Teror 90 Hari

Teror 90 Hari
Bab 11


Sesampainta di rumah aku langsung masuk ke dalam namun aku tidak menemukan siapa-siapa di rumah ayah sudah pasti ke restauran lalu bunda kemana


"ke mana bunda ku ya"gumam ku dalam hati


aku langsung mencari ke selurub rumah tadi bunda tetap nggak ada sedangkan mobilnya bunda ada di luar lalu aku mengambil ponsel ku dan langsung menghubungi bunda tapi sayangnya nggak di angkat juga


"ya udah lah mending aku makan siang dulu palingan bunda ke rumah tetangga"pikir ku


aku langsung masuk ke kamar untul berganti pakaian dan turun lagi untuk makan siang


namun pada saat aku sudah sampai di dapur aku melihat bunda tengah asik bikin kue


"bunda kapan baliknya"gumam ku


"eee via kamu udah pulang kok nggak kedengaran sama bunda sih biasanya kamu kalau pulang kan selalu teriak-teriak manggil bunda"kata bunda sambil asik menghias kue


"sekitar setengah jam yang lalu,bunda kemana aja sih aku cari muter-muter satu rumah nggak ada aku telpon juga nggak di angkat tau-tau udah ada di sini aja"protes ku


"bunda nggak kemana-mana kok dari tadi bunda di sini bikin kue pesanan tetangga yang mau hajatan ntar malam"kata bundaku dan itu berhasil membuat ku terdiam


"masa sih bun"jawabku


"iya via, no kamu liat di meja udah banyak kue dan masih ada 10 buah lagi yang harus bunda bikin mana ada waktu bunda buat keluar"jawab bunda ku


aku pun langsung menoleh ke arah meja makan dan benar saja udah ada macam-macam kue mulai dari yang kecil sampai yang besar dan anehnya pas aku masuk tadi meja inu kosong sebenarnya apa yang terjadi


tak lama aku mendengar bel rumag berbunyi aku langsung berlari membukakan pintu rumah ternyata yang datang itu kurir paket


"apa benar ini rumah bapak danu"tanya kurir tersebut


"iya pak saya anaknya, paket buat ayah yah pak"tanya ku


"iya neng mohon di terima ya"jawab kurir tersebut


aku langsung mengambil paket itu dan langsung masuk setelah itu meletakan paket itu dekat meja kerja ayah aku


"via bantuin bunda dong, jangan tidur mulu"teriak bunda mungkin dia berpikir aku tidur siang


"ya bun, tunggu bentar"balasku dan dengan segera aku pergi ke dapur untuk membantu bunda


"kamu bunda mintak tolong malah langsung lari keluar emang ada apaan di luar itu"jawab bunda


"ha paket perasaan kamu jalan ke dalam tadi nggak bawah apa-apa de"jawab bunda yang bingung


aku pun terdiam jelas-jelas aku bawah paket segede itu masa bunda nggak liat sih


"eeee malah ngelamun, tolongin bunda nih masukin kue-kue kering itu ke dalam toples ya"kata bunda


"ah, i-iya bun"jawab ku yang kaget


aku pun lupa akan kejadian yang aku alami sejak pulang sekolah karena aku sibuk nolongin bunda sekalian aku bejalar juga sih


tak terasa hari sudah jam 6 sore dan pekerjaan kami sudah siap aku langsung pergi membersihkan diri begitu dengan bunda


setelah selesai membersihkan diri aku langsung merebahlan diri di atas tempat tidurku dan seketika aku langsung tertidur


"mereka siapa ya"gumam ku


aku melihat orang itu sedang mencambuk orang yang di iket di tiang itu tapi aku nggak bisa melihat wajahnya karena gelap


aku pelan-pelan lengkah ke arah mereka hanya lama kelama aku melihat dengan jelas wajah orang itu dan orang itu adalah ayan ku


"a-ayah"kata ku sambil menutup mulutku


dua orang itu terus mencambuk ayah ku padahal ayah ku sudah memohon kepada mereka dan tubuh ayah ku sudah penuh dengan luka cambuk


"saya mohon hantikan, apa salah saya dengan kalian"suara ayah yang sangat lemah dan lirih tapi orang tu tetap terus saja mencambuk ayah ku


"ti-tidak, lepas ayah ku apa salah ayah ku kepada kalian, lepasin ayah ku, tolongan jangan cambuk dia lagi"kata ku sambil menangis dan berteriak seketika orang itu melihat ke arah ku dan aku sangat mengenal mereka


kira-kira siapa ya orang yang dilihat oleh novia itu"


apakah orang itu yang sudab meneror novia selama ini??


**mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan karya author ya


jangan lupa like dan voted karya author


author inshaallah author bakal up tiap hari ya guys**