
Para murid senior hanya bisa memberikan obat penahan pendarahan beserta membalut luka di sekitar belati yang tampak tertancap itu.
Tidak lama kemudian seorang paruh baya yang selaku guru alkemis segera mendekat.
"Tetua Feng" ucap beberapa murid senior yang membantu Zhang Wei.
"Bagaimana keadaannya? tanya guru itu sambil beralih memeriksa Zhang Wei.
"Kami kesulitan untuk mencabut belati dari dalam tubuhnya tetua" ucap salah satu senior
Tetua Feng melihat kalau ada sebuah belati itu masih tertanam belum di cabut dari dalam tubuh Zhang Wei.
Tetua Feng mencoba mengulurkan tangannya untuk bisa mencabut belati itu tetapi kejadian yang sama terulang. Seolah belati itu menarik kekuatan orang yang mencoba mencabut dari badan Zhang Wei.
"Belati ini tidak bisa di cabut menggunakan energi spiritual karena belati ini menyedot kekuatan orang yang mencoba mencabutnya". ucap Tetua Feng setelah lama terdiam.
Setelah mengetahui kejadian ini kalau belati itu sulit untuk di cabut akhirnya tetua pertama tidak mempunyai pilihan selain memberi tahu kepala akademi.
Kalau sampai terjadi sesuatu dengan anak ini dia tidak akan mampu menghadapi amarah dari kepala akademi.
Karena menurut pengamatan kepala akademi dalam beberapa hari ini kepala akademi sangat melindungi kedua muridnya.
Tidak lama kemudian sebuah siluet orang yang berpakaian serba biru muda muncul di hadapan semua orang.
"Bagaimana ini bisa terjadi? tanya kepala akademi dengan raut wajah yang tidak enak dipandang dan terlihat sekali kalau dia sangat kuatir.
Zhang Ziyi yang berada di luar memaksa masuk ke dalam dan melihat kepala akademi juga ada di sana. Dengan buru-buru Zhang Ziyi mendekat dia dapat melihat kalau gurunya mengkhawatirkan keadaan adiknya.
"Guru, tetua pertama" ucap Zhang Ziyi dan hanya mengangguk kepala kepada tetua Feng dan murid senior karena dia tidak mengetahui nama mereka.
"Bagaimana Lu Zhang bisa terkena belati Ziyi? tanya kepala akademi menatap ke arah Zhang Ziyi yang baru masuk.
"Maaf kan aku guru ketika kami turun dan hendak masuk ke dalam aula dan tanpa sengaja tiba-tiba ada yang menabrak Meimei. Kami tidak dapat melihat wajah orang itu. Orang itu langsung berjalan pergi setelah mengucapkan maaf tanpa melihat wajah Meimei" ucap Zhang Wei menjeda kata-katanya.
"Kami belum menyadari bahkan Meimei juga tidak menyadari kalau dia terluka sampai saya yang melihat darah Meimei keluar dari pinggang bagian kanan beserta belati yang tertancap" ucap Zhang Ziyi masih sedikit takut mengingat kejadian adiknya kena tikam.
Setelah mendengarkan penjelasan Zhang Ziyi kepala akademi tidak lagi memperhatikan Zhang Ziyi. Dia segera berjalan mendekat menghampiri sosok kecil yang terbaring di atas tempat tidur dengan mata tertutup rapat bibir ceri merahnya terkatup rapat.
Setelah meneliti wajah Zhang Wei lalu dia menatap sebuah belati yang masih menancap itu.
Dia memperhatikan baik-baik belati itu dan menyadari sesuatu matanya tiba-tiba terbelalak lebar.
Orang orang yang berada satu ruangan dengannya menatap bingung ke arah nya karena kepala akademi tiba-tiba terbelalak lebar.
"Apa ada sesuatu kepala? tanya tetua pertama.
"Hmm dia tidak akan apa-apa kalian keluar dulu" ucap kepala akademi setelah yakin akan persepsi nya.
Semua orang meninggalkan ruangan hanya tinggal dua orang yang berada di dalam ruang itu.
Kepala akademi langsung memasang formasi pelindung untuk mencegah orang yang berada di luar untuk tidak mengetahui apa yang terjadi di dalam ruangan.
Setelah memastikan formasi yang dia pasang kuat baru dia menghadap ke arah Zhang Wei.
Wu Xincheng memperhatikan baik-baik belati yang masih tertancap itu di tubuh Zhang Wei.
