Teror 90 Hari

Teror 90 Hari
Bab 3


lima hari setelah kejadian itu aku terus saja di ganggu oleh sosok wanita itu dengan berbagai cara mulai dari tangisan tawa yang membuatku merinding sampai suara lirih mintak tolong


Bahkan yang datang kepada bukan wanita berwajah pucat itu saja melainkan ada anak kecil sampai bayangan hitam tinggi besar


Jujur aku sangat terganggu dengan semua ini enta apa yang mereka mau dari ku


hari ini aku berangkat sekolah seperti biasanya


Sesampainya di sekolah aku melihat penjaga sekolah melirikku dengan tatapan aneh namun aku tidak terlalu mempedulikannya


aku langsung menuju kelas dan bertemu dengan sindi yang sudah ada di sana


"pagi sin, kok kamu tumben pagi-pagi udah dateng sih"kataku sambil heran


namun orang yang ku tanya hanya diam dengan tatapan kosong aku juga kenapa sindi kayak gini


"di tanya kok malah diam si sin jawab kek ntar yang lain lagi yang negur kamu"kataku sambil bercanda


"kamu ngomong sama siapa via"tanya bayu yang baru di kelas


"aku bicara sama sindi yu ee anaknya malah diam"kataku


"ha sindi,tu anak nggak masuk sin di keluar kota sama ibunya jangan angaco kamu via"kata bayu dengan ekspresi kagatnya


"kamu becanda nggak lucu yu toh sindi udah ada di sini kok,liat tu"kataku sambil menoleh ke arah sindi duduk dan bertapa kagetnya aku teenyata tempat duduk sindi kosong nggak ada orangnya


"trus tadi aky ngomong ama siapa"gumamku sambil terus melirik ke arah tempat duduk sindi tak lama setelah itu terdengar tawa wanita kecik-kikikan olehku


aku menatap bayu sambil bertanya


"kamu dengar yu"tanyaku dengan wajah yang sudah pucat


"i-iya via,gue dengar"jawab bayu dengar gugup


Seketika suasana tiba-tiba hening tidak ada suara berisik anak lain bahkan angin pun tidak ada aku dan bayu diam berkutat dengan pikiran kami masing-masing


"yu kok tiba-tiba hening ya"tanya ku padanya


lagi-lagi kami terdiam saat mendengar langkah kaki yang di seret menuju ke kelas kami sontak aku langsung menarik tangan bayu dan bersembunyi di bawah meja


tak lama kami melihat sosok tinggi besar berbulu mata merah dan air liur menetes masuk ke dalam kelas kami sambil mengendus-endus


pada saat itu tubuhku terasa sangat panas seperti terbakar dan aku mendengar bisik-bisikan aneh di telinga ku semakin lama bisikkan semakin keras dan seketika aku pingsan dengan keadaan keluar darah dari telingaku


Pov Bayu


di saat kami sedang bersembunyi di bawah meja aku melihat via sudah terbaring dengan keadaan telinganya mengeluarkan darah segar


aku berdoa supaya makhluk sial itu cepat pergi dan aku bisa membawah via keluar dari kelas ini


sekitar 10 menit lamanya aku terus berdoa akhirnya makhluk itu pergi juga dan suasana kembali seperti biasanya aku langsung membawah via keluar dari kelas dan segera membawanya ke uks


sesampainya di luar guru dan seluruh murid sekeloh itu terkejut melihat kami berdua di tambah lagi dengan kondisi via saat ini


"kalian dari mana saja"tanya wali kelasku dengan wajah khawatir


"panjang ceritanya buk sekarang tolong via dulu telinganya mengeluarkan darah"kataku sambil meletakkan via di tempat tidur uks


setelah itu aku keluar dari ruangan itu


aku melihat ada banyak polisi di sekolah dan anehnya tidak ada satu pun murid di sekolah pada saat itu perasaan tadi pagi ramai


"buk kok ada polisi dan kemana semua murid kok nggak ada"tanyaku pada wali kelasku


"sekarang hari minggu yu, ya jelas nggak murid yang sekolah, polisi itu sudah disini dari kemaren buat cari kamu sama via,kata teman sekelas kamu mereka menemukan tas kamu sama via tapi orangnya nggak ada dan kemaren orang tua kamu sama orang tua via mencari kalian katanya kalian nggak pulang sejak jumat"jelas wali kelasku


apa sebenarnya yang terjadi??


mohon maaf jika ada salah dalam penulisan maklum author baru dalam proses belajar


jangan lupa like dan voted novel author ya guys


jangan lupa follow ig author@anisajulbaidah