PUTRI CANTIK DAN TAMPAN

PUTRI CANTIK DAN TAMPAN
Kerja sama


"Paman apakah di sini ada pembuatan pil? ucap Zhang Wei


"Ada Tuan Muda. Apa Tuan Muda mau melihat proses pembuatan? ucap Meng Kuo


"Benarkah Paman? saya mau melihat proses pembuatan pil" ucap Zhang Wei senang.


Dia akan mengamati proses pembuatan pil itu. Di dunia modern Zhang Wei hanya mengetahui jenis obat modern tidak dengan obat tradisional. Tapi dia bisa mengetahui kalau ada racun baik itu racun kuat maupun sebaliknya.


Meng Kuo segera keluar dari ruangan pribadi dan membawa Zhang Wei kearah pembuatan pil.


Di dalam ada beberapa orang atau lebih tepatnya alkemis yang sedang membuat pil dan seorang paruh baya yang menilai proses itu.


Pria tua yang melihat datang dengan seorang anak kecil menghentikan aktivitasnya sebentar.


"Tuan Muda? ucap Pria tua itu


"Apa aku mengganggumu Pak Tua? ucap Meng Kuo


"Ah tidak Tuan Muda" ucap yang di panggil pria tua itu.


"Silahkan lanjutkan pekerjaan kalian" ucap Meng Kuo


Para pekerja itu melanjutkan pekerjaan mereka.


Zhang Wei mengamati para pekerja itu, mengamati setiap gerakan mereka ketika mereka melakukan proses pembuatan pil.


Tidak ada secuil pun yang terlewat dia benar-benar mengamati dengan seksama.


Tiga jam lamanya Zhang Wei berada di ruang pembuatan pil itu dan juga mereka tengah membahas kerjasama yang di ajukan oleh Meng Kuo karena menurut pengamatan nya dia yakin tuan muda yang berada di depannya bukan orang sembarangan mengingat herbal langkah yang dia miliki di berikan begitu saja.


Zhang Wei awalnya tidak setuju tapi mengingat kembali dia berpikir lagi bahwa tidak ada salahnya membentuk kerjasama bukan? apalagi organisasi yang meminta kerjasama kepadanya adalah organisasi yang sudah sangat lama dan juga sudah sangat terkenal.


Pusat organisasi ini berada di kekaisaran Xiao organisasi yang berada di pusat ibukota kekaisaran Zhang adalah salah satu cabangnya yang lumayan besar.


Selama tiga jam itu pula Kaisar Zhang masih setia menunggu untuk menguntit Putri bungsunya itu.


Setelah mendapatkan apa yang di cari Zhang Wei segera meninggalkan asosiasi itu yang bernama Serigala Angin.


Zhang Wei akan langsung pulang kembali ke istana karena perasaannya sedari tadi tidak aman seperti sesuatu akan terjadi padanya.


Zhang Wei tidak lagi berteleportasi melainkan jalan untuk menikmati udara segar yang belum tercemar oleh polusi seperti di daerah modern.


Zhang Wei yang sementara berjalan santai tiba-tiba berhenti membuat Kaisar Zhang yang mengikuti dia sedari tadi ikut berhenti juga.


"Keluar" ucap Zhang Wei tiba-tiba membuat Kaisar Zhang berhenti tiba-tiba dan juga merasa tegang karena dia ketahuan.


"Keluar! saya tahu kau sedari tadi mengikutiku." ucap Zhang Wei dengan nada dingin membuat Kaisar Zhang tambah yakin kalau dia sudah ketahuan.


Kaisar yang mau keluar dari tempat persembunyian nya berhenti di karenakan Zhang Wei langsung menarik seseorang dari kehampaan ternyata ada orang lain yang mengikuti Zhang Wei secara diam-diam.


Kaisar Zhang masih memperhatikan Zhang Wei yang mulai menyiksa orang itu karena tidak mau memberi tahu kenapa dia mengikutinya.


"Saya paling tidak suka mengulang pertanyaan" ucap Zhang Wei mendekati orang itu yang berpakaian serba hitam dari kepala sampai kaki hanya kedua bola matanya saja yang tidak tertutup.


