
Surya Geni memberikan sebuah ide yaitu untuk segera mengambil suling dari gadis dingin itu tetapi sepertinya akan sedikit sulit.
"Kakak biarkan aku mencobanya untuk mengambil suling itu kalau terjadi sesuatu kakak mungkin sedikit akan kerepotan menghadapi pasukan yang di miliki olehnya" ucap Zhang Wei memprediksi apa yang akan terjadi nanti.
"Baiklah sebaiknya kau berhati-hati adik kecil" ucap Surya Geni.
Entah kenapa Zhang Wei merasa kalau tugas ini terlihat mudah untuknya.
Mungkin karena instingnya yang kuat memudahkan dia mampu melakukan hal yang terlihat tidak biasa yang walaupun dia kehilangan ingatan dan merasa sedikit aneh dan terkejut dengan kemampuannya.
Zhang Wei duduk di tempat yang agak terpisah jauh dari kerumunan orang-orang yang sedang berteriak itu.
Surya Geni sendiri juga menantikan apa yang akan di lakukan oleh adik kecil itu.
Zhang Wei duduk dalam posisi lotus dan menutup matanya sejenak mengikuti instruksi dari suara yang terdengar misterius baginya.
Suara ini sebenarnya adalah suara dari Fei yang akan membantu dia untuk mengembalikan ingatan Zhang Wei.
Akan tetapi Fei tidak akan menampilkan diri berinteraksi dengan Zhang Wei hanya melalui kontak batin.
Zhang Wei menutup matanya perlahan dan sebuah cahaya muncul di tangan kanannya dan perlahan sebuah benda melayang di hadapannya.
Mengikuti suara yang tertangkap dari kedua telinga Zhang Wei mengarahkan tangannya ke arah depan dan menangkap benda yang ternyata itu adalah sebuah suling.
Zhang Wei mulai meniup suling itu mengimbangi suara suling dari nona kedua itu.
Dan aura hitam yang menyelimuti seluruh arena itu perlahan mulai terusik dengan suara suling dari Zhang Wei.
Keriuhan semakin menjadi sebuah cahaya keagungan mulai terpancar dari suling yang dimainkan oleh Zhang Wei dan melayang perlahan ke arah kerumunan yang lagi berteriak histeris.
Cahaya kegelapan yang di hasilkan dari suling nona kedua tentu sedikit terkejut dengan kehadiran sebuah cahaya agung.
Kedua cahaya ini beradu tidak ada yang mau di taklukan.
Cahaya yang berasal dari suling nona kedua terus memberontak tidak mau takluk dengan cahaya yang berasal dari suling Zhang Wei.
Cahaya yang berasal dari suling Zhang Wei mengeluarkan cahaya halus berkilauan orang yang dapat melihat cahaya ini akan menemukan kedamaian dan juga kekejaman.
Zhang Wei terus memainkan suling itu dengan sebuah perasaan penuh kasih.
Dan juga cahaya itu terus menarik cahaya kegelapan yang menyelimuti orang-orang yang sudah terkena serangan jiwa dari suling itu.
Karena suling Zhang Wei yang tidak lain adalah suling Dewa kematian dengan tentu suling yang terbuat dari jiwa rendahan itu tidak akan mampu menyaingi keagungan dari suling Zhang Wei.
Semakin cahaya kegelapan itu memberontak semakin itu juga suling Zhang Wei menarik dan merantai cahaya itu.
Nona kedua yang memainkan suling itu matanya sudah berubah menjadi merah dan segera bangkit menuju ke arah Zhang Wei yang masih duduk.
"Kau menghancurkan rencana ku bocah sialan" ucap nona kedua mencoba menyerang Zhang Wei dan juga berusaha melawan suara suling yang terdengar sangat menyakitkan untuknya.
Surya Geni yang masih memperhatikan Zhang Wei tadi sedikit terkejut dengan kemunculan suling yang bisa mengimbangi suara suling yang di hasilkan oleh nona kedua.
Awalnya Surya Geni berpikir kalau Zhang Wei akan langsung maju untuk mengambil suling itu dan ini juga sebabnya dia mengijinkan Zhang Wei untuk berurusan dengan nona kedua untuk melihat kemampuan bertarung Zhang Wei.
Akan tetapi ini jauh dari pemikiran nya kalau Zhang Wei akan melawan langsung dengan suara suling.
Melihat sosok nona kedua mau mengerang Zhang Wei dia sedikit kuatir dan mau segera membantu.
