Si Culun Mendadak Jadi Istri Presdir

Si Culun Mendadak Jadi Istri Presdir
Diam-Diam Suamiku Ceo


“Pergilah ke alamat ini! Ungkap semua rahasia tentang jati dirimu. Dia pasti tidak akan menolak untuk membantumu!”


Kilas ucapan menggema di atas kepala.


Seorang perempuan cantik berdiri di depan gerbang sebuah rumah mewah dengan secarik kertas bertuliskan alamat.


“Jika aku mengungkap siapa diriku yang sebenarnya. Apa benar dia akan membantu menyelesaikan masalahku!” gumamnya ragu. Netranya meneliti situasi di area sekitar rumah.


“Aku harus mencobanya. Ini jalan terakhirku,” ucapnya yakin.


Setelah tarikan napas panjang perempuan itu kemudian mulai mencoba untuk masuk.


Melalui beberapa rangkaian kini perempuan itu telah berada di dalam rumah mewah. Seorang lelaki paruh bayah duduk di kursi seolah telah menunggu kedatangannya.


Perempuan cantik bernama Adira Kirani ini telah berdiri di depan lelaki yang akan ia temui. Tangan Adira saling bertaut erat. Dia sungguh gugup berhadapan dengan lelaki yang bernama Wisnu. Namun dia tidak punya pilihan lain selain bicara.


“Tuan saya Adira,” ucapnya memperkenalkan diri.


Wisnu hanya diam, tak membalas ucapan Adira. Netranya menatap Adira dengan tatapan sulit terbaca.


“Sa ... saya anak yang berkaitan dengan kejadian 13 tahun yang lalu,” tambah Adira lagi sembari menundukkan kepala.


“Akhirnya setelah sekian lama, kau datang padaku!” Suara Wisnu menggema membuka kata.


Tangan Adira mengepal erat. Seketika kepingan-kepingan kenangan masa 13 tahun yang lalu terlintas di pikiran Adira. Ah, Sangat menyayat hati.


“Katakan, kau ingin aku melakukan apa untukmu!” ucap Wisnu seakan telah tahu tujuan perempuan bernama Adira ini menemuinya.


Kepala Adira terangkat, cukup terkejut. Padahal Adira belum bicara apa tujuannya. Lelaki itu malah telah menawarkan.


Dengan ragu Adira mulai menjelaskan. Perihal masalah besar yang ia hadapi. Adira tidak punya banyak waktu untuk berbasa-basi.


“Aku memiliki dua adik lelaki yang kini sedang terlibat masalah besar. Dua adikku di tahan di kepolisian karena berkelahi dengan beberapa teman kampusnya yang salah satunya adalah anak seorang pejabat tinggi,” beber Adira.


“Kenakalan remaja. Ini mengingatkanku padanya ... ” wajah Wisnu berubah sendu. Ada kesedihan yang coba ia tahan.


Tak lama mencoba mengikis perasaan itu.


“Kau ingin aku membebaskan adikmu!” terang Wisnu menangkap masalah yang di ungkapkan Adira.


Adira mengangguk ragu. Ternyata Wisnu tahu apa yang ia inginkan.


“Baiklah aku akan membantumu!” putus Wisnu.


Adira tercengang. Semudah itu dia mengiyakan.


"Anda bisa membebaskan adikku. Anda bisa membatalkan laporan pejabat tinggi itu!” cecar Adira sangsi.


Ya. Biasanya jika sudah menyangkut dengan kasus dengan pejabat tinggi. Tidak akan mudah di selesaikan mereka punya kuasa.


“Tentu itu muda bagiku. Aku bisa melakukannya hanya dengan satu sambungan telepon!” papar Wisnu santai.


Senyum penuh kelegaan menghiasi wajah Adira. Harapan besar adiknya bisa di bebaskan. Lelaki itu benar hebat bisa membatalkan kasus dengan petinggi.


“Tapi aku punya satu syarat!” sambung Wisnu.


Senyum Adira surut, keningnya mengerut. Bantuan ini tidak Cuma-Cuma.


Syarat. Ada syarat? Apa dia harus membayar? Tanya Adira dalam hati.


“Apa tuan ingin saya membayar?” tanya Adira.


“Aku tidak meminta bayaran. Tapi ....” Wisnu terhenti sejenak.


