
Waktu istirahat yang di tentukan sudah cukup. Para calon murid sudah kembali berkumpul di tempat masing-masing sesuai dengan kelompoknya.
"Selamat datang kembali! Untuk tes kedua adalah mengetes bakat kalian yaitu tes bakat kultivasi" ucap pemimpin tes
"Di harapkan para calon murid untuk berdiri rapi sesuai kelompoknya." lanjut pemimpin itu lagi
Para calon murid segera melakukan apa yang di perintahkan sesuai dengan kelompok mereka.
Mereka di minta untuk maju ke depan di arah cermin batu kristal.
Batu kristal itu akan bercahaya dan menampilkan jenis kultivasi seseorang.
Batu ini adalah batu mulia. Yang konon katanya adalah batu cermin Dewi laut.
Biar bagaimanapun orang yang mengetes bakat kultivasi Nya di depan cermin menyembunyikan kultivasi dia yang sebenarnya tidak akan mampan oleh batu cermin itu.
Batu cermin itu tidak bisa di manipulasi oleh segala macam hal.
Dan orang yang mengetes bakat tidak bisa menyembunyikan kultivasi aslinya.
Setelah mendapatkan perintah baru untuk segera mengetes bakat di depan batu cermin itu. Para calon murid segera merapat.
Kali ini tes sedikit runyam karena banyak nya calon murid yang tes bakat dan juga mereka harus bergabung yang dua kelompok tadi menjadi satu karena batu cermin hanya ada satu.
Satu persatu banyak murid yang maju mengecek bakatnya tidak sedikit yang kecewa akan hasilnya tapi tidak sedikit juga yang bahagia mengetahui bakat kultivasi mereka.
Bahkan pada penatua merasa senang mendapatkan calon murid yang jenius karena di tes kali ini banyak murid jenius yang masih sangat muda tapi sudah berada di akhir Venus dan juga ada yang di awal bumi seperti Zhang Ziyi kakak Zhang Wei yang berada di tingkat Bumi.
Ketika Zhang Wei giliran untuk maju beberapa orang menatap dirinya aneh karena penampilannya yang berbeda jauh dari mereka.
Dia tidak memperhatikan pandangan bocah menurut dia.
Zhang Wei berdiri di depan cermin batu itu. Awalnya cermin batu itu belum memunculkan reaksi apapun.
Selang beberapa detik tiba-tiba sebuah cahaya yang sangat menyilaukan mengharuskan mereka menutup rapat agar tidak buta.
Berbeda dengan Zhang Wei yang memiliki reaksi berbeda dari mereka. Dia seolah tertarik ke sebuah dunia yang penuh dengan kemewahan dan ketenangan.
Zhang Wei dapat melihat sebuah bangunan megah berada di samping air terjun. Ketika Zhang Wei masih menatap takjub dengan alam baru yang dia temui tiba-tiba di kagetkan dengan kedatangan seorang wanita cantik.
Wanita dengan tanduk di atas kepalanya dengan hanfu berwarna putih dengan di lilit dengan warna hijau. Rambutnya yang berwarna putih sama persis seperti penampilan Zhang Wei.
Seperti ini gambar wanita itu
"Selamat datang Tuan! akhirnya saya dapat menemukan keberadaan Tuan" ucap wanita itu jelas sekali kalau dia sangat gembira.
"Kau menungguku? tanya Zhang Wei tidak mengerti maksud dari wanita di depannya.
"Yah sudah ribuan tahun saya menunggu kedatangan Tuan untuk berkunjung sampai saat ini" ucap wanita itu
"Kenapa bisa begitu? ucap Zhang Wei masih dalam mode loading.
"Tapi saya berada di mana? tanya Zhang Wei yang kurang mengerti dia berada di mana
"Tuan berada di dunia kristal" ucap wanita itu
"Tapi tadi saya ada tes bakat kenapa saya bisa berada di sini? bingung Zhang Wei dengan ke anehan ini
"Maafkan saya Tuan! Saya yang membawa Tuan ke sini sudah lama saya menunggu momen ini Tuan" ucap wanita itu masih dengan senyum manisnya.
"Apa hubungannya kau membawa ku kemari? tanya Zhang Wei tambah bingung
"Hanya untuk memperkenalkan dunia Tuan yang lain" ucap wanita itu lagi
Zhang Wei hanya diam mendengar wanita itu berbicara.