Zhang Wei meraih sebuah tangan kanan pria itu dan mulai mengukir sesuatu yang membuat orang yang di kuliti itu meringis tertahan.


Zhang Wei masih sibuk mengukir di tubuh pria itu walaupun pria itu sudah berulangkali memberontak.


"Diamlah! sedikit lagi selesai" hardik Zhang Wei dengan tatapan mata tajam membuat pria itu langsung bungkam seketika. Karena merasakan tatapan maut dari anak kecil yang berada di depannya.


"Ampuni saya Tuan Muda! saya hanya mengikuti perintah orang itu dan saya tidak mengetahui siapa dia" mohon orang itu dengan jujur dia tidak mau lagi di siksa seperti itu.


"Siapa orang itu? tanya Zhang Wei menghentikan sejenak kegiatannya.


"Dia hanya menyuruh kami untuk membunuh Tuan Muda. Kalau saya tidak mengikuti maka istri dan anak saya yang akan menjadi korban tuan muda." Ucap orang itu dengan berlinang air mata.


Dia sudah tidak peduli dengan harga dirinya bahwa dia laki-laki tapi dia lebih dilema mengingat kedua orang yang dia sayangi dan lindungi harus terlibat.


Makanya dia menerima pekerjaan ini kalau tidak dia tidak akan pernah mengikuti arahan dari siapapun atau tunduk pada siapapun kecuali orang yang memang pantas mendapatkan hormatnya.


Zhang Wei dapat melihat semua kisah dari Pemuda yang berada di depannya bahwa dia di hadang kan dengan pilihan yang sulit dia tentukan.


"Bangunlah" ucap Zhang Wei mengulurkan tangannya kepada pemuda itu.


Pemuda itu meraih tangan Zhang Wei dan berdiri. Tangannya yang semula di ukir seketika sembuh seperti tidak pernah ada bekas luka di sana.


"Sekarang pulanglah mereka tidak akan pernah bertemu dengan mu lagi. Hari ini adalah hari keberuntungan mu karena saya belum mau mencabut nyawa seseorang tapi tidak ada lain kali jangan sampai saya bertemu lagi dengan mu." peringatan Zhang Wei dengan nada yang sangat dingin bahkan udara di sekitarnya ikut berfluktuasi akibat aura Zhang Wei yang sangat mencekam.


Zhang Wei melanjutkan perjalanannya sambil mengagumi alam ciptaan Tuhan. Dia sangat bersyukur telah lahir kembali di tempat yang bahkan jauh dari kata modern.


Karena dia salah satu pecinta alam jadi ini sangat menyenangkan bagi jiwa nya karena alam di sini benar-benar masih sangat alami.


Kaisar sedikit terkejut dengan cara Zhang Wei menguliti orang tanpa rasa takut sama sekali seakan dia menikmati kegiatan itu.


Namun dia merasa terharu dan bangga karena Zhang Wei masih memberikan kesempatan kepada orang itu.


Zhang Wei melangkah masuk ke istana dengan begitu santainya tanpa rasa bersalah dan mendapati semua pelayan dan pengawal sibuk mondar-mandir seperti kesetanan.


Zhang Wei melanjutkan langkahnya tanpa bertanya. Para pengawal yang melihat keberadaan nya segera berteriak dan menghampirinya dengan cepat.


"Yang Mulia Putri Zhang Wei sudah di temukan segera laporkan kepada Yang Mulia Kaisar" ucap Pengawal itu berteriak.


Karena teriakan yang sangat keras dan menggema itu membuat para pelayan dan pengawal yang lain bahkan Zhang Wei ikut berhenti.


"Yang Mulia akhirnya Anda kembali kami menghawatirkan keberadaan Tuan Putri" ucap salah satu Pengawal itu dengan helaan nafas lega.


"Ada apa memang nya? ucap Zhang Wei dengan tidak berdosa nya.


""Seluruh Pengawal dan pelayan di kerahkan untuk mencari keberadaan Yang Mulia Putri karena kehilangan Tuan Putri dari kediaman selama dua hari." ucap pengawal itu


hai hai sobat πŸ‘ maaf lambat update


Jangan lupa like dan Vote ❀️ kritik dan saran dari kakak readers dong