanya Kiara lagi.
"Saya sudah kenyang nyonya."Ucap maid B.
Kiara pun mulai makan dengan di temani maid B.
Sementara itu.
Ardan tersadar karena merasa jika Kiara tidak ada di dekat nya, ia pun bergegas bangun dan turun dari ranjang untuk mencari Kiara, karena dia khawatir jika Kiara tidak ada di sisi nya apalagi saat hujan seperti ini, Kiara juga tidak membangun nya saat ingin ke mana-mana malam hari seperti ini.
Ardan mencari nya di kamar mandi namun Kiara tetap tidak ada, setelah itu Ardan pun keluar dari kamar dan menuju dapur karena ia mencium aroma makanan yang tadi di panaskan oleh maid B.
Setibanya di dapur Ardan kaget melihat Kiara yang sedang makan begitu lahap seperti orang tidak makan seminggu saja.
"Sayang, ternyata kau di sini."Ucap Ardan menghampiri Kiara yabg sedang makan.
"Tuan, tadi nyonya kedapur dan mengatakan jika dia lapar,jadi aku memanaskan makanan agar nyonya tidak sakit perut makan makanan dingin."Ucap maid B menjelaskan.
"Terima kasih bi, kalau begitu biar kan aku yang menemani nya, kau kembali lah beristirahat."Ucap Ardan tak habis fikir.
"Baik tuan."Jawab maid B yabg kemudian pergi dari dapur Fila dan masuk ke kamar nya.
Sementara itu Ardan duduk berhadapan dengan Kiara yang sedang makan.
"Sayang, apa kau baik-baik saja?"Tanya Ardan lagi.
"Apa maksud mu mas?"Tanya Kiara lagi.
"Oh tidak, makan lah, makan."Jawab Ardan takut dengan tatapan sang istri.
Ardan sangat kebingungan melihat nafsu makan istri nya tiba-tiba meningkat, padahal tadi siang terlihat lemas di dalam mobil.
Namun Ardan memilih untuk diam saja dan tidak terlalu mempedulikan hal itu, ia malah senang melihat Kiara seperti itu.
Keesokan harinya.
"Kiara, apa kau baik-baik saja?"Tanya Ardan kepada Kiara yabg baru saja selesai mandi.
"Iya, aku baik-baik saja mas,ada apa?"Tanya Kiara kebingungan dengan pertanyaan Ardan.
"Tidak, tidak ada apa-apa."Jawab Ardan santai.
"Sayang, aku ke kantor dulu, ingat,jika ada apa-apa segera hubungi aku."Ucap Ardan.
"Baik lah, hati-hati."Ucap Kiara lagi.
Setelah berpamitan dengan Kiara, Ardan pun pergi meninggalkan Fila untuk mengurus beberapa urusan yang mengharuskan dirinya turun tangan ke kantor.
"Bosan sekali hari ini."Ucap Kiara sambil menatap mobil Ardan yang semakin menjauh dari atas balkon Fila nya.
Sementara itu sepasang mata sedang melihat memantau kepergian Ardan dari Fila tersebut.
"Bagus lah,dia sudah pergi, sekarang aku akan menjalan kan rencana selanjutnya."Ucap Alina tersenyum miring di dalam mobil nya.
Ya, itu adalah Alina, yang memarkir kan mobil nya tidak jauh dari Fila Ardan untuk mengawasi jika Ardan sudah tidak ada di Fila.
Alina pun kemudian melajukan mobilnya menuju gerbang Fila Ardan.
Setelah memberhentikan mobilnya di depan gerbang itu, Alina pun berjalan masuk ke dalam Fila,dan hal itu di lihat oleh Kiara dari atas balkon kamar nya.
"Wanita gatal itu, apa lagi yang dia inginkan?"Ucap Kiara yabg kemudian berjalan keluar dari kamar dan menuju pintu Fila.
"Seperti nya kedatangan ku sudah di sambut."Ucap Alina yang berdiri di depan pintu Fila yabg sudah di buka oleh Kiara.
"Aku tidak menyambut kedatangan mu, hanya saja hari ini ingin menghirup udara segar pagi hari, dan ternyata sudah ada pembulung di depan pintu rumah ku."Ucap Kiara dengan santai.
Sementara maid A dan maid B hanya mengawasi beberapa meter dari sana, takut jika perempuan itu melakukan sesuatu yang tidak di inginkan kepada nyonya mereka.
"Jaga bicaramu, kau itu hanya sampah."Ucap Alina terpancing emosi.
"Sudah lah, katakan saja, apa tujuan mu datang ke Fila ku,apa kau ingin melihat suamiku? Dia sudah pergi ke kantor nya."Jawab Kiara dengan santai.
"Aku ke sini ingin melihat mu, dan ingin memberi tahu sesuatu kepada mu, yang mungkin kau tidak tahu dan ini adalah rahasia keluarga mu dan keluarga Ardan."Ucap Alina.
Hal itu mampu membuat Kiara penasaran.
"Apa itu?"Tanya Kiara menaikan satu alisnya.
"Emm, apa kau ini bodoh?"Ucap Alina lagi.
"Jika kau bertele-tele sebaiknya tingal kan Fila ku sekarang juga."Ucap Kiara hendak menutup pintu.
"Eee, tunggu dulu, mengapa harus terburu-buru."Ucap Alina lagi.
"Apa sebenarnya yang kau inginkan?!"Ucap Kiara mulai emosi.
"Baik lah, karena kau yang memaksa ku, aku akan mengatakan rahasia besar ini, dan aku harap kau bisa baik-baik saja."Ucap Alina.
Sementara Kiara hanya diam menatap tajam ke arah Alina.
"Kau mau tau bukan? Dengar kan aku, menurut mu apa benar Ardan menikahi mu itu karena hal lain?"Tanya Alina kepada Kiara.
Kiara menatap Alina dengan tatapan bingung karena pertanyaan Alina yang seperti nya tidak begitu penting bagi Kiara.
Bersambung ....