PUTRI CANTIK DAN TAMPAN

PUTRI CANTIK DAN TAMPAN
Beradaptasi


Gadis yang tidak lain itu adalah Zhang Wei masih belum mengingat apapun dan secara refleks sebagai anak kecil pastinya kalau di beri tatapan tajam dengan sendirinya yang masih anak-anak akan sedikit terpengaruh.


Bukan Zhang Wei namanya kalau dia tidak menuntaskan rasa penasaran yang melandanya.


"Heh sepertinya luka yang kau alami sedikit parah dan kau terkena racun binatang air dan ini kalau tidak cepat di berikan penawar kau akan kehabisan darah" ucap Zhang Wei menatap luka yang terus-menerus mengeluarkan darah.


Dan pemuda itu cukup terkejut dengan analisa anak kecil yang berdiri di depannya.


"Biarkan aku memeriksa sebentar dan jangan kau halangi" ucap Zhang Wei menatap tajam balik.


Zhang Wei tidak mengingat kalau dia memiliki bakat alkemi tetapi dia merasakan kalau dia bisa mengobati pemuda yang berada di depannya ini.


Dengan secara naluriah tangannya bergerak dan pemuda itu tidak mempunyai tenaga untuk berdebat lagi jadi dia hanya membiarkan Zhang Wei memeriksanya.


Dengan sigap Zhang Wei menitik beberapa aliran darah pemuda itu untuk menghentikan darah dan racun menyebar.


Dengan cepat Zhang Wei merobek pakaian pemuda itu untuk menambal sementara luka yang tengah menganga lebar itu.


Zhang Wei bangkit mencari tumbuhan yang mungkin menjadi obat karena ini hutan dan juga jarang terjamah memudahkan Zhang Wei menemukan tanaman herbal yang berfungsi sesuai dengan racun yang terdapat di dalam tubuh pemuda itu.


Setelah mencampur semua tanaman herbal itu Zhang Wei segera mengoleskan ke daerah luka itu dan membalutnya kembali.


"Akhirnya selesai" ucap girang Zhang Wei menatap takjub hasil karyanya.


Setelah obat itu menunjukkan reaksi barulah pemuda itu sedikit merasakan sakit berkurang.


Zhang Wei kembali mencari buah-buahan di hutan dan mencari hewan buruan untuk di nikmati malam ini karena waktu sudah menunjukkan malam.


Apalagi dengan keadaan pemuda itu terluka tidak mungkin baginya memapah tubuh besar itu dan lebih tepatnya dia tidak mau menyusahkan diri sendiri.


Zhang Wei berjalan terus memasuki kedalaman hutan dan pencariannya tidak mengecewakan dia dapat menangkap beberapa ekor kelinci tanpa kesulitan.


Awalnya ketika mengejar para kelinci yang gesit Zhang Wei tidak mempercayai kalau dia biasa bergerak dengan sangat lincah setahunya dia tidak pernah berlatih atau pun memiliki keahlian.


Apakah dia melewatkan sesuatu?


Zhang Wei berbalik menenteng banyak buah-buahan dan lima ekor kelinci yang dia pegang hanya kedua daun telinga dari masing-masing kelinci imut itu.


Btw Author punya dua kelinci yang sangat imut si gelap dan putih 😍🐰🐰.


Zhang Wei keluar dari kedalaman hutan tanpa tersesat dan mendapati pemuda itu belum bangun masih tertidur.


Zhang Wei menyusun kayu bakar dan menyalakan api dengan menggunakan dua batu kali berwarna hitam.


Zhang Wei sibuk menyembelih semua kelinci itu dan tidak lupa membalurkan beberapa hasil tumbukan daun perasa seperti daun bawang jahe.


Kebetulan pada saat perburuan tadi Zhang Wei menemukan beberapa bumbu dapur yang tidak terlihat asing baginya tetapi tidak mengetahui apa namanya hanya mengikuti kata hatinya kalau beberapa tanaman itu bisa digunakan untuk pengolahan daging dan makanan lainnya.


Setelah beres membersihkan lima ekor kelinci di dekat air yang mengalir dari pegunungan tidak jauh dari mereka barulah Zhang Wei membumbui semua daging kelinci itu.


