
Sekarang Zhang Wei berada di dapur istana membuat koki yang berada di sana gelagapan mengapa Tuan Putri mereka berada di tempat yang seharusnya tidak layak untuk dia kunjungi.
"Maaf Tuan Putri apakah ada yang Anda butuhkan? tanya seorang pelayan memberanikan diri untuk bertanya.
"Tidak. Kalian lanjutkan kegiatan kalian saya hanya sekedar berkunjung dan melihat" ucap Zhang Wei karena memang dia sedikit bingung mau kemana dan alhasil dia berakhir di dapur kerajaan.
"Aish kenapa hari ini sangat membosankan? ujar Zhang Wei tidak jelas.
Zhang Wei mendekati kepala koki yang serius dan tidak mengintruksi para pelayan bagaimana tidak seorang Putri yang mereka layani tengah memantau mereka sehingga membuat dia sedikit salah tingkah.
"Paman boleh aku meminjam dapurnya sebentar? ucap Zhang Wei berdiri tepat di samping pemuda itu membuat dia terlonjak kaget.
"Tu... Tuan Putri apa yang Anda inginkan biarkan pelayan ini yang melayani Anda? ucap koki muda itu dengan gugup sungguh dia sedikit tidak memiliki rasa percaya diri ketika berhadapan dengan Tuan Putri mereka.
Padahal biasanya dia adalah pribadi yang tenang dan juga dia salah satu pemuda jenius.
Di umurnya yang masih terbilang muda sudah menjadi kepala koki kerajaan Bintang. Sungguh prestasi yang membanggakan.
"Aish aku hanya ingin membuat makanan kesukaanku," ucap Zhang Wei masih meladeni pertanyaan.
Akhir-akhir ini Zhang Wei sedikit mengalami perubahan ekspresi wajah tembok yang selalu terpasang sedikit mencair mungkin karena dia sering berinteraksi dengan orang yang berada di bawahnya dan memperlakukan dia seperti teman, adik dan anak mereka membuat sisi dinginnya sedikit lunak.
"Maafkan kami karena membuat Anda merasa tidak nyaman Tuan Putri" ucap mereka serempak berlutut membuat Zhang Wei tambah membulatkan matanya.
"Hei hei bangunlah saya hanya bosan dan mau melakukan sedikit kegiatan" ucap Zhang Wei menyuruh mereka bangun.
"Saya tidak bermaksud mengganggu kalian jadi tidak usah sungkan dan biarkan saya melakukan kegiatan sebentar" ucap Zhang Wei lanjut.
"Silahkan Tuan Putri" ucap kepala koki itu membiarkan Zhang Wei menggunakan alat-alat perangnya di dapur.
"Terimakasih Paman." ucap Zhang Wei beralih ke meja koki tempat beberapa bahan masakan tersedia.
Segera seorang pelayan memberikan dia sebuah apron yang masih baru dan membantu memasangkan untuknya.
"Terimakasih Bibi" ucap Zhang Wei dengan senyum kecil.
"Sudah menjadi kewajiban saya Tuan Putri" ucap pelayan itu sedikit malu melihat Tuan Putrinya dari tadi terus mengucapkan kata terimakasih.
Zhang Wei melihat semua bahan yang dia perlukan sepertinya tidak ada yang kurang akhirnya memutuskan untuk membuat suatu sup dan beberapa makanan berat yang mendominasi sayuran dan juga daging.
Melihat bagaimana tangan kecil Zhang Wei dengan lihainya memegang pisau dapur membuat pelayan berdiri rapi menonton dengan teliti semua pergerakan Zhang Wei tidak luput dari perhatian mereka.
Dan kadang mereka sedikit bingung dengan cara Zhang Wei mengolah makanan yang bercampur sayuran dan daging dan terlihat sangat mewah dan lezat bahkan harum masakan membuat mereka menelan air liur.
Masakan itu adalah masakan sederhana di dunia masa depan tetapi berbeda dengan dunia masa lampau di mana makanan seperti itu makanan mewah.
Zhang Wei mendapatkan ingatan tentang masakan yang dia masak sekarang seolah kegiatan seperti ini akrab baginya.
Zhang Wei memang mendapatkan kembali ingatan tetapi belum sepenuhnya dia mendapatkan seluruh ingatan hanya sepenggal ingatan saja.
"Akhirnya selesai juga" ucap Zhang Wei menatap banyaknya makanan yang tertata rapi di meja koki hampir seluruh bahan yang tersedia dia gunakan dan yah hasilnya banyak sekali makanan yang dia masak.
"Astaga saya terlalu mendalami peran memasak sehingga menghabiskan semua bahan maafkan saya paman" ucap Zhang Wei dengan perasaan bersalah.
