PUTRI CANTIK DAN TAMPAN

PUTRI CANTIK DAN TAMPAN
Tes ke dua


Keesokan paginya seperti sebelumnya sudah banyak peserta yang sudah berada di tempat pertandingan itu. Bahkan sekarang lebih ramai karena hari ini akan di adakan dua tes sekaligus.


Zhang Wei dan Zhang Ziyi kembali tiba tetapi dengan penampilan yang berbeda yaitu rambut Zhang Wei yang kembali hitam tapi dengan balutan hanfu laki-laki.


Dia terlihat seperti bocah laki-laki semoga saja ketika kakaknya memanggil dia dengan sebutan 'Meimei' orang tidak memandang dia aneh.


"Kali ini tes adalah tes kemampuan beladiri dasar. Tes ini berlaku untuk semua calon murid" ucap Mo Fai lagi


Pembagian kelompok seperti kemarin terjadi lagi dari umur 5 tahun hingga umur 14 berpisah begitu juga dengan murid yang berumur 15 hingga 20.


Setelah pembagian kelompok mereka terbagi dalam kelompok kecil lagi persis seperti kemarin.


Kalau di kelompok Zhang Wei, mereka hanya di minta lari keliling sambil membawa beberapa beban. Entah ide nya siapa ini? tapi yang pasti tes yang mereka jalankan persis seperti pemanasan pertama yang di ajarkan Zhang Wei untuk bawahannya.


Karena ini pekerjaan mudah bagi Zhang Wei tidak menyulitkan dia untuk berlari sesuka hati dengan beban yang terlihat berat seperti kapas di tangannya.


Dia mengangkat dan berlari tanpa kekuatan spiritual ini murni dengan kekuatan fisiknya.


Berbanding terbalik dengan kelompoknya yang sudah terengah-engah berlari sedangkan dia dengan santai berlari seolah tidak ada beban.


Di sini para penonton bisa dapat lihat bagaimana para calon murid berusaha untuk menyelesaikan tes ini.


Dan mereka dapat melihat langsung sosok kecil yang berlari dengan santainya tanpa terganggu dengan beban yang terikat di kaki dan tangannya.


"Siapa sosok kecil itu?


Kelihatan anak itu tidak terlalu terbebani dengan beban yang dia bawa


Wah sungguh luar biasa dia tidak kelihatan lelah sama sekali


Sudah banyak anak-anak yang tidak sanggup berlari tapi dia seperti menikmatinya bahkan seperti terlihat membosankan untuknya.


Berbagai komentar dari para pendukung, keluarga, kerabat, mengomentari tes yang mereka jalani.


Para penonton lebih antusias dengan tes yang di jalani oleh para bocah berumur di bawah 14 tahun itu.


Tes yang mereka jalani kelihatan sangat bagus dan sangat menggemaskan melihat raut wajah kelelahan anak-anak kecil itu membuat para penonton antusias berteriak memberi mereka semangat.


Kalian pasti bisa


Ayo sedikit lagi kalian selesai


yah tetap semangat


berlari lebih cepat


Berbagai teriakan dari beberapa pihak menyemangati sosok mungil yang tengah berlari.


Mereka seakan melupakan kalau ada dua kelompok yang menjalankan tes ini.


Mereka terbawa suasana meriah ini mereka terlalu fokus pada satu titik.


Zhang Wei yang sudah bosan berlari akhirnya berhenti karena dia sudah lama menyelesaikan putaran yang di tentukan oleh pihak penguji.


"Siapa anak itu? tanya salah satu penatua dari akademi Taiyang


"Dari kekaisaran Zhang tetua Xu" jawab orang yang di sebelah tetua tersebut.


Dengan kecepatan dan tidak adanya tanda kelelahan di wajah Zhang Wei mampu menarik perhatian para penonton yang menyaksikan tes tersebut.


Zhang Wei yang berdiri sendiri di tengah lapangan tanpa menghiraukan orang lain.


Dia akan menunggu kelompoknya itu selesai berlari.


Menit berlalu bahkan jam berlalu belum ada orang yang menyelesaikan tes tersebut membuat sosok yang tengah duduk di tengah lapangan tertidur dan mengantuk parah.


Ketika Zhang Wei akan masuk kedalam alam mimpi tiba-tiba sebuah suara mengusik pemikirannya.


