
"kamu juga di ganggu yu"tanyaku karena sudah penasaran
"iya via mereka selalu datang ke rumahku dan meminta agar aku di ikut dengan mereka"jawab bayu dengan wajah sedihnya
lalu kami berdua diam dan sibuk dengan pikiran kami masing-masing
tak lama kamu semua mendengar lagi bel rumah berbunyi ayah ku segera berdiri untuk membukak pintu rumah tapi di tahan oleh pas ustad hakim
"jangan di bukak itu bukan manusia,seperinya ada yang ingin bermain-main dengan via dan juga bayu"kata ustad hakim
ayah ku langsung terdiam dan seketika bulu kuduk ku berdiri punggung ku terasa panas
"kalian jangan lupa berdua ya"kata ustad hakim kami berdua menganggukkan kepala tanda setuju aku terus berdoa sebisaku
tapi rasa panas di punggungku makin terasa aku berusaha agar kesadaran ku tidak hilang
pada saat itu kami semua mendengar ada yang meletus di atas atap rumah di iringi dengan tawa cekikikan perempuan dan saat itu aku merasa mual dan ingin memuntahkan seluruh isi perutku
"keluarkan saja nak"kata ustad hakim
dan benar saja aku mengeluarkannya namun yang keluar bukan nasi atau air tapi darah bercambur jarum yang sudah berkarat
bunda syok melihat itu dan menangis melihat apa yang terjadi kepadaku
Setelah itu panas di punggung perlahan mulai menghilang
berbeda dengan bayu dia sudah menangis tapi suara tangisannya itu bukan suara laki-laki melainkan perempuan
"saya boleh minta air putih"kata ustad hakim dengan segera ayahku berlari mengambilkan air yang di minta oleh ustad hakim setelah itu ustad hakim membacakan doa pada air itu dan mengusapkannya ke wajah bayu
"dia sudah tidak apa-apa kita tunggu dia sadar dulu"kata ustad hakim
"saya akan membersihkan rumah ini dulu pak danu tolong bantu saya ya, sementara pak muldi tolong jaga mereka dulu"sambung ustad hakim
"baik ustad"jawab ayahku dan om muldi serantak
ustad hakim dan ayahku mulai membersihkan rumahku dengan air garam dan bacaan ayat-ayat suci Al-Quran saat mereka berkerja suara tangisan teriakan terus terdengar di telinga kami Bahkan beberapa kali terdengar suara rintihan mintak tolong
tapi aku berusaha mengambikan semua yang aku dengar sampai pada akhirnya suara-suara itu hilang
sekitar jam 11 malam bayu dan orang tuanya berserta ustad hakim pamit untuk pulang karena hari sudah malam dan kami sekeluarga pun mengucapkan terima kasih
10 hari setelah kejadian yang cukup mengerikan bagi ku dan selama itu pula aku tidak bertemu dengan sindi entah kemana dia menghilang kata bayu sih dia pulang kampung bersama orang tuanya
siang itu aku pulang sekolah di jemput oleh ayah ya karena ayah ku memang selalu menjemput dan mengantar ku sejak kejadian malam itu
"ya udah yu aku pulang duluan ya, ayahku sudah sampai tu"kataku kepada bayu kebetulan juga sopir bayu juga sudah sampai kami pun sama pulang ke rumah masing-masing
namun pada saat aku lewat di rumah sindi aku melihat ibu sindi dan ayahnya duduk di luar hal itu membuat aku heran tadi kata bayu mereka pulang kampung
maaf jika ada salah dalam penulisan karya author ya
jangan lupa like dan voted karya author ya guys