"Paman silahkan sajikan ini untuk Ayahanda dan Ibunda serta pangeran mahkota dan yang lainnya kalian boleh membaginya" ucap Zhang Wei memutuskan biarkan semua penghuni istana mencicipi hasil karyanya.
"Baiklah Tuan Putri" ucap pemuda itu dan memerintahkan beberapa pelayan melakukan instruksi Zhang Wei.
Segera para pelayan melakukan perintah Zhang Wei dan membawa begitu banyak masakan ke ruang makan milik keluarga kerajaan dan makanan yang lain di bagikan untuk seluruh penghuni istana.
Makanan yang di masak oleh Zhang Wei sangat banyak seperti masakan untuk perjamuan pesta kerajaan jadi jangan heran seluruh penghuni mendapatkan jatah.
Harum masakan ini sedikit memberikan mereka tanda tanya besar di kepala???
"Sepertinya rapat kali ini sampai di sini dan waktunya untuk makan siang" ucap Raja mengakhiri pertemuan.
Para menteri mengangguk kepala mengerti mereka sudah dua hari melakukan pertemuan terkait dengan masalah yang akhir akhir ini sering terjadi.
Raja dan Putra Mahkota keluar dari ruang rapat dan menghampiri Permaisuri yang berada di ruang yang berbeda karena rapat yang mereka lakukan tadi tidak bisa di ikuti oleh Permaisuri karena berhubungan rapat kementerian.
"Ayo kita ke ruang makan Ratu ku" ucap Raja melihat Permaisuri nya bangkit berdiri dan tersenyum tipis.
"Bagaimana dengan Putri Sekar Arum? ucap Permaisuri sudah dua hari permaisuri tidak melihat Putrinya itu.
"Adik sudah menunggu kita di ruang makan Ibunda" ucap Putra Mahkota.
"Baiklah Ibunda sudah merindukan adik kecil mu itu" ucap Permaisuri berjalan terlebih dahulu melupakan kedua pria yang berbeda umur yang menatapnya heran dan melongo tak percaya.
"Apakah sekarang dunia terbalik Putraku? ucap Raja menatap Putranya yang memiliki ekspresi sama.
"Sebaiknya kita susul Ibunda Ayah" ucap Pangeran Bintang.
Mereka keluar dari ruangan permaisuri menyusul permaisuri yang berjalan begitu cepat tetapi tetap langkahnya anggun.
"Eh kemana mereka? ucapnya begitu menyadari kalau Raja dan Pangeran Bintang masih tertinggal.
"Ibunda" ucap Pangeran Bintang setelah berhasil menghampiri Permaisuri.
"Kenapa kalian lama sekali? alih menjawab malah memberi pertanyaan.
"Sebaiknya kita masuk mungkin Putri Sekar Arum sudah bete menunggu kedatangan kita" ucap Raja.
Mereka bertiga memasuki ruang makan secara bersamaan. Mereka dapat melihat seorang gadis kecil duduk dengan anggun dengan kedua telapak tangannya menopang kedua pipinya dengan mata terpejam.
Rupanya gadis kecil itu sudah lama menanti kedatangan mereka.
"Nah sekarang lihat dia sampai tertidur menanti kedatangan kita" ucap Permaisuri melihat wajah lucu Zhang Wei yang tertidur itu.
Begitu indera pendengaran Zhang Wei menangkap pergerakan segera dia membuka matanya dan mendapati ketiga sosok berdiri menatapnya dengan tatapan penuh kasih membuat dia sedikit terkejut.
"Astaga aku ketiduran lagi." ucap Zhang Wei bangkit berdiri.
"Maafkan Ananda ini tertidur Ayahanda, Ibunda dan kakak" ucap Zhang Wei sedikit membungkuk.
"Sudahlah Putriku sebaiknya kita mencicipi masakan yang terlihat enak itu sebelum keburu dingin." Ucap Raja menahan diri untuk tidak tertawa melihat wajah gelagapan Zhang Wei.
"Wah masakan apa ini? terlihat berbeda tetapi menarik untuk segera di cicipi" ucap Permaisuri.
"Silahkan dicoba Ibunda ini sangat cocok dengan Ibunda" ucap Zhang Wei memberikan Soup yang dia ambilkan untuk Permaisuri.
""Apapun yang di berikan oleh Putriku" ucap permaisuri mencicipi soup itu.
"Wah ini sangat harum dan juga rasanya terlihat sangat nikmat" ucap permaisuri mencicipi kuah soup itu dan tidak lupa mencampur dengan nasi.
Suasana di meja makan terlihat hening tetapi tidak dengan wajah dan juga mulut yang terus mengunyah.
Hai hai hai sobat π Author baru come back lagi nih π
Jangan lupa dukung ya kakak readers