"Apakah tidak ada lagi permainan yang kau tengah siapkan adikku? sebuah suara muncul begitu saja di pikirannya


"Sepertinya kau sangat bosan dan mengantuk menunggu mereka? ucap sebuah suara lagi.


Zhang Wei masih mencerna siapa yang berbicara dengannya. Dia belum mengetahui pasti suaranya siapa ini?


Suara ini seperti di manipulasi untuk tidak di ketahui siapa pemilik suara.


"Siapa Kau? dan yah Kau benar di sini sangat membosankan ingin sekali ku kubur hidup-hidup para penguji yang memberikan tes kurang menarik seperti ini" Zhang Wei bertanya di sertai omelan khasnya yang tidak akan pernah menyaring kata-kata.


"Kenapa kau tidak kembali ke kursi peserta? alih menjawab pertanyaan Zhang Wei


"Di sana lebih membosankan kalau di sini lebih bagus kalau saya tidur" ucap Zhang Wei memejamkan kembali matanya yang sudah mau mengantuk parah


"Apakah kau tidak kepanasan di situ? ucap suara itu lagi.


Zhang Wei masih belum menerka milik siapa suara itu.


"Ah kau benar" ucap Zhang Wei ketika merasakan matahari beranjak naik tepat di atas kepalanya.


Bukan tanpa alasan Zhang Wei duduk di lapangan karena dia mau menikmati matahari pagi sekarang dia baru menyadari kalau matahari sudah beranjak naik.


Zhang Wei langsung menghilang dari tempatnya duduk dan muncul di atas pohon dekat dengan tempat di adakan tes tadi.


Karena masih ada teman yang belum menyelesaikan ujian itu membuat Zhang Wei sedikit mempunyai waktu tidur untuk tes selanjutnya yang mungkin akan lebih sangat membosankan bagi Zhang Wei.


Zhang Wei mencari kenyamanan nya sendiri di atas pohon tanpa mempedulikan keriuhan di lapangan.


Orang yang bertelepati tadi dengannya hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan absurd adiknya itu.


Orang yang tidak lain dan tidak bukan adalah Kaisar Iblis sendiri.


Sudah sedari tadi Kaisar Iblis mengamati tingkah laku adiknya itu. Mulai dari pertama mereka berlari sampai dia selesai.


Dan dia sedikit heran kalau adiknya itu mampu menyelesaikan ujian itu dengan cepat tanpa rasa lelah sedangkan temannya yang lain masih belum apa-apa.


Sampai Zhang Wei tertidur di lapangan. Kaisar Iblis tahu pasti kalau adiknya itu lagi kebosanan dan mengantuk parah.


Walaupun dia baru mengenal Zhang Wei dua hari yang lalu tapi dia sudah memahami sikap gadis kecil itu.


Karena melihat adiknya tertidur di lapangan akhirnya dia memutuskan untuk bertelepati dengannya untuk tidak tertidur. Bisa saja Kaisar Iblis pergi ke tengah lapangan dan mengangkat tubuh kecil itu tapi dia tidak membuat kehebohan terjadi.


Kalau banyak orang yang mengetahui dia mempunyai duo adik dan pasti kedua adiknya kerepotan kedepannya.


Bukan karena takut akan musuhnya mengetahui keberadaan mereka tetapi takut akan Fans dari Kaisar Iblis sendiri.


Dia tidak mau duo adiknya nanti banyak teman karena dirinya tetapi bukan banyak teman karena memang mereka tulus.


Kaisar Iblis tidak mau itu terjadi. Kebahagiaan duo adiknya menjadi prioritas utamanya saat ini.


Baru dua hari saja dia mengenali kedua kakak beradik itu, dia sudah banyak mengalami perubahan baik dari dia banyak tersenyum bahkan sampai tertawa lepas.


Itu semua karena kekonyolan dua sosok makhluk kecil tersebut.


Awalnya Kaisar Iblis hanya iseng untuk bertelepati karena dia tahu Zhang Wei mungkin tidak akan mendengarnya tapi siapa yang sangka kalau manusia kecil itu bisa mendengarnya membuat dia sedikit terkejut.


"Ada rahasia apa lagi yang ada padamu Meimei? batin Kaisar Iblis


Hai hai hai sobat πŸ‘


Maaf Author baru come back nih πŸ˜€


Apa kabar?


Author sehat


Jangan lupa like dan Vote kakak ya