
Bisnis baju dan asosiasi toko herbal Zhang Wei yang di kelola oleh Lou Li juga telah berkembang pesat telah memasuki daerah kekuasaan negara tetangga.
Seperti yang di perkirakan Zhang Wei. Relasi kerja yang mempunyai bakat bisnis dan di tambah dengan instruksi kerja yang sederhana dari Zhang Wei mampu membuat bawahannya benar-benar berkembang pesat di tambah mereka memiliki pikiran yang cerdas dan ini sungguh mengerikan.
Bukan hanya kekuatan bisnis yang besar sedangkan para pekerja mempunyai ilmu beladiri yang tinggi dan jarang orang yang bisa memprovokasi mereka.
Dan ini salah satu karakter yang menjadikan bisnis mereka berkembang pesat.
Dan dua minggu sekali Zhang Wei akan mendapatkan surat dari Lou Li perihal perkembangan bisnis dan tak lupa Zhang Wei akan selalu memberikan arahan.
Sekarang masalah ekonomi Zhang Wei tidak perlu mempedulikan untuk sekarang dia sudah menjadi bank berjalan.
Triliunan koin terdapat dalam gudang penyimpanan nya di dalam ruang angkasa. Itu baru kekayaannya yang dari dunia modern belum termasuk pemasukan dari kedua toko nya.
"Sekarang bisnis ke dua toko sudah memasuki pasar negara tetangga. Aku tinggal fokus menata kultivasi." Ucap Zhang Wei.
Dia menulis surat balasan yang berisi untuk menyerahkan bisnis itu untuk Lou Li karena dia sekarang akan fokus kultivasi.
Setelah selesai membubuhkan tandatangan nya dia mengikat surat itu di kaki seekor burung pipit. Dalam surat itu berisi tulisan abjad untuk menghindari informasi yang terdapat di ketahui oleh orang lain kecuali Lou Li sendiri.
Lou Li sudah belajar huruf abjad bersama Zhang Wei selama dua bulan penuh dan di tambah Zhang Wei selalu mengirim surat dengan huruf abjad ini membantu Lou Li lebih paham lagi.
*****
Di kekaisaran Zhang khususnya di kediaman Zhang Wei terdapat beberapa bocah yang ramai belajar dan meributkan sesuatu.
"Coba jawab ini ...."
"Tidak jawab dulu ini....."
"Diam pergi sana....."
"Aku mau belajar ini dulu...."
"Can you just stop please.."
"No I need this"
"Kalian dengarkan aku dulu"
Berbagai suara ribut terdengar dari mulut kecil para bocah itu. Berbagai pelajaran dan bahasa yang mereka tengah pelajari mereka praktikkan nya menyebabkan kedua sosok orang dewasa yang menemani mereka di buat pusing.
"Sayang semua tetap tenang. Siapa yang mau mengajukan pertanyaan terlebih dahulu?" ucap seorang wanita dewasa.
"Ibunda permaisuri aku yang mau membaca cerita ini" ucap seorang anak laki-laki yang berumur tujuh tahun.
Seperti yang di komando semua bocah itu terdiam mendengar suara saudara mereka berbicara dengan sendirinya mereka mendengarkan tanpa membantah.
"Silahkan sayang" ucap permaisuri sedangkan Selir agung hanya mengangguk kepala
Anak itu membaca buku yang berisi cerita dengan sangat lancar tanpa adanya bahasa yang terbata-bata ini membuktikan kalau dia sudah sangat lancar membaca.
"Bagus kamu menyelesaikan nya dengan baik" ucap permaisuri bertepuk tangan di ikuti oleh saudara yang lain.
"Ibunda aku juga mau " ucap seorang anak kecil yang paling bungsu yang berumur lima tahun.
Anak itu membacakan sebuah buku yang berisi gambar dan memberikan mereka nama dan tak lupa nama bahasa Inggris nya.
Mendengar anak yang itu yang sangat fasih berbicara dan membaca dan juga menyebutkan nama beberapa hewan yang terdapat dalam buku di sertai bahasa Inggris membuat saudaranya yang lain bertepuk tangan dengan semangat.
