PUTRI CANTIK DAN TAMPAN

PUTRI CANTIK DAN TAMPAN
Bakat langka


Booommmmm


Sekali lagi ledakan yang cukup keras kembali terdengar dari bagian Utara di mana pertarungan Zhang Wei dengan wanita tua itu.


"Uhuk uhuk" Suara batuk dapat terdengar dari balik asap putih yang perlahan menghilang menampilkan pemandangan di baliknya.


Seorang wanita tua yang memiliki penampilan yang sudah tidak baik-baik saja penampilan yang semakin tua karena kekuatan nya yang semakin menipis.


"Hah pada akhirnya ada yang memukul ku mundur" ucap wanita tua itu dengan mulut nya yang terus mengeluarkan darah.


Menggerakkan kepalanya ke samping saja sudah tidak sanggup benar sekarang dia sudah terlalu terluka parah.


"Ada pesan terakhir? ucap Zhang Wei mengangkat tangannya dan menebas ke arah orang tersebut sebelum menunggu wanita itu menyelesaikan jawabannya.


Zhang Wei merasakan keberadaan kekuatan yang cukup besar menuju ke arahnya.


"Penghalang" ucap Zhang Wei.


Sebuah penghalang tipis warna kebiruan menjulang tinggi membungkus seluruh daerah sekitarnya.


Bommmmm


Sebuah kekuatan besar menghantam penghalang yang baru saja di pasang oleh Zhang Wei. Berani dia terlambat sedikit saja mungkin sudah terkena pukulan besar itu.


Penghalang itu meninggalkan sebuah retakan kecil kalau di kirimkan sebuah serangan lagi di pastikan penghalang itu akan hancur seluruh nya.


Bersamaan dengan bunyi tabrakan sosok makhluk seusia dengan pangeran Bintang muncul dan langsung berlari ke arah wanita tua yang sudah terpenggal.


"Ibu siapa yang melakukan ini?


"Siapa yang melakukan ini? Teriaknya.


"Aku kenapa? ucap Zhang Wei melipat tangannya di dada sambil memiringkan kepalanya seperti orang bingung.


Mendengar suara halus yang menjawab pertanyaan nya segera pemuda itu menolehkan kepalanya ke arah samping dan mendapati wajah tak merasa bersalah itu menatapnya seolah mengejeknya.


"B@jingan kecil aku akan membunuhmu" ucapnya melesat ke arah Zhang Wei dengan kekuatan penuh.


Zhang Wei juga tidak sungkan menerima ajakan pertarungan itu.


"Sebenarnya aku malas untuk meladeni pertarungan seperti ini tapi kalau tidak menyingkirkan kalian y membuat dunia ini tidak seimbang aku tidak akan menikmati waktu santai dengan tenang." ucap Zhang Wei melesat dengan cepat.


Kedua bayangan hitam yang bertemu itu tidak dapat di lihat dengan mata telanjang. Hanya gerakan tangan yang saling beradu yang menggema di area pertarungan mereka.


Bommmmm


Ledakan besar kembali terjadi ketika Zhang Wei melemparkan sebuah serangan teknik yang di padukan dengan teknik miliknya dari dunia modern.


Zhang Wei mundur beberapa langkah karena dia juga dapat serangan karena pemuda itu sempat membalasnya dengan teknik miliknya sendiri juga.


Sedangkan pemuda itu terlempar beberapa meter menciptakan sebuah lubang yang seukuran dengan tubuhnya dan memuntahkan seteguk darah.


Belum sampai di situ kedua orang itu kembali melesat dan beradu kekuatan.


"Hiya rasakan itu" teriak pemuda itu melempar serangan kembali.


kedua orang itu sama-sama mundur sebuah luka kecil muncul di bahunya memperlihatkan bahunya yang seputih salju.


"Bagus akhirnya ada orang yang sanggup memberikan ku sebuah luka" ucap Zhang Wei menatap luka di bahunya.


Zhang Wei menatap lurus ke arah pemuda di depannya yang tidak kelihatan baik-baik saja.


Zhang Wei tersenyum konyol bukannya dia marah atau benci malah terlihat senang kalau begitu lawannya di depan lumayan kuat sehingga mampu melukainya.


Dia belum pernah terluka ketika melawan orang kecuali ketika dia menjalani kesengsaraan surgawi ketika kekuatan tubuhnya bangkit dan kemampuan anehnya muncul.


Zhang Wei merubah warna matanya dalam bola mata berwarna biru laut itu adalah warna bola mata aslinya.


