Teror 90 Hari

Teror 90 Hari
Bab 14


aku berusaha menenangkan mama yang syok berat dengan keadaan papa ku


"mama yang sabar ya kita bakal cari jalan keluar nya sama ma, bayu yakin papa kuat ma"kata ku sambil memeluk mama


mama terus menangis dan aku pun paham apa yang beliau rasakan dan aku harus tetap kuat demi mama dan papa juga sebab saat ini hanya aku yang bisa terus memberikan semangat buat mama dan papa ku


"nyonya kalau saya boleh membantu dan nyonya mengizinkan saya akan membawa seseorang yang bisa menolong nyonya dan tuan"tawar supir pribadi papaku


"silahkan jang,saya percaya sama kamu"jawab mama dengan suara bergetar pak ujang langsung mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi seseorang entah apa yang beliau katakan yang pasti wajah beliau sangat serius


setelah selesai berbicara dengan orang yang di hubunginya beliau memanggil ku


"den ke sini sebentar"kata pak ujang


aku pun langsung berjalan ke arah beliau


"ya kenapa pak"tanya ku


"besok temani bapak ke terminal ya kita jemput saudara bapak dari kampung"jelas pak ujang dan aku hanya Menganggukkan kepala ku


Setelah semalaman papa ku di rawat di rumah sakit papa sudah di bolehkan pulang oleh dokter dan sekarang mulut papa sudah tidak miring lagi tapi wajah papa sangat pucat


"ayo nyonya mobil sudah siap"kata pak ujang


pak ujang membantu papa untuk bisa masuk ke dalam mobil setelah papa masuk mama menyusul masuk dan kami semua pun langsung pulang ke rumah


sesampainya di rumah pak ujang membantu papa lagi untuk di bawah kemar setelah sampai di kamar papa di baringkan di atas tempat di tidur


"makasih ya kang ujang"kata papa dengan suara lirihnya pak ujang hanya tersenyum


"saya permisi dulu tuan nyonya sama mua jemput saudara saya dulu di terminal saya bawa aden ya tuan dan nyonya"kata pak ujang sambil mintak izin ke mama dan papa ku


"silahkan kang, hati-hati ya"jawab mama ku


aku dan pak ujang langsung pergi ke tempat yang ingin kami tuju


dalam perjalanan paka ujang menceritakan apa yang terjadi dengan papa ku


"den ada yang ingin kang ujang kasih tau"kata pak ujang


"apa pak"jawabku


"kayanya tuan kena santet den"kata pak ujang ragu-ragu mungkin takut aku marah


"mungkin pak soalnya kata dokter kemaren ada banyak paku dan jarum di dalam tubuh papa dan aku juga perna liat via pak munta darah campur paku juga jarum"jelasku


"mungkin ada yang ingin keluarga aden dan neng via hancur den"tambah pak ujang lagi


"iya den tapi beliau juga mintak bantuan sama ustad hakim soalnya mereka itu satu perguruan den"jelas pak ujang


"kemaren pas saya hubungi beliau,saya menceritakan semuanya ke beliau den dan beliua langsung mau datang ke sini karena apa yang terjadi sama keluara aden dan non via itu ada batas waktunya"tambah pak ujang lagi


aku masih diam dan setia mendengarkan penjelasan pak ujang


"kata saudara bapak itu apa yang mereka kirimkan itu akan berkerja selama 90 hari den dan jika batas waktunya sudah sampai maka akan ada dari keluarga kalian berdua yang akan meninggal den"jelas pak ujang lagi


"90 hari pak"kata ku yang kaget mendengarkan penjelasan pak ujang dan beliau pun langsung menganggukkan kepalanya


"kalau saya hitung-hitung pak hal-hal aneh yang terjadi sama saya dan via udah hampir 30 hari pak,dan setiap harinya teror itu makin nggak masuk akal manusia pak"jawabku


"ya benar den"kata pak ujang langsung menghentikan mobilnya


"iya pak emang kenapa pak"tanya ku yang juga ikut kaget


"berarti kita cuma punya waktu 60 hari lagi den"jawab pak ujang


kami berdua sama terdiam dengan pemikiran kami berdua tiba-tiba ponsel ku berdering dan itu panggilan masuk dari orang tua via aku segera mengangkatnya


"hallo assalamualaikum tante"kataku


"walaikumsalam bayu, kamu di mana yu,via tiba-tiba teriak nggak jelas yu dan siap itu dia pingsan yu,dan sekarang dia malah kesurupan"jelas bundanya via


"aku lagi jalan ke terminal tante, ada urusan mendadak soalnya, oh iya tante papa aku kemaren masuk rumah sakit dan dalam tubuh papa banyak paku dan jarum tante"kataku sambil memberitahukan kondisi papa secara orang tua via adalah rekan bisnis papa ku


"astaga yu,kok bisa kayak gitu"terdengar teriakan bunda via dari seberang sana


"aku juga nggak tau tan"jawabku


setelah itu aku mendengar suara wanita tapi itu bukan suara via atau pun bundanya


"hihihihihihihihihihi kalian akan mati"kata suara itu dan tiba-tiba sambungan telpon terputus


**jangan lupa like,rate,voted dan komen ya guys


karena setiap dukungan dari kalian semua sangat berarti buat author


dan terima kasih buat kalian semua yang udah like, rate, voted dan komen karya author


Karya ini hanya ada di noveltoon/mangatoon jika ada di tempat lagin itu hanya plagiat ya guys


jangan lupa follow juga ig auhtor ya guys@anisajulbaidah**