“Menikahlah dengan putraku. Sebagai timbal balik aku akan membantu,” ucap Wisnu.


Adira membeku, aliran darahnya seakan terhenti. Bagaimana-bagaimana tadi? Adira seakan tak percaya.


“Me ... menikah,” ulang Adira tergagap.


“Ia menikah dengan putraku. Maka aku akan membantumu,” balas Wisnu.


“Jika kau menikah dengan putraku maka semua masalahmu akan selesai, kau akan hidup dengan tenang,” papar Wisnu.


“Tapi tuan ....”


“Adik-adikmu tidak akan bisa sepenuhnya bebas dari masalah ini. Kelak mereka akan kembali mengusik adik-adikmu mencari masalah baru. Jika kau menikah dengan putraku. Maka masalah seperti ini bisa di atasi, namaku akan melindungimu dan adik-adikmu,” jelas Wisnu.


Adira mematung bergulat dengan pikiran. Ahh, kenapa juga Adiknya berurusan dengan orang yang memiliki kuasa. Dia menjadi tak bisa berbuat apa-apa. Dan benar ucapan lelaki paruh bayah itu. Anak pejabat tinggi itu akan terus mengusik adik-adiknya.


Adira mengepalkan tangannya. Sungguh dia tidak berdaya. Mengapa harus seperti ini. Tiga belas tahun yang lalu juga dia tidak berdaya melawan pemilik kuasa. Dan sekarang terjadi lagi. Haruskah dia menikah demi kebebasan dua adik lelaki kesayangannya.


“Adikmu akan mendekam lama, dia berseteru dengan anak pejabat,” tekan Wisnu mengingatkan.


Wajah Adira menjadi memucat, adiknya akan mendekam lama. Bagaimana nanti dengan masa depan dua adik lelakinya. Hidupnya akan sulit.


Ahh. Adira tidak ingin itu terjadi. Ia ingin adiknya hidup dengan baik dan meraih kesuksesan. Cukup dia yang hidup memikul beban.


“Maafkan aku ibu. Aku tidak bisa bertahan,” batin Adira dengan jutaan rasa bersalah menaungi hatinya.


Adira menarik napas berat, mencoba mengambil keputusan.


“Baiklah tuan saya bersedia, saya akan menikah dengan putra tuan,” ucap Adira meyakinkan.


“Bagus. Aku akan mengurus kebebasan adikmu. Secepatnya!”


Adira hanya terdiam lemah, bergulat dengan pikirannya.


“Kembalilah kemari tiga hari lagi. Aku akan menikahkan kalian!”


Deg ....


Jantung Adira seakan terjun bebas. Ini gila menikah dalam tiga hari lagi.


“Tiga hari!” sentak Adira tak percaya secepat ini.


“Ya. Semakin cepat. Semakin baik."


Suasana seketika hening tak ada kata dari Adira.


“Aku tahu ini tidak adil untukmu. Tapi ini akan menebus kejadian tiga belas tahun lalu,” batin Wisnu menatap Adira yang mematung.


Sedangkan Adira gelombang risau menaungi perasaannya. Dia akan menjalani pernikahan terpaksa? Bagaimana dengan hidupnya nanti. Ya ampun pernikahan ini tinggal tiga hari lagi.


****


Hai warga ...


Masih ada ngak nih ya pembaca ... udah di tinggal 2 tahun...


Kangen banget😘😘


Itu tadi cerita baru Sya ya. Judulnya ...


DIAM-DIAM SUAMIKU CEO


Note : Untuk Gisel, maaf setelah Nt mengganti judul Alana yang tidak sesuai cerita itu. Sya jadi sangsi bikin cerita season2 ntar ngak boleh lagi. Jadi maaf banget ... lagian udah pada lupa juga kali ceritanya.


Sya hadir dengan cerita baru. Yang kangen baca karya Sya. Ikuti cerita Sya. Judulnya. Diam-Diam Suamiku Ceo. Ikuti yah ngak kalah serunya kok.


Tuh nama pemerannya ceweknya aja udah bikin deg-degkan. Ngingetin tentang motor mau di tarik leasing.


Untuk dua cerita Nara dan Milan, Alana dan Zyan terus di simpan di rak ya. Siapa tahu ada extra part dan untuk bertukar info.


Jangan lupa mampir ya! Sya tunggu review kalian


Like


Coment