Teror 90 Hari

Teror 90 Hari
Bab 12


Orang itu adalah orang tua sindi tapi mengapa mereka mencambuk ayah ku


aku terus berteriak-teriak dan memohon agar ayah ku tidak di cambuk lagi tapi sepertinya percuma karena mereka tidak mau mendengarkan ku


Tak lama aku mendengar suara bunda


"via bangun via"teriak bunda sambil mengoyang-goyangkan badan ku


"Aaaah tidak"teriakku dan langsung terbangun dan aku langsung memeluk bunda ku sambil menangis


"bu-bunda ayah di cambuk sama orang tuanya sindi bun, tolongin ayah bun kasian ayah"kata ku sambil menangis terisak-isak


"kamu tenang dulu dan minum air putih ini dulu"kata bundaku aku pun langsung meminum air yang di kasih bunda


10 menit aku terdiam sambil berusaha mengatur nafasku


"kamu cuma mimpi via, ayah nggak kenapa-kenapa kok"kata bunda sambil mengusap kepala ku


aku hanya diam dan tak menanggapi perkataan bunda rasanya hal yang barusan aku alami itu sangatlah nyata seketika aku mengingat paket yang aku terima untuk ayah tadi siang


aku langsung bangun dan berlari ke arah ruang kerja ayah dan aku langsung masuk ke dalam aku lihat kotak itu masih ada di atas meja ayab berarti ayah belum membukaknya


aku pun bergegas membukak paket itu dan bertapa kagetnya aku bahwa isi paket itu ada foto keluarga ku yang di tusuk dengan jarum dan paku beserta ada noda darah


tak lama dari itu aku mendengar suara tawa wanita lagi di ruang kerja ayah ku


dan dari belakang ku kayak ada orang berjalan dengan kaki di seret ke arah ku


aku coba memberanikan diri untuk melihat dan pas aku balik badan di depan wajah ku sudah ada wajah wanita yang sudah hancur dengan mata kanan hampir keluar hidung rata dan di penuhi darah seketika bau anyir darah menyerang indra penciumanku


pengan rasanya teriak namun enta kenapa suara aku nggak keluar serta ingin lari tapi kaki ku langsung lemas tak berdaya aku hanya bisa diam sambil menatap wajah hancur wanita itu


pas bangun aku sudah ada di ruang keluarga bersama dengan bunda juga ayah ku


"aku kenapa"tanya ku kepada kedua orang tua ku


"tadi kami teriak-teriak di ruang kerja ayah habis itu kamu jatuh dan pingsan"jawab ayah


aku pun langsung bingung mendengar perkataan ayah ku perasaan aku nggak bisa teriak deh tadi dan juga seingat ku aku pingsan gara-gara di tarik oleh tangan dan terbentur lemari


Lalu aku melihat ke arah bunda namun saat aku melihat bunda aku melihat lagi wajah wanita yang hancur tadi


"aaaaaaah"teriakku


"kamu kenapa via"tanya ayah


"wa-wanita itu lagi, tolong pergi dari sih jangan ganggu aku"teriak ku sambil menunjuk ke arah bunda ku


hal itu membuat bunda dan ayah ku heran bukan main dan aku langsung di peluk oleh ayah karena aku terus berteriak secara histeris


"pergi pergi jangan ganggu saya lagi"teriak ku


"hahahahahahaha saya tidak akan pergi"kata sosok itu


"mau apa kamu dengan saya"teriak ku lagi


"hihihihihihihihihihihihihihi"tawanya melengking di telinga kau dan Tiba-tiba pandangan ku gelap


Jangan lupa like dan voted karya author ya karna setiap dukungan dari kalian sangat berarti buat author