Teror 90 Hari

Teror 90 Hari
Bab 22


Satu jam berselang om muldi munta lagi tapi kali ini munta itu keluar darah berwarna hitam pekat di sertai ratusan paku dan jarum yang bersarang selama ini di tubuh om muldi


om muldi tidak hanya munta darah satu kali selama kami berzikir melakian 3 kali dan semuanya keluar paku dan jarum yang berkarat


sementara suara-suara yang memanggil ku semakin banyak di sertai dengan letusan kecil di atas rumah kang ujang


dan anehnya pada malam itu aku tidak merasakan ada angin dan suara binatang malam bahkan orang lewat pun tidak ada padahal biasanya ramai


Entah mahkluk apa yang sedang menanti ku di luar sana aku juga tidak tau yang jelas mereka terus mamanggil ku dengan suara lirih aku berusaha menahannya sampai akhirnya keluar darah dari hidungku


dan pada saat itu juga om muldi pingsan dengan wajah yang sudah seperti mayat


bang yogi langsung mengangkat om muldi di bantu ayah ku ke kamarnya di ikuti oleh tante itin


sedangkan yang lain masih berzikir aku merasakan badan ku mulai panas dan kepala ku mulai pusing tapi aku berusaha mengontrol diri sampai akhirnya aku merasakan darah keluar dari telingah ku


namun aku tetap melanjutkan zikirku bersama yang lain suara yang memanggil itu makin keras tiba-tiba datang sebuah bola api menghantam pintu namun tidak berhasil masuk ke dalam rumah dan pada saat itu aku langsung munta darah segar dan seketika semuanya gelap


saat aku bangun aku mendengarkan bunda memanggil-manggil ku dan benar saja bunda sedang berada di samping ku dan ayah tengah berdiri di bekalang bunda


"ayah bunda"kata ku dengan suara lirih


"kamu nggak papa kan nak"kata ayah


" nggak papa yah cuma kepala via sakit"kataku


kamu pingsan saat melakukan zikir tadi dan hidung, telinga, dan mulut kamu mengeluarkan darah"kata ayah ku


"mereka terus memanggil via buat keluar dari rumah ini yah bun"kata ku sambil menangis tak lama bang yogi datang menghampiri ku


"mereka ingin membawa kamu dan bayu via bayu juga mengalami hal yang sama dengan kamu namun saat ini dia belum sadar"kata bang yogi


aku yang mendengar itu pun langsung diam saat itu juga aku melihat sosok di belakang ayah ku tersenyum menyeringai ke arah ku lalu sosok itu berahli pada bunda ku


"pergi pergi jangan ganggu ayah dan bunda ku pergi kamu"teriak ku sambil menunjuk-nunjuk ke arah belakang bunda dan ayah


bunda langsung memeluk ku sedang bang yogi yang menyadari itu langsung menyuruh orang tua ku berdoa


"berdoa pak buk jangan putus-putus terget mereka sekarang kalian berdua"kata bang yogi


orang tua ku langsung istiffar dan berdoa semampu mereka untuk saja orang tua ku taat akan agama sehingga mereka mampu dengan tenang menghadap semua ini


pada saat itu ter dengar lagi letusan di atap rumah dan seketika sosok itu hilang entah kemana aku akhirnya lega


kami semua tidak ada yang berani tidur di kamar sehingga memutuskan tidur di ruang tamu malam itu tarasa sangat lama dan senyap


aku melihat bayu yang belum sadarkan diri sementara om muldi udah nggak sepucat tadi dan kata beliau badannya sudah lumayan enak


tiba-tiba jam 2 malam ada yang menggedor-gedor pintu rumah kami semua kaget dan langsung tatap-tatapan


"biar saya yang bukak"kata kang ujang kami semua mengangguk


saat kang ujang membukak pintu ternyata itu tetangga kang ujang


"ada apa pak"tanya kang ujang


"silahkan pak"jawab kang ujang


setelah bapak itu masuk


"tadi saya lagi ronda pak trus saya liat ada dua orang yang lagi kebinguan trus saya tanya sama mereka katanya mereka mencari alamat kang ujang dan katanya lagi mereka dari kota pak mau ngabarin kalau Teman kang ujang meninggal"kata bapak itu


"orang itu bilang apa lagi pak"tanya kang ujang lagi


"mereka bilang nama teman bapak itu muldi,itin,dewi,danu,novia dan bayu pak"jelas bapak itu


sontak kami semua kaget bukan main dong sementara kami semua sehat tidak kekurangan apa pun


"lah gimana ceritanya kang, kami semua di sini nggak ada yang meninggal kok"jawab ayah ku


bapak itu langsung kebinguan mendengar penjelasan ayah ku


"yang benar pak"tanya bapak itu lagi


ayah ku dan yang lain langsung mengeluarkan tanda pengenal mereka


hal itu membuat bapak itu kaget bukan main


"ciri-ciri orangnya gimana pak"tanya ku


"yang cowok seumuran sama ustad hakim agak tinggi, kulit sawo matang dan ada kumisnya, yang cewek seumuran sama istrinya kang ujang agak kurus kulit putih serta rambut di sangul"kata bapak itu


"om wati sama om agus itu"kata ku spontan keluar dari mulut ku


"Agus"kata om muldi dan kang ujang bersamaan


"siapa mereka via"tanya ustad hakim


"mereka orang tua teman ku ustad nama anaknya sindi"kata ku


"Dia orang yang dulu hampir nipu om via dia juga punya ilmu hitam atau jangan mereka yang udah bikin kita begini"jawab om muldi


"jangan salah sangka dulu pak"kata ustad hakim


"astagfirullah"kata om muldi


"tapi apa tujuan mereka bilang begitu ya"kata bang yogi yang ikut bicara


"kita juga nggak tau yogi,yang pasti ada alasan lain di balik mereka bicara seperti itu"jawab ayah ku dengan bijak


"ya udah kang makasih ya informasinya tapi kalau ada mereka datang lagi jangan kasih tau kalau mereka semua di sini ya kang"kata kang ujang


"siap aman atuh kang"kata bapak itu


setelah itu bapak itu pamit buat ronda malam lagi setelah itu kami sibuk dengan pikiran masing-masing


semoga suka dengan karya author ya guys ini karya horor pertama author


jangan lupa like,rate,voted dan komen ya guys dan makasih buat kalian yang udah dukung dan shuport author