Orang orang masih menutup matanya rapat-rapat karena cahaya tadi.
Setelah Zhang Wei kembali ke dunia nyata semua cahaya itu menghilang meninggalkan cermin yang tidak menampilkan bayangan melainkan cermin yang sudah tertutup menjadi hitam tidak menampilkan apapun.
Membuat orang-orang tambah bingung dan heran begitu juga dengan Zhang Wei yang masih belum menyadari perubahan penampilannya.
Sekarang orang-orang tidak ada lagi yang berani menatap wajahnya bahkan mereka menundukkan kepala hormat kepada Zhang Wei seolah Zhang Wei adalah Dewi yang tersesat di dunia fana.
Zhang Wei bingung dengan orang-orang yang menunduk tidak berani menatap dirinya.
Semua ini terjadi pada seluruh orang yang berada di area lomba.
Karena bingung Zhang Wei segera meneliti pakaiannya dan penampilan nya ternyata dia bertransformasi ke penampil bak Dewa dan Dewi yaitu dengan rambut putih keperakan mengkilap mata biru laut kalau orang menatapnya seperti menatap jurang tak terbatas.
"Ckk penampilan ini lagi pantasan" gumam Zhang Wei merubah kembali penampilannya seperti semula dan juga orang-orang sudah seperti semula menatap ke arah batu seperti tidak terjadi apa-apa.
Mereka benar-benar tidak menyadari apa yang barusan terjadi mereka seperti berada di dunia dongeng dan menganggap yang terjadi tadi adalah mimpi.
Itu sedikit membuat Zhang Wei merasakan lega karena dia tidak akan canggung kalau berinteraksi dengan manusia normal lainnya.
Mereka melanjutkan tes itu seperti benar-benar tidak terjadi sesuatu apapun.
Acara tes bakat kultivasi itu terus berjalan tidak ada lagi kegiatan yang terjadi seperti kejadian ketika giliran Zhang Wei.
Tidak ada orang-orang yang berkomentar dengan cahaya yang sangat menyilaukan itu karena kejadian itu seperti tidak pernah terjadi membuat Zhang Wei sedikit lega orang-orang tidak mengingat nya.
Sampai sore tes itu berlanjut karena hanya satu batu cermin membuat mereka harus mengantri lama menunggu giliran.
Besok adalah hari terakhir dari tes masuk akademi ini mereka akan ada pertandingan adu fisik sesuai keahlian yang di minati.
Zhang Wei dan Zhang Ziyi tidak langsung kembali ke kediaman mereka.
Hari ini rencana mau keliling pasar malam ibukota kekaisaran Han.
Semua peserta sudah kembali ke penginapan tempat mereka masing-masing menginap kecuali orang yang berada rumahnya di ibukota yang bisa pulang ke kediamannya seperti Zhang Wei dan Zhang Ziyi.
Zhang Wei dan Zhang Ziyi berjalan berdampingan menjelajahi setiap stand makanan dan juga peralatan baik itu perhiasan dan sebagainya.
Zhang Wei yang sibuk dengan makanan dan Zhang Ziyi yang sibuk memilih perhiasan rambut yang dia temui.
Sungguh perbedaan jauh.
Zhang Ziyi yang sibuk memilih perhiasan rambut untuk dia berikan ke adiknya harus mendapatkan masalah karena kurang warasnya seorang nona muda yang dandanannya seperti badut menurut Zhang Wei.
"Heh ****** berikan itu kepadaku" ucap wanita itu dengan nada angkuhnya kepada Zhang Ziyi.
Zhang Ziyi yang mendengar bentakan dan juga kata yang sangat tidak dia sukai segera memandang kesal kepada perempuan itu.
"Siapa yang kau bilang ****** hah? tanya Zhang Ziyi terlihat jelas kalau dia marah.
"Kau siapa lagi? tantang perempuan itu balik
"Mulut mu itu sepertinya tidak pernah dapat hadiah ya? tanya Zhang Ziyi masih mengatur emosi agar tidak meledak.
Hai hai hai sobat π
Author baru Come back nih π
Apa kabar kalian?
Terimakasih untuk kalian yang sudah selalu mendukung Author dengan segala macam cara seperti Like, komentar, Vote, dan juga membaca.
Terimakasih
Jangan lupa untuk selalu dukung kakak Author ya