
Terdengar tangisan bayi nyaring dari ruang bersalin membuat jantung Arkan berdegup kencang.
"Itu suara anakku, Pa!" Seru Arkan.
Galang yang mendampinginya ikut tersenyum bahagia.
"Akhirnya Papa punya cucu."
Semenjak kejadian Ajeng ribut mengenai Riga, Galang jengah dan memilih kembali mengurus anak kandungnya.
Arkan berpelukan dengan Galang, penuh haru.
Pintu ruang bersalin terbuka, dokter keluar ruangan membuka masker.
Arkan langsung memburunya ditemani Galang.
"Bagaimana Dok?"
"Alhamdulillah bayinya sudah lahir Pak. Bayi perempuan. Sangat sehat, tangisannya nyaring sekali pertanda detak jantungnya sehat.
"Alhamdulillah!" Arkan dan Galang mengucap syukur bersama.
"Istri saya gimana, Dok?"
"Bu Alita sudah stabil dan akan dipindahkan ke kamar rawat."
Arkan tak sabar ingin melihat anaknya.
***
Senyum Alita merekah melihat bayi cantik dalam gendongan Arkan.
"Cantik banget, sayang."
"Cantik seperti kamu, sayang." Arkan mengecup kening Alita penuh sayang.
"Aku nggak nyangka aku sekarang udah jadi seorang ibu." Air mata Alita menetes lagi.
"Sayang, liat tu Mama sampe nangis begitu kamu keluar dari perut Mama," kata Arkan pada bayinya.
"Aku mau kasih nama bayi kita, Athena." Kata Alita membuat Arkan menoleh.
"Kamu yakin?"
Alita mengangguk. "Semalam aku mimpi didatangi Athena. Dia minta aku sampaikan ke kamu, untuk penuhi permintaan dia."
Arkan tersenyum kecil.
"Emang dia minta apa sama kamu?"
Arkan tidak menjawab dan tersenyum pada bayinya. "Tunggu kamu sehat ya. Nanti akan aku kasih tau."
"Iya sayang, aku pengen cepet pulang. Box baby Athena udah dipindah ke kamar kita kan? Biar aku nggak bolak-balik ke kamarnya untuk nyusuin dia."
"Aku masih kebagian nggak?" Tanya Arkan usil membuat Alita melotot.
"Papa nakal nih."
Arkan tertawa hangat dan mengecup kening lalu bibir Alita yang pucat.
"Terima kasih ya sayang, atas perjuangan kamu. Aku janji akan jaga kalian berdua sekuat tenaga. Nggak akan aku biarin kalian menderita."
Alita balas tersenyum. "Iya aku percaya sama suamiku. Saranghae.."
"Saranghae suamiku.. aku cinta kamu. Itu artinya dalam bahasa Korea."
Arkan tertawa geli, akibat selama hamil istrinya hobi banget nonton drama Korea.
"Saranghae juga istriku.. I love you, pokoknya bidadariku, jangan pernah ada rahasia lagi."
"Iya sayang."
Athena menangis, membuat Alita dan Arkan berbarengan melihat putrinya.
"Iya Papa juga saranghae sama putri Papa."
Mereka tertawa bahagia menikmati kehadiran buah hati mereka.
***
Di sebuah tanah kosong di belakang bangunan yang sudah tidak terpakai.
Rerumputan menutupi tanah.
Di sana Alita menangis menatap nisan dari kayu berukir nama Athena, saudara kembar siam nya.
"Athena, aku bener-bener nggak nyangka yang terjadi dalam hidupku. Ternyata ada campur tangan sebagian dari diriku. Terima kasih udah jaga aku selama ini. Dan itu,.." Alita memandang Arkan yang sedang menggendong baby Athena yang sudah berumur dua bulan. "Nama bayiku dan Arkan adalah Athena. Kamu akan selalu ada di hati kami."
Arkan berjongkok dan mengusap kayu nisan itu. "Kamu sekarang tenang di Sana ya. Aku akan jaga mereka sampai akhir hayatku. Waktu kamu menjaga mereka sudah habis. Dan aku penuhi permintaan kamu untuk membawa Alita dan putri kami ke makam kamu."
Cukup lama Arkan mencari dimana Athena dimakamkan. Karena panti asuhan tempat Alita dan Athena tinggal sudah lama ditutup.
Setelah bersusah payah demi memenuhi permintaan Athena, tepat ketika baby Athena berusia dua bulan, mereka dapat kabar kalau makam Athena ada di tanah belakang bekas sekolahan. Pemakaman yang sudah tidak terurus.
"Sayang, udah lega kan sekarang? Kamu bisa lihat makam Athena." Arkan menuntun istrinya berdiri.
Alita mengangguk dan menghapus sisa air matanya. "Tenang aja Athena, aku nggak akan nangis lagi. Aku akan lebih kuat. Karena kamu hadir dalam diri putriku. Dia sumber kekuatanku. Aku akan jaga dan rawat dia penuh kasih sayang. Kamu jangan cemas lagi sama aku."
"Sayang, kita pulang yuk. Udah sore anginnya juga kenceng. Nggak baik buat baby Athena." Kata Arkan merapatkan selimut bayinya.
"Athena, kami pamit dulu. Aku sayang kamu, saudaraku.."
Berdampingan mereka meninggalkan tanah pemakaman yang penuh rumput.
Tiba-tiba mata Arkan menangkap bayangan dari kejauhan. Ia mengerjap tidak percaya, melihat bayangan Athena memakai baju putih dan memakai lipstik merah.
Athena tersenyum melihat baby Athena tertidur dalam gendongan Alita dan masuk mobil.
Arkan balas tersenyum. Selamat tinggal Athena, aku nggak akan lupain kamu. Terima kasih sudah hadir di hidupku membawa perasaanku pada Alita, katanya dalam hati.
Athena mengangguk dan berbalik pergi, perlahan menghilang seperti kabut.
"Sayang, ayo pergi. Baby Athena udah rewel." Seru Alita.
"Iya sayang.."
Mereka pergi dengan perasaan lega dan bahagia.
Rahasia yang selama ini menghantui Alita terungkap sampai ke akarnya.
Selamanya Alita dan Arkan selalu bersama baby Athena.
*Tamat*