
aku dan Bang yogi segera mencari keberadaan sukma via karena waktu yang kami miliki tidak banyak dan juga nyawa kami taruhannya
"kita mau cari kemana dulu bang"tanya ku
"kita cari ke dalam aja dulu gue yakin sukma teman kamu itu nggak bakal jauh dari sini"jelas bang yogi
kami berdua bergegas masuk ke dalam rumahnya via namun sebelum kami sampai pada pintu utama rumah itu ada dua sosok tinggi besar berbulu bertari dan mata merah menyala menghadang kami berdua
mahkluk sial itu terus melihat ke arah kami dengan tatapan membunuhnya
"jangan lupa baca doa"kata bang yogi sambil menoleh ke arah ku
"baik bang"jawabku tegas walau sebenarnya aku takut
"mau apa kalian ke sini"tanya mahkluk itu
"saya ingin mejemput via teman saya"kata ku memberanikan diri menjawab pertanyaan dari salah satu mahkluk sial itu
"hahahahahahaha teman kalian milik kami kalian tidak akan bisa membawahnya kembali"teriak mahkluk itu
bang yogi langsung melawan mahkluk itu dengan sebuah tongkat yang mirip dengan yang aku punya dan dia juga langsung membaca ayat-ayah cuci al-quran
seketika mahkluk itu mengerang kesakitan namun dia tidak menyerah dengan satu hentakan kakinya bang yogi langsung menghantam pagar rumah itu seketika darah keluar dari mulut bang yogi
tiba-tiba aku mendengar suara dari orang tua kang ujang
"bayu kamu lempat tongkat kamu ke arah mahkluk itu"teriak bapak itu
aku pun langsung melemparkan tongkat yang aku pegang sesuai yang di katakan bapak kang ujang
seketika mahkluk itu langsung hilang menjadi asap hitam yang pekat dan bau
lalu aku segera membantu bang yogi agar bisa berdiri setelah itu kami langsung memapa bang yogi untuk masuk ke dalam rumah via
setibanya kami di dalam aku melihat banyak bentuk mahkluk yang ada di sana dan mahkluk itu seakan tau ke datangan kami dan langsung menoleh ke arah kami
aku pun tak berhenti menbaca doa yang aku bisa saat itu tak sangaja aku melihat ke dinding ruang tamu via aku melihat ada foto keluarga via yang di tusuk banyak paku dan jarum juga ada foto keluarga ku dan banyak sesajen di bawah foto itu
"ini maksudnya apa ya bang"tanya ku kepada bang yogi
"itu santet yu sepertinya ada yang iri dengan keluarga kamu dan teman mu lihat dua foto yang di pisahkan itu"kata bang yogi sambil menunjuk ke arah bawah sesajen itu
aku pun syok melihat hal itu
"mereka mengirim santet ke keluarga mu dan menjadikan tumbal perjanjian dengan iblis karena kalian berdua itu istimewah"jelas bang yogi lagi
mendengarkan itu rasanya aku ingin pingsan siapa manusia yang tega melakukan hal ini kepada kami
tiba-tiba kami di kejutkan oleh sosok wanita dengan wajah yang hancur serta bau busuk yang menyengat menusuk hidung
wanita itu menyeringai ke arah kami sambil menunjuk satu ruang yaitu kamar via
aku pun bergegas berlari ke arah yang di tunjuk wanita tersebut tanpa mempermainkan bang yogi
setelah sampai di depan pintu ruang tersebut aku mendengar suara via yang berteriak mintak tolong
aku langsung masuk ke dalam kamarnya dan benar saja via tengah di cambuk oleh sosok genderwoh tanpa ampun
"hai mahkluk terkutuk lepaskan teman saya"teriak ku enta keberanian dari mana yang aku dapat pada saat ini seketika genderwoh itu langsung menoleh ke arah ku
"hhahahahahaahhaaha dasar bocah sial,dia itu milik ku dan kau selanjutnya"kata mahkluk itu sambil tertawa
"aku dan dia bukan milik kau mahkluk terkutuk jadi jangan harap untuk mendapatkan kami"kata ku lagi seketika mahkluk itu langsung murka dia segera menyerang ku membabi buta
aku langsung menghindar aku langsung membaca ayah-ayat al-quran dan doa yang aku bisa lalu aku teringat tongkat yang di berikan kakek itu kepada ku
saat itu juga tongkat itu muncul lagi di tangan ku dan aku segera menancapkan tongkat itu ke dasa genderwoh itu
"kembalilah kepada orang yang mengirimmu"teriakku dan langsung mahkluk itu berubah jadi asap hitam
aku langsung membuka tali yang mengikat via dan menggendongnya keluar dengan segera
"cepat waktu kalian tidak banyak lagi,ikuti sumber suara saya ajar kalian bisa keluar dari dunia itu"kata bapak kang ujang
aku langsung bergegas keluar saat tida di ruang tamu aku bertemu lagi dengan bang yogi aku dengan segera mengajak beliau keluar
kami bertiga keluar dari rumah iti dengan arahan dari bapak kang ujang dan kami duduk di tempat pertama kami sampai tadi dengan aku memeluk via dan bang yogi memegang tangan ku seketika semuanya berubah menjadi gelap
jangan lupa like, rate,voted dan komen ya guys dan makasih buat kalian yang udah dukung author