Sebelum dia bergerak nona kedua sudah terbang kembali sebelum mendekat ke arah Zhang Wei. Melihat Zhang Wei masih menutup mata dan nona kedua terbang dengan sendirinya akhirnya Surya Geni mengurung kan niat.
Dia akan melihat bagaimana situasi nanti berlanjut tetapi dia tidak mengendurkan kewaspadaannya.
Sekarang dia memusatkan perhatiannya ke arah Zhang Wei untuk memastikan kalau adik kecil itu terlihat baik-baik saja.
Sedangkan sosok yang di serang tengah menikmati alunan suara suling itu tanpa menyadari kalau dia telah membuat keajaiban dan juga dia tidak mengetahui kalau dia sedang berusaha untuk di serang oleh sosok yang tengah dia tarik keluar itu.
Mendapati kalau dirinya tidak mendapatkan sosok kecil yang meniup suling itu membuat nona kedua meraung marah dan juga sosok nona kedua itu sudah berubah ke bentuk iblis.
"Aku akan menghancurkan mu bocah sialan. arghhhhhhhh" sebelum nona kedua itu menyelesaikan perkataannya tiba-tiba suara suling dari Zhang Wei bertambah menyakitkan untuknya.
Cahaya kebiruan tidak lama menyelimuti seluruh tubuh Zhang Wei dan juga sosok nona kedua itu dan menarik paksa sosok yang bersemayam di dalam tubuh nona kedua keluar.
Tidak lama kemudian cahaya kegelapan itu membentuk sebuah sosok yang sedikit menyeramkan.
"Arghhhhhhhh sia... siapa kau sebenarnya? ucap sosok itu dengan suara jeleknya.
Setelah tertarik keluar dan mendekat ke arah Zhang Wei yang masih menutup matanya menikmati alunan suara suling itu.
Terdengar sangat menyeramkan dan juga sosok nya yang tidak bisa di bilang baik-baik saja.
Orang orang yang terkena serangan jiwa tadi sudah jatuh pingsan begitu juga dengan nona kedua.
Dengan sigap Surya Geni yang tidak terpengaruh dengan kejadian tadi langsung menangkap tubuh nona kedua yang akan terjatuh.
Setelah berhasil menangkap tubuh itu Surya Geni membaringkan ke lantai yang rata begitu juga dengan warga yang sudah tidak sadarkan diri.
Dia mengatur posisi mereka masing-masing untuk memudahkan mereka mendapatkan oksigen.
Sebuah seluet yang tidak jelas terbentuk dari cahaya yang di hasilkan oleh Zhang Wei.
"Dasar makhluk rendahan kau tidak memiliki kriteria untuk bertanya" ucap suara yang terdengar sangat dingin dan juga memberikan ancaman bagi orang yang mendengarnya.
Sosok hitam yang mendengar suara ini gemetar ketakutan dan tidak berani mengangkat kepalanya.
Dia mengetahui siapa yang memiliki suara ini. Dia memiliki otoritas tertinggi di dalam kaumnya sedangkan dia hanya makhluk rendahan.
Dia hanya lah sosok kecil seperti seekor semut di hadapan suara ini.
"Ampun tuanku" ucap sosok itu bersujud memohon ampun.
"Kau telah membuat keonaran setelah mendapatkan ijin keluar yang kau ketahui sendiri apa akibatnya" ucap suara dingin itu.
Habis sudah.
Semua berakhir tidak ada ampunan.
Tidak ada pilihan selain menerima.
"Mohon ampun tuanku hamba siap menerima hukuman telah menyalahgunakan ijin dari tuanku" ucap sosok itu ketakutan tetapi masih dengan suara tegas.
Dia hanya makhluk rendahan bahkan dia tidak pernah bermimpi untuk bisa bertemu langsung dengan junjungannya. Dia hanya mendengar rumor dari orang-orang yang berada di sekitar dengan sosok tuannya yang terlihat misterius.
Sekarang dia bertemu langsung di akhir ajalnya dia tidak menyesal untuk menerima hukuman.
Cahaya itu mengencangkan rantai yang melilit tubuh sosok hitam itu hingga hancur menjadi debu.
Bersamaan dengan hancurnya tubuh iblis kecil itu Zhang Wei juga membuka matanya dan pemandangan yang menyambut dia adalah dengan banyaknya orang yang pingsan.
Hai hai hai sobat
Author come back nih ๐ฅฐ
Apa kabar kalian semua
Jangan lupa dukung kakak author ya