Unik emang?


Menatap pemuda di depannya mendeteksi seluruh tubuh korban di depannya.


Zhang Wei menggunakan kemampuan matanya untuk meneliti apa saja kekuatan yang terdapat dalam tubuh korban.


Kemampuan menunda artinya penggunanya mampu menunda serangan lawan sebelum serangan itu mengenai nya. Kekuatan ini hampir sama dengan penghentian waktu sementara atau pengembalian waktu.


"Hahahah".


"Benar-benar berbakat"


"Aku menemukan mutiara sayang harus di musnahkan sekarang"


Zhang Wei tertawa Psycho membuat orang-orang bingung dan menatapnya heran dan aneh.


Apa ada yang salah dengan otaknya?


Itulah pertanyaan mereka yang terlintas di benak.


"Kau memiliki bakat yang bagus dan boleh di bilang sedikit langka tetapi sayang kau harus berhadapan denganku" ucap Zhang Wei berhenti tertawa dan menatap serius ke arah lawan di depannya yang menatapnya dengan dingin.


Melihat wajah serius itu pemuda itu merasakan bahaya dan segera memasang kewaspadaan apabila ada serangan mendadak.


Tapi


Anak kecil di depannya tidak bergerak malah masih menatapnya dengan diam membuat dia bingung sedikit melonggarkan kewaspadaan nya.


Sringgg


"Kena kau" sebuah suara dingin tiba-tiba muncul di belakangnya membawa sebuah rasa kritis untuknya.


Tanpa ragu dia menghindar dengan kecepatan penuh walaupun dia berhasil menghindar tetapi serangan Zhang Wei lebih cepat dari gerakannya sehingga tidak menghindari luka yang menganga lebar di pundaknya muncul dan membiarkan darah segar mengalir deras.


"Arghhhh aku akan membunuhmu" teriak pemuda itu gila melihat pundaknya yang terluka parah.


Berani dia tidak menghindar secepat mungkin tadi bisa di pastikan kalau batang lehernya terputus dari tempatnya.


"Hehe maaf aku hanya mencoba sesuatu".


"Tenang aku tidak akan membunuhmu terlalu cepat" ucap Zhang Wei menatap pemuda itu seperti mangsanya yang lezat dengan tatapan berbinar serta senyum psycho di bibir ceri itu berbanding terbalik dengan wajah cantik dan tampan itu.


Karena penampilan Zhang Wei dalam penyamaran sehingga orang bingung membedakan apakah dia wanita atau pria.


Melihat wajah cantik itu mengira dia wanita tetapi melihat penampilan nya dia seperti remaja laki-laki.


Tidak ada kata lain yang cukup untuk mendeskripsikan sosok kecil yang berubah ganas itu.


Mendengar kalimatnya yang terlihat santai dan memandangnya seperti mainan membuat pemuda itu emosi tinggi.


"Bocah aku akan mengirim mu ke neraka" Geram pemuda itu dengan memaksakan diri untuk berdiri.


"Tunggu!


"Apakah kau bercanda?


"Bahkan pemimpin neraka tidak akan begitu bodoh menerima kedatanganku begitu saja" ucap Zhang Wei dengan serius memberikan pandangan nya terhadap penjara neraka.


Pernyataan nya yang begitu konyol itu mengundang perdebatan panjang dan emosi tinggi di pihak lawan.


"Bocah selain memiliki mulut pedas kau juga memiliki otak gila" teriak pemuda itu geram.


"Kau mengakuinya sendiri? ucap Zhang Wei menatap pemuda di depannya dengan aneh seolah pemuda itu lah yang gila.


"Arghhh kau benar-benar menyebalkan bocah" Teriak pemuda itu di sertai raungan keras dan melompat ke arah Zhang Wei dengan kekuatan penuh lebih cepat dari sebelumnya.


"Hehehe ini yang aku tunggu" ucap Zhang Wei konyol dan melesat menyambut serangan itu.


Bahkan bayangan mereka tidak terlihat hanya udara di sekitar mereka yang berfluktuasi dan mendengar gerakan pertarungan sehingga orang-orang dapat menyimpulkan kalau kekuatan kedua orang itu melebihi mereka.


Bommmmm


Seorang pria muda melesat dengan kecepatan tinggi terjatuh di bawah sana dan di susul dengan manusia lainnya tidak membiarkan jeda untuk bernafas sedikit pun.


Bersambung>>>>>>>>>>


Salam Minray