Yang walaupun bahasa asing yang di sebutkan oleh anak itu tidak di mengerti oleh kedua orang dewasa itu tetapi mereka tetap memberikan pujian.
Bahasa itu sudah di beritahu kepada mereka oleh anak-anak kalau Zhang Wei yang mengajarkan mereka jadi tidak heran kedua orang dewasa itu mengerti.
Karena ke tujuh orang anak itulah yang menemani ke tiga orang dewasa yang merasa kesepian berada di istana itu sedikit terhibur.
Sekarang ketujuh orang anak itu di perlakukan bak putri dan pangeran karena mereka itu di bawa pulang oleh Zhang Wei dengan sendirinya keluarga kekaisaran menerima mereka.
Ketiga orang dewasa itu banyak menghabiskan waktu bermain dan menemani mereka belajar.
Karena permintaan mereka juga membuat anak-anak itu memanggil mereka dengan sebutan seperti sebutan para Putra Putri kekaisaran Zhang dengan sebutan Ayahanda dan Ibunda kalau Selir agung dengan sebutan Ibu Selir.
Seandainya ke empat anak mereka mengetahui kalau orang tua mereka telah mengangkat anak baru entah apa yang akan mereka pikirkan.
Mengangkat adik angkat tanpa sepengetahuan mereka apalagi Zhang Wei yang membawa mereka pulang ke kediaman.
Anak anak itu dengan antusias mereka belajar di bawah bimbingan Lou Li. Dan mereka belajar sendiri kalau Lou Li ada urusan.
Kadang kala Kaisar, permaisuri dan Selir agung yang menemani mereka belajar juga.
Dengan patuh anak-anak itu belajar tanpa banyak mengeluh.
Kembali ke sang ratu kita Zhang Wei yang tengah menjahili seseorang yang tengah istirahat dengan damai.
Zhang Wei mengeluarkan spidol dari ruang angkasa menggambar wajah datar yang tertidur bak dewa itu.
Entah gambar apa yang tertera di wajah tampan itu Author juga tidak tahu.
Bukan hanya wajah yang di lukis bahkan tangan cantik dewa tampan itu juga di kasih pewarna.
"Wah perfect"
"Rupanya ada yang kurang" ucap Zhang Wei sambil menoleh ke arah kiri dan kanan mencari sesuatu.
"Sebentar kita ambil gambar bagus ya" ucap Zhang Wei memotret orang yang tengah tertidur tampan itu.
Setelah selesai dengan handycam nya dia mengeluarkan handphone untuk foto kamera depan.
"Coba bisa internetan dan tersambung dengan dunia teknologi akan sangat bagus" ucap Zhang Wei melihat hasil jepretannya.
Nanti foto ini akan dia coba print di ruang rahasia seperti nya bisa.
Tidak ada yang tidak mungkin selama itu di ruang angkasa apalagi ruang rahasia.
Yang memang sudah di lengkapi dengan alat-alat canggih.
"Hehehe punya koleksi bagus lagi hari ini" ucap Zhang Wei tertawa jahat
Roh usil tengah merasuki dirinya sehingga dia mempunyai hobi unik seperti ini.
"Ah mau membicarakan sesuatu tidak jadi ya sudah kembali saja dulu mumpung belum ketahuan" ucap Zhang Wei menghilang dari tempatnya meninggalkan ruangan yang sepi seperti dia tidak pernah ada di sana.
Perlahan-lahan orang yang di gambar wajahnya membuka mata dan tersenyum penuh rahasia.
Rupanya dia sudah terbangun sedari tadi ketika sosok kecil sibuk menjahili dirinya.
Dia melihat kuku-kuku jari tangannya yang di hiasi dengan tinta berwarna merah darah sangat kontras dengan kulitnya yang putih seperti susu.
Hai hai hai sobat π Author baru come back nih π
Apa kabar kalian?
**Jangan lupa dukung dengan cara Like π Vote β€οΈ kritik dan saran sangat dibutuhkan
Terimakasih ππππ**