Senandung Cinta Untuk Anaya

Senandung Cinta Untuk Anaya
SCUA-Bab 29


Aiden yang sedang memimpin rapat melirik tajam asistennya karena mendengar ponsel sang asisten sejak tadi berdering terus, mengganggu konsentrasinya.


“Apakah kamu tidak bisa mematikan ponselmu di saat rapat seperti ini?!” suara Aiden seperti petir menggelegar membuat semua orang yang ada di dalam ruang rapat tersebut menundukkan kepala dan takut.


“Maaf, Tuan. Ini Nyonya Gwen yang menelepon,” jawab sang asisten seraya menyerahkan ponselnya kepada Aiden.


“Gwen? Tidak biasanya menelepon,” gumam Aiden dengan kedua alis yang menyatu, ia menerima ponsel tersebut lalu keluar dari ruang rapat untuk mengangkat panggilan dari istrinya.


“Halo ...”


“Daddy cepat ke rumah sakit!” ucap Gwen yang ada di ujung sana sambil menangis sesegukan.


Kedua mata Aiden menajam dan mengeraskan rahangnya, ia langsung berlari begitu saja tanpa kembali ke ruang rapat.


*


*


“Maafkan Ica karena tidak bisa jaga Anaya, Tante,” ucap Ica sambil berlutut di depan Gwen yang terduduk lemas di kursi, tepatnya di ruang operasi.


Gwen diam membisu namun kedua matanya menatap kosong ke depan dan terus mengeluarkan air mata. Pikirannya tertuju kepada putrinya.


Gerald berdiri sembari menyandarkan punggungnya di dinding yang putih nan dingin, pikirannya tertuju kepada Anaya seorang.


“Kamu pulang, Ca. Bajumu ...” Gwen menatap seragam sekolah Ica, terdapat noda darah yang begitu banyak di sana, bau anyir pun tercium tajam.


Gwen kembali larut dalam kesedihannya, putrinya begitu banyak mengeluarkan darah.


“Saya akan menyerahkan diri saya ke polisi, Nyonya, tapi izinkan saya tetap berada di sini untuk sementara waktu, memastikan kondisi putri Anda setelah operasi,” ucap Pria yang menabrak Anaya.


“Tante, sebenarnya ...” Ica menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada Gwen. Karena sudah sepatutnya Kedua orang tua Anaya mengetahui apa yang di alami putrinya sebelum kejadian naas itu.


Tanpa mereka sadari Aiden sudah mendengar semua yang di ceritakan oleh Ica.


“Jadi murid itu lagi yang membuat ulah dengan putriku?!” desis Aiden dengan kedua mata yang memerah dan aura kegelapan mulai menyelimuti tubuhnya. Ia terlihat sangat mengerikan dan sangat menakutkan.


“Dad ...” Gwen menatap suaminya dengan penuh kesedihan. Aiden menghembuskan nafas berat lalu mendekati istrinya dan memeluk istrinya dengan erat. Sebisa mungkin ia harus tetap tegar, ada istri da anaknya yang membutuhkan kekuatan darinya.


Ica langsung beranjak dari hadapan Gwen, ia mendekati Gerald dan berdiri di dekat temannya itu.


“Aku akan memberikan anak itu pelajaran!” Aiden sudah bertekat tidak akan mengampuni siapa pun yang sudah menyakiti putrinya.


Gwen mengangguk di pelukan suaminya. “Aku sudah memberikan kabar kepada keluarga kita,” ucap Gwen.


Ica dan Gerald saling pandang, wajah keduanya tampak cemas karena memikirkan Anaya yang sedang berjuang di ruang operasi sana.


“Aku rasa kali ini Angel tidak akan selamat,” ucap Ica, ia geram dengan gadis jelmaan iblis itu.


“Aku sudah menyuruh Lucky untuk mengamankannya. Dan sedang menuju kemari bersama pihak sekolah,” ucap Gerald.


“Syukurlah. Semoga Anaya bisa melewati masa kritisnya, amin.” Doa Ica sembari menyatukan kedua tangannya di depan dada.


“Amin,” sahut Gerald.


Tidak berselang lama ada seorang pria yang wajahnya begitu mirip dengan Aiden berjalan tergesa menghampiri Gwen dan Aiden yang sedang berpelukan.


“Bagaimana bisa ini terjadi kepada Putri Kesayangan kami?! HAH?” bentak Nathan dengan kuat. “Aku akan menghabisi orang yang sudah berani menabrak Anaya!”