Teror 90 Hari

Teror 90 Hari
Bab 26


mendengar apa yang di katakan polisi itu kami semua pun langsung kaget dan diam


dalam diamnya kami lagi-lagi terdengar suara polisi itu


"mohon segera keluar pak ini sangat berbahaya"kata polisi itu


Dengan segera ustad hakim menyuruh kami semua keluar dari mobil


"kalian cepatlah turun dan hati-hati"kata ustad hakim bayu yang duduk di pintu sebelah kanan langsung membuka pintu mobil dengan perlahan kemudian dia turun dengan hati-hati langsung aku ikuti setelah kami berdua turun barulah bang Yogi dan ustad hakim menyusul


setelah kami semua turun polisi dan pengguna jalan lainnya memberikan kami air putih setelah itu baru di tanyakan beberapa pertanyaan


"bapak dari mana?dan ingin kemana?"tanya polisi itu kepada ustad hakim


"saya dari kota A pak kami semua ingin ke kota B"Jawab ustad hakim


"tapi kenapa mobil yang bapak bawah berada di pinggir jurang seperti ini apakah bapak mengemudi dalam keadaan mengantuk"tambah polisi itu lagi


"Alhamdulillah saya tidak mengantuk pak tadi kami hanya berputar di tempat yang sama eeee tau-taunya udah di pinggir jurang aja"jawab ustad hakim dengan santainya


polisi itu pun heran dengan jawaban yang di berikan oleh ustad hakim


"Di daerah sini emang banyak kejadian yang kayak itu pak kadang-kadang ada pengguna mobil yang di bawah ke dalam hutan belantara setelah di buat putar-putar kayak gitu"celetuk seorang tukang ojek


aku dan yang lain yang sudah paham dengan apa yang kami alami hanya diam tambah di antara orang-orang yang menolong kami ada juga mereka yang tak kasat mata


"ya udah pak sebaiknya bapak putar balik aja"saran dari polisi itu


"tidak pak kami akan tetap melanjutkan perjalanan"celetuk bang Yogi


"ya udah kalau bapak mau melanjutkan perjalanan sebaiknya bapak istirahat dulu sebentar''saran dari tukang ojek seakan dia paham apa yang sedang kami alami


kami semua setuju dengan apa yang di katakan tukang ojek tersebut


setelah itu keadaan jalan kembali normal dan mobil kami pun sudah tidak berada di bibir jurang lagi


tukang ojek itu membawah kami ke rumah makan yang tak jauh dari lokasi kejadian tadi


"makasih ya kang"ucap ku spontan


"sama neng,enak nggak di kerjain sama mereka neng"tanya beliau dengan senyuman tulusnya


aku,bang Yogi,dan Bayu saling tatap-tatapan seakan yang ada di pikiran kami bertiga adalah hal yang sama


"kalia nggak usah khawatir bapak itu juga sama kayak kalian bisa melihat mereka yang tak kasat mata"jelas ustad hakim


dan kini giliran bapak ojek itu yang heran menatap ustad hakim


"Lo kok bapak bisa tau"tanya heran bapak itu


"saya melihat bapak memilki khodam penjaga dan juga tadi bapak menyusu mereka yang menggangu kami pergi"jelas ustad hakim dengan santainya


bapak ojek itu hanya senyum melihat kami


"oh iya sampai lupa kenalan"


"perkenalkan nama saya hakim,ini Bayu,via dan yogi"kata ustad hakim


setelah berkenalan kami semua asik bercerita tak terasa sudah lebih dari satu jam kami berada di rumah makan itu


dan kami pun akhirnya berpamitan kepada pak Tio karena bagaimanapun perjalanan kami harus tetap di lanjutkan


"saya dan yang lain pamit untuk melanjutkan perjalanan dulu ya pak Tio makasih udah di temani di sini'kata ustad hakim


"sama-sama pak hati-hati di jalan pak dan semoga masalahnya cepat selesai"kata pak Tio tulus


kami pun bergegas untuk melanjutkan perjalanan karena hari sudah semakin sore sementara waktu yang kami miliki semakin sedikit


setelah satu jam berkendara akhirnya kami keluar dari tempat laknat itu namun sosok hitam besar itu masih saja setia mengikuti kami


"dasar makhluk laknat masih aja ngikutin"gumam ku karena kesal melihat makhluk itu terus


"udah via nggak usah di pikirin ntar juga lelah sendiri dianya"kata bang Yogi


"ya via kesal aja bang dari berangkat sampai sekarang wajah dia muluh yang via lihat"jawab ku


"namanya juga mereka suruhan via ntar kalau di suruh pulang sama tuannya bakal ilang tu"sambung Bayu


tak lama terdengar suara cewek tertawa di telinga ku


"apaan lagi ini"kata ku dalam hati


makin lama suara tawa itu makin keras


"yu kamu dengar cewek nangis nggak"tanya ku pada Bayu sambil berbisik


"nggak via"jawab Bayu sambil heran melihat kearah ku


"via telinga kamu berdarah"teriak bang Yogi


saat itu juga aku merasakan sakit yang luar biasa di kedua telinga ku


ustad hakim langsung memberhentikan mobil dan langsung melihat ke arah ku


"baca istighfar via dan jangan lupa baca doa"kata ustad hakim


namun semakin aku beristighfar dan semakin aku berdoa sakit di telinga ku makin kencang dan darah yang keluar makin banyak tak lama keluar paku dari telinga kiri ku sontak aku langsung lemas karena tidak kuat menahan sakit


mohon maaf keterlambatan up nya guys


kerena kemaren author banyak kerjaan dan sakit juga


mulai hari ini bakal author usahain up ya guys


like,rate,voted dan komen karya author ya guys


jangan lupa follow Ig author


@anisajulbaidah