Teror 90 Hari

Teror 90 Hari
Bab 25


kini saatnya aku, bayu, ustad hakim dan bang yogi untuk berangkat ke tempat gurunya ustad hakim


"via berangkat dulu ya bun yah bunda sama ayah hati-hati di sini"kata ku sambil memeluk mereka bedua dan aku juga melihat bayu berpamitan dengan orang tua nya


setelah itu kami langsung berangkat agar tidak ke malaman sampai di sana


"perjalanan kita kali ini nggak bakal mudah kalian siapkan fisik dan mental kalian dan jangan putus berdoa"kata ustad hakim kami bertiga pun mengiyakan


saat kami sampai di gerbang desa kang ujang kami di hadang oleh dua makhluk hitam besar seakan mereka tidak rela membiarkan kami. pergi dan makhluk itu menutupi jalan yang akan kami lalui


"jangan putus doa sama zikir"kata ustad hakim kami langsung menganggukan kepala


sementara ustad hakim fokus menyetir mobil agar kami tidak terperosk ke jurang yang ada di sisi kiri jalan


tak lama mobil yang kami tumpangi terasa sangat berat dan lampunya mulai redup seketika hawa yang ada di tempat itu berubah jadi lembab dan dingin aku melihat banyak sekali jenis makhluk yang menghalang perjalanan kami


"ya Allah lancarkan perjalanan kami kali ini"gumam ku dalam hati


sementara baru sudah di ganggu secara fisik oleh mahkluk itu


"aaaaah lepaskan leher saya"teriak bayu sambil memegang tangan wanita yang ada di lehernya seketika terdengar tawa wanita yang melengking beringan dengan lepasnya tangan yang ada di leher bayu


tidak selesai dengan itu saja mobil kami seperti ada yang melempar dengan batu kecil dan mobil kami juga bergoyang dengan hebatnya


untuk melewati gerbang kampung kang ujang aja kami merasa menghabiskan waktu 3 jam perjalanan


namun saat aku melihat jam di pergelangan tangan ku hari baru menunjukan 05:30 menit itu artinya kami baru menghabiskan waktu sekitar 15 menit di sini


setelah keluar dari kampung itu perjalanan kami lumayan baik walaupun ada gangguan seperti ada yang melempar batu pada mobil kami ada anak kecil yang menyebrang secara tiba-tiba dan tawa wanita yang tak perna hilang di telinga


namun sosok besar hitam tinggi itu masih terus mengikuti kami dari bekalang dan para mbak-mbak kunti dengan tawa mereka


tak terasa perjalanan kami sudah memakan waktu 4 jam perjalanan dan sekarang kami melalui sebuah kawasan yang terkenal angker di daerah itu


saat kami bukit P itu tidak ada kendaraan lain yang melintas dan hawa di tempat itu berubah dan seketika suasana di sana hening dan senyap


15 menit sudah kami melewati bukit P itu dan dari belakang terdengar suara mobil


"alhamdulillah ada udah pengendara lain selain kita"celetuk bayu


"tapi tunggu de kayaknya ada yang aneh sama tu mobil"kata bang yogi


"aneh gimana sih bang"jawab ku


"coba kalian perhatikan mobil itu"kata bang yogi sambil menunjuk mobil yang ada di bekalang kami sontak aku dan bayu menoleh ke arah belakang


"mobil kok karatan ya,trus roda depannya nggak ada lagi masa iya bisa jalan sih"sambung bang yogi lagi


saat itu kamu baru sadar dan benar saja apa yang di katakan bang yogi mobil karatan dengan roda depan nggak ada bisa jalan dengan cepat lagi


dalam hitungan detik mobil itu menyalip mobil kami dan saat melihat isi dalam mobil itu ternyata kosong nggak ada orangnya


"kok nggak ada orangnya bang"celetuk ku


"i-iya bang mana mobilnya nggak ada roda juga. lagi"sambung bayu


tiba-tiba ustad hakim bicara


"yang kalian liat itu keranda mayat bukan mobil"kata ustad hakim


"haa"teriak kami bertiga kompak


"gimana ceritanya om jelas-jelas itu mobil tapi karatan dan nggak ada roda depannya"balas bang yogi


"penglihatan kalian itu di tutup sama mereka sehingga yang kalian liat itu mobil tua"sambung ustad hakim lagi


"coba aja kalau kamu yant bawah mobil tadi yogi mungkin kita udah tinggal nama aja"tambah ustad hakim


"kenapa gitu om"tanya bang yogi


"karena mereka ingin kita celaka"jawab ustad hakim


kami bertiga terdiam dan sibuk dengan pikirian kami masing-masing


setengah jam sudah kami melalui bukit P itu tapi kok nggak keluar-keluar dari daerah itu


sontak aku melihat keluar dan aku melihat tempat di mana mobil karatan tadi itu mendahului kami


"lah kok kita balik ke tempat ini lagi sih ustad"kata ku sambil bingung


dan seketika mereka semua mulai menyadari kalau setengah jam ini kami cuma putar-putar daerah bukit P aja


ustad hakim memberhentikan mobil di pinggir jalan


"kita udah di bawah ke alam mereka sekarang kita berdoa dulu"kata ustad hakim


setelah kami selesai berdoa tiba saja aku mendengar banyak suara orang-oranag di sekitar ku


dan aku melihat keluar jendela mobil sudah banyak mobil pengendara lain dan ada juga mobil polisi


saat itu kaca mobil yang kami tumpangi di ketuk oleh salah satu polisi dengan segera ustad hakim membukak pintu mobil itu


"ada apa ya pak"tanya ustad hakim kepada polisi itu


"tolong bapak yang lain keluar mobil sekarang karena mobil kalian ada di bibir jurang dan tertahan oleh pohon ini"kata bapak polisi itu


dengan cepat aku menoleh dan benar saja sebelah kiri ku jurang yang sangat dalam dan roda mobil depan tersangkut di sebatang kayu yang lumayan besar


makasih udah baca