Senandung Cinta Untuk Anaya

Senandung Cinta Untuk Anaya
SCUA-Bab 45


Anaya menarik tangan pria tersebut, menghindar dari kejaran para fans-nya. Kedua orang tersebut lari terbirit-birit hingga menjauh dari area pantai dan memasuki area pasar tradisional yang menjual pernak-pernik khas Bali.


"Huh ... Huh ..." Anaya mengatur nafasnya yang kembang kempis sambil mengipasi wajahnya dengan kedua telapak tangannya. "Maaf, karena telah menyusahkanmu," ucap Anaya tanpa menatap pria tersebut. Anaya yang merasa gerah pun akhirnya melepaskan topinya lalu mencepol rambutnya yang tergerai itu.


Pria tersebut menatap Anaya tidak berkedip, betapa cantiknya gadis yang ada di hadapannya ini. Wajahnya yang tadi terlihat datar dan kesal pun kini berubah menjadi berbinar.


"Ada apa?" tanya Anaya menoleh ke arah pria tersebut saat dirinya merasa di perhatikan.


"Anaya," ucap Pria tersebut.


Anaya menaikkan salah satu alisnya, ia menatap heran lalu tersenyum tipis. "Ya," jawab Anaya lalu beranjak pergi dari sana, membuat pria tersebut heran.


"Tunggu dulu!" Pria tersebut menahan tangan Anaya yang hendak pergi meninggalkannya.


"Ya, ada apa? Apakah kamu ingin meminta tanda tanganku? Atau berfoto denganku? Aku izinkan, anggap saja ini sebagai ungkapan rasa terima kasihku karena kamu sudah menyelamatkan aku dari kejaran para fans-ku," jawab Anaya sambil tersenyum tipis.


Pria tersebut mengeluarkan ponselnya kemudian menyalakan kameranya, dan berfoto dengan Anaya.


Cekrek


Cekrek


"Sudah, sekali lagi terima kasih telah membantuku," ucap Anaya, kemudian ingin beranjak dari sana namun lagi-lagi tangannya di cekal oleh tersebut.


"Ada apa lagi?!" tanya Anaya dengan nada kesal, sembari menatap pergelangan tangannya yang di pegang oleh pria tersebut.


"Kita belum berkenalan," ucapnya menatap Anaya dengan dalam.


"Karena kamu tidak ingin mengenalku, maka aku sendiri yang akan memperkenalkan diriku! Aku Gerald," ucap Pria tersebut dengan nada pelan.


Anaya terdiam sesaat ketika mendengar nama pria tersebut. "Siapa?" tanya Anaya sekali lagi untuk memastikan, sembari menelisik penampilan pria yang ada di hadapannya ini dari atas sampai bawah, lalu kembali ke atas lagi dan berhenti tepat wajah tampan pria itu.


"Gerald," jawab pria tersebut dengan mantap dan tegas.


Anaya membulatkan mulutnya lantaran terkejut, kemudian ia menatap wajah Gerald dari dekat untuk memastikan jika pria yang ada di hadapannya ini adalah Gerald teman SMA-nya dulu.


"Apakah ini kamu Gerald teman SMA-ku?" tanya Anaya sambil menoel-noel wajah Gerald.


"Iya, ini aku," jawab Gerald sambil mengangguk pelan.


"Woah! Kenapa wajahmu sangat tampan? Aku bahkan hampir tidak mengenalimu!" Anaya memekik lalu memeluk Gerald sesaat.


Gerald tersenyum lalu memeluk gadis tersebut dengan sangat erat, ketika Anaya ingin melepaskan pelukannya, ia segera menahannya. "Biarkan seperti ini dulu, aku sangat merindukanmu," ucap Gerald, semakin mengeratkan pelukannya.


Anaya mengangguk sambil tersenyum di sela pelukan itu, setelah merasa cukup Gerald melepaskan pelukan tersebut lalu menangkup kedua sisi wajah Anaya.


"Hei, jangan menatapku seperti itu," ucap Anaya seraya mengalihkan pandangannya saat Gerald menatapnya begitu dalam.


"Aku pikir tidak akan bertemu denganmu lagi. Kami semua mencemaskanmu, Nay," ucap Gerald, kedua matanya kini berkaca-kaca, merasa sangat bahagia karena bisa bertemu dengan Anaya kembali.


"Maafkan aku, Rald, bukan maksudku untuk—"


"Sttt, aku paham, Nay," jawab Gerald menempelkan jari telunjuknya di bibir ranum Anaya.