Wu Xincheng mengeluarkan sesuatu dari ruang hampa dan mencocokkan sebuah simbol yang terdapat dalam gagang belati itu. Dan membiarkan begitu saja tanpa melakukan apapun lagi hanya menatap dalam diam belati itu.
Di dalam alam bawah sadar Zhang Wei tengah mengamati sebuah simbol yang berisi mantra setelah sekian lama dia mengamati tiba-tiba simbol itu mengeluarkan sebuah cahaya kebiruan dan beralih cepat masuk kedalam melalui matanya.
Zhang Wei dapat merasakan sesuatu yang sangat dingin mengalir di dalam ke dua bola matanya dan terus mengalir ke dalam saraf matanya.
Rasa itu semakin lama semakin dingin Zhang Wei dapat merasakan otaknya seperti mati rasa sekujur tubuhnya seperti membeku.
Zhang Wei lalu duduk posisi lotus untuk menyerap dan menetralkan rasa dingin yang membuat otaknya seperti mati rasa.
Dalam penglihatan Zhang Wei dapat melihat kalau simbol yang berisi mantra memasuki sebuah benda dan memasuki tubuhnya.
"Arghhh" ucap Zhang Wei langsung bangkit dari tidurnya dengan nafas tersengal-sengal.
Zhang Wei menetralkan nafasnya sejenak dan menutup mata dan membuka kembali kedua matanya.
"Guru" ucap Zhang Wei sedikit kaget melihat gurunya duduk bersila di depannya.
Perubahan Zhang Wei sedikit membuat Wu Xincheng terkejut. Dia tidak menyangka akan melihat perubahan murid nya.
Penampilan Zhang Wei kembali ke penampilan dia yang sebenarnya yaitu dengan warna putih keperakan mengkilap dan warna bola mata biru laut sangat cantik.
Sungguh penampilan dia yang sekarang ini sangat memukau tubuh nya itu seperti bercahaya dan sulit untuk di dekati.
Wu Xincheng dalam diam meneliti penampilan murid nya yang satu ini.
Dia sudah memperkirakan hal ini akan terjadi ketika melihat belati tadi menancap tidak mau di lepas seperti belati itu menemukan tuannya.
Zhang Wei meneliti penampilan nya dan mendapati kalau dia kembali ke penampilannya tapi ada yang berbeda dengan penglihatannya.
"Ah guru sejak kapan penampilan ku berubah? tanya Zhang Wei
"Lima menit sebelum kamu sadar" ucap Wu Xincheng dengan senyum tipis
"Ah penampilan ku kembali seperti semula" ucap Zhang Wei
"Ah apa penampilan mu sudah seperti ini sebelumnya? Wu Xincheng sedikit terkejut dengan gumaman Zhang Wei
"Ya penampilan ku sudah seperti ini guru. Saya tidak mau mengundang perhatian makanya merubah tampilan" ucap Zhang Wei jujur.
Zhang Wei lalu merubah tampilan nya seperti semula dengan warna rambut hitam dengan bola mata hitam berbanding terbalik dengan penampilan sebelumnya.
Wu Xincheng diam-diam mengagumi penampilan dan bakat muridnya ini.
"Ada berapa rahasia lagi yang belum kamu ketahui? lambat laun kamu akan menerima takdirmu " batin Wu Xincheng menghela nafas
Zhang Wei tertegun mendapati sebuah simbol di bagian perut bawahnya bagian sebelah kanan tempat belati itu tertancap sebelumnya.
"Guru apa yang terjadi denganku? ucap Zhang Wei setelah menyadari kalau dia berada di sebuah ruangan seperti ruang rawat.
"Kamu tidak mengingat apa yang terjadi? tanya Wu Xincheng
Zhang Wei menggeleng pelan tidak mengetahui sama sekali apa yang terjadi.
"Lupakanlah kamu tadi pingsan mungkin kurang istirahat" ucap Wu Xincheng.
Zhang Wei hanya bisa mengangguk dan setuju karena sungguh dia tidak mengingat apapun.
Dua orang murid dan guru itu berjalan berdampingan keluar dan mendapati di depan pintu masih terdapat beberapa orang yang berdiri menunggu.
Hai hai hai sobat π Author baru come back nih π
Apa kabar kalian?
**Jangan lupa like dan Vote β€οΈ kakak readers dong β€οΈ terimakasih π
Terimakasih untuk kalian semua selalu mendukung Author dengan segala macam cara seperti Like komentar Vote sungguh terimakasih ππ
Semoga dalam lindungan Tuhan selalu ππ**