
Zhang Wei yang sudah selesai menikmati sarapan sekaligus makan siang itu beristirahat sejenak sebelum kembali menjelajahi dunia baru ini.
Zhang Wei yang tengah beristirahat menangkap suatu pembicaraan dari seberang kamar yang dia tempati padahal orang di sebelah sudah memasang formasi.
Sebuah perkataan menarik dengan tenang Zhang Wei memejamkan matanya dan mendengar semua perkataan mereka dengan jelas.
Sebuah senyum tipis muncul di kedua bibir tipisnya entah ada apa lagi dengan otak kecilnya itu.
Setelah mendengar semua isi pembicaraan orang-orang di sebelah barulah Zhang Wei melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.
Sore hari setelah Zhang Wei selesai istirahat dia berencana akan keluar untuk melihat apa yang terdapat di dalam kota ini.
Kebetulan di depan pintu dia bertemu dengan Surya Geni yang rupanya mau keluar juga.
"Adik kecil aku baru saja mau mencarimu" ucap Surya Geni begitu melihat Zhang Wei keluar dari kamar.
"Ada apa kakak mencari Ku? Tanya Zhang Wei heran.
"Ah aku mau keluar apa kau mau ikut? ucap Surya Geni.
"Kebetulan aku mau keluar juga ayo kakak" ucap Zhang Wei mendahului turun ke lantai bawah.
Kedua orang ini sudah dalam masa penyamaran jadi sedikit orang yang bisa mengenali mereka apalagi Zhang Wei yang belum pernah terlihat di kota ini.
Dengan penampilan santai dan biasa kedua orang itu turut berbaur dengan keramaian kota hari sudah mau gelap tetapi masih banyak orang yang beraktivitas.
Para warga banyak yang berlalu lalang terlihat heboh dan juga buru-buru membuat kedua orang itu merasa heran.
"Maaf bibi apa yang terjadi? kenapa semua orang begitu buru-buru? ucap Zhang Wei mencegat seorang wanita paruh baya yang sedang terburu-buru.
"Ah apakah kamu tidak tahu kalau Nona kedua dari keluarga menteri perdagangan akan tampil malam ini? ucap wanita itu.
Zhang Wei hanya menggeleng kepala tidak tahu dan juga tidak mengenal siapa itu nona kedua?
"Tidak bibi" ucap Zhang Wei
"Malam ini Nona kedua mengadakan pertunjukan di balai kota jadi maaf saya jalan lebih dahulu" ucap wanita itu berlalu pergi.
"Kakak? Apakah kau tahu siapa Nona kedua itu? tanya Zhang Wei mendongak ke arah pemuda lonjong di sampingnya.
"Nona kedua dari menteri perdagangan kerajaan dari negeri bulan" ucap pemuda itu menerawang jauh.
"Pertunjukan apa yang akan di pertunjukan malam ini? ucap Zhang Wei sedikit tertarik dengan cerita ini.
"Sepertinya pertunjukan tarian dan suling" ucap pemuda itu seperti mengetahui sedikit.
"Apakah kau mengenal Nona kedua itu? tanya Zhang Wei.
Pemuda yang di tanya itu hanya menggelengkan kepalanya tidak mengetahui.
"Aku hanya mendengar rumor tentangnya tetapi belum pernah bertemu dengannya" ucap pemuda itu.
"Kakak bagaimana kalau kita bergabung menonton pertunjukan itu? Tawar Zhang Wei
"Sepertinya ide bagus ayo kita kesana" ucap Surya Geni.
Mereka berdua sama-sama mengikuti beberapa warga yang berbondong-bondong ke tempat pertunjukan yang di adakan di balai kota.
Penampilan kedua orang itu sedikit mencolok dari kerumunan para warga yang walaupun mereka sudah menyamar sebagai warga biasa tetapi tidak menjadi kemungkinan aura bangsawan yang sangat kental dari kedua orang itu orang-orang di sekitar mereka masih sedikit merasakan.
Tetap saja keberadaan mereka menjadi sedikit menjadi perhatian tetapi perhatian itu tidak lama karena orang yang sudah bersangkutan sudah ada di depan panggung.
