
Kedua remaja itu adalah Putri Xin yu adik dari Pangeran Xin Nian dan seorang remaja laki-laki yang di minta pertolongannya. Mereka sampai di tempat itu bertepatan dengan jatuh pingsannya Pangeran Xin Nian.
"Hoho mau membunuhku? ada bagusnya juga. Paman bagaimana kalau kita bermain petak umpet dari pada saling membunuh? membunuh itu dosa loh paman" ucap anak lelaki itu mencoba bernegosiasi
"Apa paman tahu sanksi dari berbuat dosa? ucap anak itu mencoba menggantung Kalimatnya. Para pembunuh itu menggelengkan kepalanya tanpa sadar
"Kalau paman mati nanti akan di sidang di pengadilan surgawi dan di jebloskan ke penjara api abadi yang tidak pernah padam. Apa paman-paman ini mau menjadi salah satu dari penghuni penjara itu? ucap anak itu berjalan semakin mendekat ke arah mereka.
Dengan sendirinya mereka menggelengkan kepalanya sekali lagi dan bergidik ngeri mencoba membayangkan tubuh mereka yang berada di dalam api abadi itu.
"Nah kalau paman tidak mau menjadi salah satu penghuni api abadi itu maka paman jangan membunuh." ucap anak itu lagi
"Omong kosong apa yang kau bicarakan" teriak pemimpin pembunuh itu setelah sadar dari kebodohannya.
"Eits jangan nge gas paman tolong di rem dulu. Saya belum selesai memberitahu paman apa itu api abadi. api abadi itu adalah__" ucapan anak itu terpotong di kala pemimpin pembunuh itu langsung menyerangnya.
Melihat pemimpin mereka menyerang anak laki laki itu dengan serentak mereka menyerang dengan sama-sama.
"Woi santai! kalian jangan main keroyokan"ucap anak itu sambil menghindari pedang yang mengarah ke arah titik vitalnya mereka menyerangnya dengan sangat rapi dan teliti mereka mengincar titik vitalnya.
"Woi lumayan juga ilmu pedang paman" ucap anak itu sambil bertepuk tangan seperti mendapatkan mainan baru membuat para pembunuh kesal.
"Berhenti mengoceh brengsek kecil. Kalau kau tidak hati-hati kau akan terluka" ucap para pembunuh itu tanpa sadar kalau mereka seperti melatih anak itu
"Terimakasih Paman sudah menghawatirkan ku" ucap anak itu masih terus menghindar.
Setengah jam berlalu mereka masih terus mengincar satu makhluk kecil yang sedari tadi terus menghindari pedang mereka dengan lihainya.
Para pembunuh itu terus mengayunkan pedang mereka ke arah anak itu. Mereka sudah hampir kehilangan tenaga tapi makhluk kecil itu masih saja terus menghindar tanpa ada tanda tanda kelelahan.
Bruk
Mereka dengan serentak duduk dengan keringat membasahi seluruh tubuh mereka di tanah tanpa mempedulikan makhluk kecil itu lagi.
"Aiya paman belum satu dupa berlalu paman sudah menyerah." ucap anak itu sambil berjalan mendekati mereka
"hah hah hah cu..hah kup sudah" ucap para pembunuh itu dengan nafas ngos-ngosan
"Karena paman sudah kelelahan saya permisi untuk mengobati Pangeran ini" ucap anak itu sambil membopong anak laki-laki yang tengah pingsan yang tidak lain adalah Pangeran Xin Nian.
Para pembunuh itu hanya mengangguk membiarkan anak itu membopong badan pangeran Xin Nian bahkan mereka memberi tahu letak rumah tabib yang berada di perbatasan hutan.
Aneh ya? masa pembunuh membiarkan mangsanya di ambil alih.
Se jam berlalu para pembunuh itu baru bisa menetralkan rasa lelahnya dan menyadari sesuatu telah hilang.
"Hah cepat kejar pangeran Xin Nian dan Putri Xin Yu! kita tidak boleh kehilangan jejak mereka" ucap ketua pembunuh itu setelah menyadari apa yang telah hilang.
Para pembunuh itu langsung tersebar mencari keberadaan tiga orang itu.
Di lain tempat dua orang remaja membopong seorang anak laki-laki yang tengah pingsan menuju ke arah goa yang tidak sengaja di temukan oleh anak laki-laki yang menolong kedua orang itu sebelumnya.
