
"oke yu langsung berangkat"kataku
"siap bos"kata bayu sambil bercanda kepadaku lalu kami tertawa terbahak-bahak
aku pun langsung naik dan dengan segera bayu menjalankan motornya
Sesampainya di depan rumah sindi aku melihat ibu dan bapaknya sindi tengah ngeteh di teras rumahnya
"tukan yu,aku nggak bohong tau kamu aja yang nggak percayaaan sama aku"kataku
"iya ya via kayak mereka emang nggak pulang kampung de"jawab bayu karena bingung
"gimana kalau kita mampir buat nanya sindi"kataku
"boleh juga tu"jawab bayu
kami pun mampir di rumah sindi untuk menanyakan keberadaan sindi
"Assalamualaikum pagi tante om"kata ku dan bayu serentak
"wa-walaikumsalam"jawab orang tua sindi
"sindinya ada om"kata bayu memberanikan bertanya
bukannya di jawab kami berdua mala di usir oleh orang tuanya sindi
"pergi kalian dari sini"teriak ibunya sindi
kami berdua saling tatap-tatapan dan heran kenapa ibunya sindi marah-marah
"ya udah om tante kami pamit dulu, Assalamualaikum"kata bayu dengan sopan bagaimana pun mereka tetap orang tua bagi kami
setelah itu kami bergegas meninggalkan rumah sindi
"kenapa ya yu kok ibunya sih kayak orang ketakutan gitu"tanya ku pada bayu
"aku juga nggak tau sih via tapi aku merasa ada yang mereka sembunyiin de"jelas bayu
Tak berselang lama kami sampai di sekolah dan lagi-lagi aku melihat penjaga sekolah melihat kami dengan tatapan aneh itu lagi aku yang penasaran pun langsung turun dari motor bayu dan menghampiri penjaga sekolah
"iya neng"kata bapak penjaga sekolah dengan senyum ramahnya berbeda sekali dengan yang aku lihat tadi
"neng harus hati dengan salah satu temannya neng,dia nggak suka sama neng dan niat buat bikin neng sengsara"kata penjaga sekolah itu
"maksudnya pak"kataku yang bingung dengan apa yang di katakan penjaga sekolah itu
"dua makhluk yang selalu mengganggu neng dan teman neng yang cowok itu adalah kiriman dari salah satu temannya neng itu berupa kiriman santet neng"jelas penjaga sekolah tersebut
aku pun terdiam mendengar penjelasan penjaga sekolah itu tak lama bayu datang menghampiri kami
"pagi pak"kata bayu
"iya den"kata penjaga sekolah itu
lalu kami lanjut masuk ke dalam kelas karena sebentar lagi bel sekolah berbunyi dan pelajaran bakal di mulai
baru saja kami duduk di meja masing-masing sindi datang namun dia tak mau menyapa kami berdua
aku dan bayu saling lirik seakan mempertanyakan apa yang terjadi dengan sindi dan kenapa dia berubah hanya dalam waktu seminggu
baru saja aku ingin menyapa sindi tapi bel sekolah berbunyi dan tak lama dari itu guru pun masuk dan pejalaran pun di mulai
aku mencoba fokus pada pelajaran yang terangkan oleh guru di depan namun kata-kata dari penjaga sekolah tadi terus teringat oleh ku
dan aku penasaran dengan perkataan bapak itu dan dari mana bapak itu tau kalau aku di ganggu oleh dua makhluk laknat itu
segudang pertanyaan melintas di kepala ku dan siapa yang ingin aku sensara
perasaan aku tidak perna membuat orang lain sakit hati
sudahlah lama-lama aku pusing dengan semua yang terjadi akhir-akhir ini dan aku berpikir pulang sekolah nanti akan menanyakannya kepada penjaga sekolah itu lagi
**mohon maaf kalau ada kesalahan dalam penulisan karya author ya
jangan lupa like dan voted karya author ya**