
Kiara yang tidak tau apa-apa jika dirinya di jebak pun berdiri dari duduknya dan berjalan keluar dari restoran tersebut.
Ia pun masuk ke dalam mobil nya dan dan menyalakan mesin mobil dan kemudian melaju pergi dari sana.
Sementara itu di sisi lain.
"Saya mohon anda segera pergi dari sini, karena tuan Ardan sudah melarang anda untuk masuk."Ucap satpam yabg berjaga di depan kantor Ardan yang menghalangi Alina yang ingin masuk ke dalam kantor Ardan.
"Ku pasti kan kau menyesal telah menghalangi aku,aku mohon hanya sebentar pak."Ucap Alina emosi dengan satpam tersebut.
"Ada apa ini?"Tanya Ardan yang pada saat itu tiba di depan pintu kantor dan seperti nya dia ingin pulang.
"Ardan,aku mohon,izin aku masuk, aku ingin bicara sesuatu kepada mu."Ucap Alina kepada Ardan.
"Pak, biar kan dia masuk."Ucap Ardan kepada satpam itu.
"Ba-baik tuan muda."Jawab sang satpam yang akhirnya mengijinkan Alina masuk ke dalam kantor atas izin Ardan.
"Huh!"Ucap Alina dengan sombongnya mengibaskan rambutnya dan berjalan masuk ke dalam perusahaan Ardan.
"Ada apa?"Tanya Ardan yang masih berdiri di sana.
"Bisa kah kita bicara di dalam ruangan mu?"Tanya Alina.
"Baik."Ucap Ardan yang kemudian berjalan mendahului Alina kembali masuk ke dalam ruang kerja nya.
Dan akhirnya mereka pun masuk ke dalam ruang kerja Ardan.
"Alina, apa kau yang mengantar ku pulang kemarin?"Tanya Ardan saat mereka sudah duduk di sofa dalam ruang kerja Ardan.
"I-iya."Jawab Alina.
"Oh, sekarang kata kan apa yang ingin kau katakan."Ucap Ardan.
"Emm, begini, bukan aku bermaksud untuk melakukan apa-apa atau membuat rumah tangga kalian hancur Ardan aku benar-benar minta maaf, dan aku akan berubah menjadi orang yang lebih baik, tapi maaf tadi aku tanpa sengaja aku melihat Kiara istri mu dan juga Bima di sebuah restoran."Ucap Alina memasang wajah sedih akan apa yang dia lihat.
"Apa maksud mu?"Tanya Ardan menatap wajah Alina dengan tatapan tajam.
"Ini, maaf kan aku sekali lagi,tapi aku benar-benar tidak bermaksud untuk memoto nya."Ucap Alina memberikan foto yang ada di ponsel nya.
Ardan menatap foto tersebut, dan sekali lagi ia salah paham dengan apa yang di lihat nya.
Brakk! (Sekali lagi Ardan di buat panas akan foto tersebut.)
Sementara itu Alina hanya bisa tersenyum tipis dan bahagia melihat bagaimana Ardan semakin marah kepada Kiara.
"Tampa kau kasih tahu pun, aku sudah mengetahui tentang perselingkuhan mereka, hanya saja aku menunggu kapan dia akan jujur kepada ku, meskipun banyak sekali kode yang aku berikan dia masih tahan dan tidak berniat jujur sama sekali, bahkan dia bertingkah seolah tidak terjadi apa-apa.
"Benar kah? Ini sudah sangat keterlaluan, Ardan,kau harus tenang,jika butuh bantuan aku akan membantu mu, anggap saja sebagai penebus semua kesalahan yang sudah aku lakukan kepada mu."Ucap Alina berlagak polos dan sok baik.
Sementara Ardan masih diam dan hanya bisa larut dalam pikiran nya.
Sementara itu di sisi lain.
"Apa sebaiknya aku ke kantor mas Ardan dulu? Membawakan makanan atau kue kesukaan nya."Gumam Kiara sambil mengemudi mobil nya.
