Teror 90 Hari

Teror 90 Hari
Bab 21


Setelah menimbang semua buah-buahan milik kakek somat kami semua pun pulang ke rumah karena hari sudah menunjukan pukul setengah 6 sore sambil pulang kami menikmati pemandangan sore di kampung kang ujang


setelah 30 menit perjalanan akhirnya kami sampai di rumah kang ujang dan di sambut sama ayah,ustad hakim dan bang yogi yang tengah duduk di teras rumah


"Assalamualaikum"kata kami berempat dengan kompaknya


"waalaikumsalam"sambut mereka bertiga juga nggak kalah kompak


"wah buahnya banyak banget kang, seger-seger lagi"kata ayah ku


"iya tuan hasil kebun"jawab kang ujang dengan senyum


"tapi sayang om rambutannya tinggal setengah ember lagi,karena via makan mulu"kata bayu sonta mereka langsung tertawa


"kamu apaan sih yu, bikin malu aja"ketusku


melihat aku yang kesal mereka tambah tertawa


"ya udah kalian bersih-bersih dulu bentar lagi magrib lo"kata ustad hakim


dengan segera aku orang yang paling duluan masuk ke dalam rumah dan segera mandi


saat aku membukak kamarku aku di kejutkan dengan tulisan yang ada di kaca lemari


"KALIAN BAKAL MATI SECARA PERLAHAN HAHAHAHAHAHA" bacaan yang ada di kaca itu


aku yang nggak mau semua panik hanya bisa diam tanpa berteriak


"apa lagi ini ya Allah"gumam ku dengan lirih setelah itu aku langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri karena sebentar lagi magrib


setelah selesai aku mandi dan berwudhu aku langsung keluar pas melihat lagi ke kaca itu tulisan di sana udah nggak ada lagi dan yang aku bingung tidak ada orang yang masuk ke kamar selama aku mandi jadi siapa yang menghapus tulisan itu


ah sudahlah aku pun nggak mau pusing karena tulisan itu dengan segera aku mengambil pakaian ku dan langsung mengenakannya dan setelah itu mengambil mukena karena kami bakal sholat magrib berjama'ah


setelah itu aku langsung keluar kamar dan benar saja mereka semua sudah pada menunggu ku setelah aku datang kami semua pun langsung melaksanakan sholat yang di pimpin oleh ustad hakim


selesai sholat kami semua berdoa untuk di mudahkan dalam pengobatan yang akan kami. jalani setelah selesai semuanya aku langsung masuk ke kemar dan keluar lagi untuk membantu bunda menyiapkan makan malam


aku sampai dapur dan di sana susah ada bunda, tante itin dan tente siti


"kamu tolong letakan di sana ya via"kata tante itin


"baik tante"kata ku sambil senyum


"gimana jalan-jalannya via"tanya tante siti kepadaku


"asik dong tan, udara sejuk, pemandangan indah, warga ramah, serta banyak buah yang bisa via makan"kata ku


"via kalau soal makan cepat ya"kata bunda ku sambil geleng-geleng


"ya bun sekali-kali di bawah ke pabriknya langsung"kata ku sontak mereka semua langsung tertawa melihat kelakuan ku


"bunda sama tente gimana ke pasarnya"tanya ku kepada ke ketika orang tu


"kalau tante siti ma udah biasa via, setiap hari juga kesana"jawab tante siti


"Bunda juga senang via, bunda bisa cicipin kue tradisonal yang ada di sini banyak juga jenisnya"kata bunda sambil tersenyum


"wah kalian kayak senang-senang ya di pasar"kata ku


"ya jelas dong"jawab ketiganya kompak


"udah kompak aja ni"ledekku dan kami berempat langsung tertawa


"udah ah sana panggil yang lain makan malam udah siap"kata bunda ku


dengan segera aku meluncur memanggil yang lainnya kami makan malam dengan di iringi tawa dan papa bayu keliatan udah agak baik walaupun masih pucat


tante itin dan bunda ku menceritakan pengalaman pertama mereka ke pasar kepada suami mereka sedangkan aku dan bayu hanya tersenyum melihatnya


setelah selesai makan malam para laki-laki langsung duduk di teras rumah dengan kue dan cemilan yang di beli bunda di pasar tadi serta buah yang kami petik tadi


sedang yang cewek-cewek membersihkan piring bekas makan tadi


setelah selesai kami pun langsung menyusul ke depan


setelah hampir lama bercerita-cerita suara azan isya pun terdengar dan dengan segera kami sholat isya setelah itu baru mulai melakukan pengobatan papa bayu dulu


siap sholat om muldi di suruh duduk di tengah-tengah kami dan menghadap ustad hakim


"apa pun yang terdengar nanti jangan ada yang keluar dari rumah ya"pesan ustad hakim


kami semua mengiyakan setelah itu bang yogi duduk di balakang om muldi


"nanti sakitnya mohon di tahan ya pak,dan apa pun yang terasa dalam perut bapak tolong. muntahkan saja"kata bang yogi


"baik nak yogi"kata om om muldi dengan suara lirihnya


ustad hakim mulai Membaca doa dan ayat-ayat al-quran pada air dalam botol di depannya setelah itu om muldi di suruh meminumnya


setelah om muldi meminumnya ustad hakim mintak kami membaca ayat kursi siap itu berzikir menyebut asma Allah saat kami membaca ayat kursi yang ke 3 kalinya om muldi berteriak-teriak dan bang yogi berusaha memengang beliau


tak lama beliau muntah dan muntah pertama itu keluar air hitam dan baunya sangat menyengat setelah itu om muldi di beri air putih lagi oleh bang yogi


setengah jam kemudian terdengar letusan sesuatu di atap rumah kang ujang dan terdengar juga atap rumah seperti di lempar batu krikil kecil


Setelah itu om muldi munta lagi kali ini muntanya nana dan lendir yang juga bau setelah itu om muldi di beri lagi air putih oleh bang yogi


tak lama aku mendengar ada suara dari luar yang memanggil-manggil nama ku


"Via Via Via"dengan suara lirih aku mencoba untuk tidak menghiraukan suara itu dan tetap fokus berzikir


makin lama suara itu makin kencang dan dekat dengan telinga ku aku tetap tidak menghiraukannya


Makin lama makin tegang ya guys


jangan lupa ikuti terus ya guys


jangan lupa like, rate, voted dan komen karya author dan makasih buat yang udah dukung author