Semua warga heboh melihat sebuah sosok anggun sudah duduk di tempat yang di sediakan untuknya.
"Itu Nona kedua"
"Titisan Dewi"
Banyak warga yang berkomentar begitu melihat sosok anggun itu duduk.
Zhang Wei juga segera mengikuti arah yang di tunjuk oleh seorang warga yang berada di dekatnya.
Dan mereka dapat melihat beberapa orang yang berada di atas panggung dan satu orang yang terlihat berbeda dari orang-orang yang ada di sekitarnya.
Seorang gadis yang begitu anggun tetapi dengan aura yang begitu dingin dan di kedua bola mata hitam itu seperti tidak ada kehidupan sama sekali.
Zhang Wei menatap bola mata hitam itu dengan mata memicing. Orang-orang tidak akan ada yang menyadari aura yang begitu mencekam di sekeliling gadis itu.
"Kakak apakah kau melihat sesuatu yang tidak biasa? tanya Zhang Wei kepada Surya Geni.
"Hmm kita lihat selanjutnya" ucap Surya Geni juga mengangguk kepala menyetujui pendapat Zhang Wei.
"Apakah kau menemukan sesuatu? tanya balik Surya Geni
"Yah coba kakak melihat kedua bola mata gadis itu terlihat kosong seperti tidak ada kehidupan di dalamnya yang walaupun dia menyembunyikan nya dengan baik dari perhatian orang-orang" ucap Zhang Wei
"Dan juga aura yang terpancar dari tubuhnya begitu dingin" lanjut Zhang Wei lagi.
"Apa yang kau lihat itu benar tetapi bagaimana kau bisa mengetahui nya? tanya Surya Geni sedikit terkejut dengan penuturan Zhang Wei.
Orang yang bisa merasakan dan melihat itu dengan detail adalah orang yang memiliki kemampuan istimewa.
Akan tetapi ini di lihat dari penampilan dari adik kecil di sampingnya tidak ada menunjukkan aura orang yang memiliki kemampuan tetapi bagaimana bisa dia dapat melihat apa yang terjadi itu?
"Aku juga tidak tahu tetapi itulah yang terjadi" ucap Zhang Wei mengangkat kedua bahunya.
Surya Geni hanya menatap Zhang Wei dengan tatapan rumit seperti nya adik kecil ini memiliki sesuatu yang istimewa tetapi dia belum menyadarinya.
Tidak lagi melanjutkan pembicaraan mereka karena di atas panggung beberapa penari latar sudah tampil di iringi bunyi suling yang di mainkan oleh Nona kedua.
Semua orang terhanyut dengan bunyi suling dan gerakan lembut dari para penari.
Semakin lama bunyi suling itu semakin cepat di iringi gerakan tarian yang juga semakin cepat.
Orang-orang yang berada dalam lingkaran pertunjukan itu terhanyut seperti orang kesurupan.
Melihat situasi ini Zhang Wei merasakan ada yang tidak beres.
Tiba-tiba orang-orang berteriak histeris dan aura yang terpancar dari dalam tubuh nona kedua tambah tebal dan mencekam.
"Kakak ada yang tidak beres dengan orang-orang ini" ucap Zhang Wei melihat orang-orang di sekelilingnya sudah tidak bisa di kendalikan lagi.
"Yah sepertinya mereka di kendalikan".
"Sekarang hanya kita yang bisa menolong mereka" ucap Surya Geni.
"Tetapi bagaimana caranya? tanya Zhang Wei.
"Orang-orang ini berteriak seiring dengan bunyi suling dan gerakan tarian itu berarti yang menjadi pusatnya berasal dari tarian dan suling itu". ucap Zhang Wei
"Kakak apakah kau ada cara? ucap Zhang Wei memutar otak kecilnya bekerjasama.
"Yang perlu kita lakukan pastinya menghentikan mereka dan ini akan sedikit merepotkan" ucap Surya Geni.
Hai hai hai sobat π
Author baru Come back nih π₯°
Apa kabar kalian?