Teror 90 Hari

Teror 90 Hari
Bab 10


Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 10:30 pagi iti tandanya kami akan istirahat dan benar saja bel langsung berbunyi seperti biasa kami bertiga bakal pergi ke kantin untuk mengisi perut dengan menu yang sama setiap harinya yaitu bakso


tapi kali ini hanya aku dan bayu yang pergi sementara sindi hanya diam di dalam kelas


saat kami mengajak pun dia hanya diam


"kira-kira kita salah apa ya via sama sindi"tanya bayu kepadaku


"mana aku tau yu, perasaan kita nggak perna bikin salah de"jawabku dengan santainya


"ya udah de yu dari pada pusing mikirin dia mending kita makan aku udah laper banget nih"protes ku


"ya udah kita langsung menluncur ke kantin"kata bayu sambil tertawa


sesampainya di katin kami langsung memesan makan dan minum kepada pemilik kantin


"buk kayak biasa ya dua"kata bayu


"siap den"kata pemilik kantin


dari kejauhan nampak sindi tengah duduk di dekat taman sekolah sendirian


"yu liat de tu sindi, ngapian ya dia di situ sendirian"kataku


"udah lah via jangan mikirian tu anak mulu toh dia udah nggak kau bareng kita lagi"celetuk bayu yang kesal karena ulah sindi


aku pun langsung diam benar juga kata bayu tak lama makanan yang kami pesan pun datang dengan segera kami pun langsung makan karena perut sudah demo mintak di isi


selesai makan aku membayar ke pemilik kantin dan setelah itu kami berdua langsung masuk ke kelas saat melewati kantor guru aku melihat penjaga sekolah tadi melirik ke arah ku lagi namun kali ini tidak seperti biasanya


bapak penjaga sekolah iti senyum dengan ramahnya ke arah ku


"kamu liatin apan sih via"protes bayu


"kenapa liat bapak itu mending liat aku yang ganteng ini via"celetuk bayu sambil tertawa


"iiii kamu ini,ngaku ganteng tapi masij jomblo, hahahahahaha"kata ku sambil tertawa


"sialan kamu via"jawab bayu dengan wajah yang di tekuk


"aku tu cuma ke ingat kata-kata bapak itu pagi tadi tu"kataku


"kata-kata apaan sih kok aku nggak tau"protes bayu lagi


"ni aku kasih tau, kata bapak itu kita harus hati-hati sama salah satu teman kita soalnya ada dari teman kita yang mau bikin kita tu sengsara yu"jelas ku panjang lebar


"ah nggak mungkin via mungkin bapak itu cuma nakutin kita ajak kali"jawab bayu asal


"tapi coba de kamu pikir apa yang terjadi sama kita akhir-akhir ini nggak masuk akal tau yu"kataku dan bayu langsung terdiam mendengarkan kataku


"iya juga ya via, tapi siapa yang mau bikin kita sensara"kata bayu coba menerka-nerka


"kalau aku tau yu, udah aku labrak tu orang yang udah bikin kita kayak gini, nggak enak tau di teror terus-terusan kayak gini"jawabku agak emosi


kami pun mendengar bel berbunyi tanda istirahat sudah siap dan waktunya kembali lagi dengan pelajaran yang menguras tenaga lagi


"ya udah masuk kelas dulu ntar pas pulang kita tanya sama tu bapak"kata ku bayu langsung mengangguk dan langsung mengikuti ku dari belakang


hari sudah menujukan pukul 2 siang tandanya kami sudah siap belajar dan segera pulang


setelah selesai baca doa untuk pulang aku dan bayu langsung mencari bapak penjaga sekolah itu tapi sayangnya beliau sudah pulang


maaf jika ada kesalahan dalam penulisan karya author ya


jangan lupa like dan voted karya author