Mereka membaringkan tubuh anak lelaki itu di atas sebuah batu yang terdapat di dalam goa.
Dengan telaten seperti tabib ahli anak laki-laki itu mengeluarkan sebuah kotak obat yang terlihat aneh di mata gadis itu dan mengeluarkan isinya dan mulai membersihkan tubuh yang penuh luka itu.
"Terimakasih Tuan karena sudah mau membantu kakakku" ucap gadis itu menunduk sedikit hormat
"Ah tidak apa-apa." ucap anak itu santai
"Tuan saya boleh mengetahui nama tuan? ucap gadis itu hati-hati takut menyinggung perasaan anak laki-laki yang berada di depannya ini
Yang walaupun masih kelihatan muda darinya tapi beladiri dari anak ini tidak bisa di remehkan.
"Ah Zhang Wei" ucap Zhang Wei singkat
"Saya Xin yu tuan" ucap Xin Yu
Yah anak laki-laki yang menolong mereka adalah Zhang Wei memang penampilannya yang seperti anak laki-laki yang membuat orang orang tidak mudah mengenalinya.
Zhang Wei yang sebelumnya selesai menggoda para pengawal dan pelayan nya keluar dari istana karena bosan.
Dia berteleportasi dan muncul di perbatasan wilayah Kekaisaran Zhang. Sebenarnya dia mau berteleportasi ke arah pasar tapi entah kenapa malah dia berteleportasi ke arah perbatasan kekaisaran.
Karena sudah terlanjur berteleportasi ke perbatasan kekaisaran akhirnya dia melanjutkan dengan berjalan santai menjelajahi hutan yang berada di perbatasan itu.
Dia yang keasyikan menikmati perjalanan tiba-tiba di kagetkan dengan sebuah tangan kecil yang menarik nya untuk berlari. Karena kejadian yang tiba-tiba membuat dia terus ikutan berlari. Membuat dia untuk sesaat kehilangan akalnya terlihat seperti orang bodoh.
Dua orang kakak beradik itu adalah Pangeran dan Putri dari kerajaan Xin yang melarikan diri dari pembantaian Jenderal Kiri kerajaan Xin yang membantai kedua orang tuanya.
Kerajaan Xin adalah salah satu kerajaan besar yang berada di bawah pimpinan Kekaisaran Xiao.
Di kerajaan terjadi pemberontakan besar yang membuat kerajaan itu kehilangan raja dan ratu mereka. Para pemberontak yang telah memenangkan peperangan itu di karenakan hampir seluruh Pengawal dan pelayan istana menjadi pemberontak hanya beberapa pengawal yang masih setia kepada raja mereka yaitu prajurit yang berada di bawah kepemimpinan jenderal kanan.
Prajurit yang berada di bawah kepemimpinan kedua jenderal ini memang sama-sama kuat dan banyak akan tetapi karena penyerangan terhadap kerajaan yang tiba-tiba membuat mereka yang berada di pihak pemberontak menang tapi lumayan mengalami kerugian besar.
Para menteri dan Jenderal yang berada di pihak kerajaan di masukkan ke dalam penjara bawah tanah. Seluruh keluarga mereka telah di bunuh bahkan raja dan ratu telah hilang entah kemana. Semua orang telah mengetahui kalau Raja dan Ratu kerajaan Xin terbunuh tetapi sebenarnya menghilang tiba-tiba sebelum pedang dari Jenderal Kiri mengenai kepala mereka.
Kenapa Pangeran Xin Nian dan Putri Xin Yu bisa lolos dari pemberontak itu karena jenderal kanan yang langsung memukuli tengkuk Pangeran Xin Nian ketika dia sibuk melawan para prajurit pemberontak untuk bisa membawa kabur Pangeran dan Putri itu
Pangeran Xin Nian adalah pangeran yang kuat baik dari segi kekuatan dan pemikiran membuat dia susah untuk di bujuk dan di larang membuat jenderal kanan memukul tengkuknya untuk tidak sadarkan diri.
Melihat Pangeran Xin Nian dan Putri Xin Yu sudah pingsan langsung dia perintahkan beberapa prajurit untuk membawa pergi kedua permata kerajaan itu.
Prajurit dari pihak pemberontak yang melihat kepergian prajurit itu segera mengejar mereka membuat prajurit dari pihak kerajaan terbunuh semua bertepatan dengan terbunuhnya semua prajurit prajurit itu Pangeran Xin Nian terbangun dari sadarnya.