Beberapa menit kemudian Kiara berhenti di sebuah toko kue yang sangat besar dan itu biasa adalah toko kue langganan mama nya.
Ia memberhentikan mobilnya di pinggir jalan dan kemudian turun dari mobil nya lalu berjalan masuk ke dalam toko kue tersebut.
"Emm,aku ingin sebuah cake cokelat ya."Ucap Kiara.
"Baik nona, silahkan di pilih yang mana."Ucap pelayan tersebut menujuk beberapa kue dalam toko kue nya.
"Yang itu."Ucap Kiara menujuk kue coklat berbentuk bulat dan banyak taburan cokelat di atas nya.
"Oke nona."Jawab sang pelayan yang kemudian mengambil kue tersebut dan memasukan nya ke dalam kotak.
Setelah melakukan pembayaran Kiara pun membawa kue tersebut ke dalam mobil nya.
Ia menyalakan mesin mobil dan melaju menuju kantor Ardan.
Tidak butuh waktu lama, Kiara pun akhirnya tiba di kantor Ardan.
"Nona Kiara, gawat."Batin satpam itu khawatir jika Kiara tau Alina sedang bersama dengan Ardan.
"Permisi pak."Ucap Kiara yang melewati pak Satpam tersebut.
"I-iya nyonya."Jawab satpam itu gugup.
Kiara pun meneruskan perjalanan nya menuju ruang kerja Ardan.
Sementara itu di ruang kerja Ardan masih bersama dengan Alina.
"Kau benar akan membantu ku?"Tanya Ardan yabg melihat dari jendela ruang kerja nya ada Kiara yang datang.
"Em-iya."Ucap Alina kepada Ardan.
Tiba-tiba Ardan pun memeluk Alina dengan erat.
Dan tepat di saat itu juga Kiara membuka pintu ruang kerja itu.
Alina yang menyadari itu juga mulai membalas pelukan Ardan dengan senyum jahat nya.
Kue yabg di pegang Kiara pun terjatuh dari tangan nya kue yang awal nya cantik itu kini pecah berserakan di lantai, dia tidak menyangka Ardan akan seperti itu di belakang nya.
"Eh, Kiara, ini tidak seperti yang kau lihat."Ucap Alina yang melepaskan pelukan Ardan.
"Tidak apa, lanjut kan saja."Ucap Kiara dengan air mata yang sudah tidak bisa di bendung lagi, ia pun keluar dari ruang kerja Ardan dan pergi dari kantor Ardan sambil berlari dengan air mata yang sudah berjatuhan.
Karyawan yang ada di sana pun mengerti akan apa yang terjadi karena mereka juga melihat Alina datang ke sana beberapa menit lalu.
"Kasian sekali ya nyonya Kiara, dia ni nikahi hanya untuk mengasuh tuan muda di masa lumpuh nya, dan sekarang tuan muda sudah sembuh, mungkin akan kembali bersama dengan nona Alina."Bisik para karyawan kantor Ardan.
"Sssst,apa yang kau bicarakan,kita bisa di pecat nanti,ayo kembali bekerja."Ucap karyawan yang lain nya.
Sementara itu Kiara masuk ke dalam mobil nya dan pergi dari kantor Ardan.
Kembali lagi ia mengemudi mobil dengan kecepatan tinggi menuju Fila.
Perasaan ini begitu sama saat di mana ia memergoki Jafin dan Fany yang sedang selingkuh.
"Apa mereka benar? Mungkin karena sudah sembuh mas Ardan tidak membutuhkan aku lagi, makanya dia memperlakukan aku seperti ini."Ucap Kiara di sela tangisan nya.
Kiara benar-benar terpuruk saat ini, ia melihat di depan mata nya sendiri, suami yang di cintai nya,malah berpelukan dengan mantan kekasih suaminya, ini benar-benar, tidak adil bagi seorang Kiara yang sudah mengalami perselingkuhan di masa lalunya.
Bersambung ....