Zhang Wei membuat tungku api yang luas memudahkan dia menyusun semua kelinci yang sudah di belah bagi dua di atas bara api.


Menghirup bau harum makanan pelan-pelan pemuda itu membuka matanya dan pemandangan pertama yang Ia lihat adalah sosok kecil yang duduk membelakangi nya menghadap api yang masih menampilkan banyak bara api.


Zhang Wei masih sibuk membolak-balik daging panggang sekaligus sedikit demi sedikit mengoleskan seperti minyak yang di campur dengan ulikan cabe dan beberapa bumbu.


Hmm Author jadi ngiler nih πŸ˜‹


Pemuda itu merasakan luka di perutnya sudah mengering dan tidak merasakan sakit lagi hanya masih sedikit perih karena akibat tusukan itu lumayan dalam.


Pemuda itu cukup terkejut dengan keahlian pengobatan makhluk kecil di depannya. Biasanya orang yang terluka akan sembuh setelah tiga hari beristirahat tetapi ini tidak sampai beberapa jam lukanya sudah mengering.


Siapa yang akan percaya kalau anak kecil yang di depannya ini bisa ilmu pengobatan di umurnya yang terbilang masih sangat belia.


Anak yang masih sibuk bermain dengan teman sebayanya.


Tetapi bagaimana bisa anak kecil ini muncul dari dalam hutan tanpa ada teman dan juga perlengkapan seperti pedang atau alat beladiri semacamnya.


Pemuda itu mencoba untuk memeriksa tingkat kultivasi Zhang Wei mungkin gadis di depannya ini bisa beladiri akan tetapi ini.


Bahkan Aura kultivasi nya samasekali dia tidak merasakan apalagi dengan tingkat kultivasi.


Apakah anak ini adalah hanya anak nakal yang suka berkeliaran? ya mungkin seperti itu .


Zhang Wei menoleh ke belakang setelah merasakan pergerakan dari orang yang berada di belakangnya.


"Kau sudah bangun? bagaimana dengan lukanya? aku rasa itu sudah tertutup mungkin kau hanya akan sedikit merasakan nyeri." Ucap Zhang Wei


"Hm terimakasih" ucap pemuda itu.


Zhang Wei hanya mengangguk tidak terlalu ambil pusing Sekarang dia fokus dengan daging panggang nya dia tidak mau semua daging olahan nya sebentar hangus.


"Selesai" ucap Zhang Wei mengeluarkan daging itu satu persatu dari atas kayu.


Daging kelinci itu di tusuk menggunakan masing-masing kayu sebagai alat panggang sehingga memudahkan Zhang Wei memanggang daging-daging itu.


Bau harum semakin terhirup dari daging matang itu membuat siapapun yang menghirup aroma ini akan menelan air liur.


Begitu juga yang dialami oleh Zhang Wei dan Pemuda itu yang walaupun Zhang Wei sendiri yang memanggang daging itu.


"Ayo makan" ucap Zhang Wei mengambil satu paha daging kelinci itu.


Melihat Zhang Wei yang makan begitu lahap pemuda itu juga tidak mau ketinggalan. Dia ikut mengambil satu tusukan daging kelinci.


Dia dapat merasakan tekstur daging yang begitu empuk dan renyah. Gaya masakan seperti ini dia belum pernah menemukan di restoran manapun.


Dia adalah salah satu pecinta makanan jadi dengan sendirinya dia sudah menjelajahi beberapa restoran baru bahkan warung makan yang mewah.


Dia memejamkan matanya sebentar untuk menikmati rasa dari daging tersebut.


Rasanya sangat enak dan pas benar-benar di luar dari dugaan.


"Daging ini sangatlah enak bagaimana kau mengolah nya? tanya pemuda itu penasaran.


"Tidak ada hanya mengoleskan beberapa bumbu dapur di atas daging itu" ucap Zhang Wei jujur karena memang dia tidak mengetahui nya.


Dia hanya bergerak secara naluriah seolah kegiatan ini sudah mendarah daging untuknya bahkan dia sendiri terkejut dengan hasil masakannya yang sangat enak.


Hai hai hai sobat πŸ‘


Author come back nih πŸ₯°