
Tak menunggu waktu lama Kevin dan teman-temannya sudh sampai dirumah sakit Rangga melakukan praktek.
Kenapa cepat sekali..?Yap karna Kevin menyetir mobil dengan kecepatan tinggi, mungkin karna pengaruh emosi menjadi menambah keahlian Kevin dalam menyetir.
Sampai di parkiran mereka langsung berjaln menuju lobby rumah sakit, tak lupa mereka memasang wajah dingin, apalagi Kevin yang memasang wajah dingin dan tatapan tajam.
"ruangan dokter Rangga"ucap Kevin kepada penjaga lobby.
"lurus belok kanan tuan, ruangan paling ujung"
"dia ada diruangannya sekarang"ucap Ryo membuka suara.
"untuk jam segini dokter Rangga sedang melakukan pemeriksaan berkala, mungkin sebentar lagi selsia tuan"
Sedangkan Kevin sudah meninggalkan tempat itu diikuti Ryo dan Remon, seperti info suster sebelumnya mereka berjalan lurus dan langsung belok kekanan, dan langsung masuk keruangan paling ujung.
Mereka langsung masuk keruangan itu, ruangan yang tersusun rapi, dengan aroma khas obat-obatan.
Kevin langsung berjalan menuju sofa, tapi sebelum sampai ke sofa matanya menangkap sebuah foto yang terpajang di meja kerja Rangga, yang dimna disana terpampang jelas foto Dewi, yang tak lain adalah istrinya sendiri.
Ketika melihat hal itu kevin langsung mendekati meja kerja itu dan mengambil foto itu, sejenak ia memandangi foto itu dengan tatapan sulit di artikan, yang dimana difoto terlihat jelas wajah Dewi yang cantik sedang tersenyum manis, mungkin itu adalah salah satu foto supaya Rangga semangat bekerja.
plakkkkkkk
"kelakuan kayak anj*Ng tapi masih beraninya Lo pajang foto Dewi"teriak Kevin sambil melempar foto yang sedari tadi ditatapanya.
"santai Vin, tujuan kita kesini bukan untuk menghancurkan ruangan ini, tapi memberi pelajaran kepada si empunya ruangan"ucap Ryo yang melihat Kevin hendak menghancurkan barang-barang yang ada di meja kerja Kevin.
"sebaiknya kita tunggu siapa nama itu..?"ucap Ryo.
"dokter Rangga"ucap Remon.
"iyah, kita tungguh duluh dokter Rangga sampai masuk kesini, sebaiknya kita tunggu di sofa saja"ucap Ryo hendak menuntut Kevin ke arah sofa.
"kalian aja yang tunggu disnaa, aku akan menunggu disini saja"ucap Kevin sambil duduk dikursi kebesarannya Rangga lalu membelakangi meja kerja Rangga.
Sedangkan Ryo dan Remon hanya saling memandang, dan karna tak mau memaksa Kevin yang mood sedang tidak baik-baik saja, akhirnya mereka duduk di sofa.
Tak menunggu waktu lama Rangga sudh selesai melakukan pemeriksaan dan ia langsung berjalan menuju ruangannya tanpa tau kalau sudah ada seseorang yang menunggunya diruangan.
"wah ada tamu ternyata, maaf ini dengan siapa..?dan ada urusan apa datang ke ruangan saya..?"ucap Rangga ketika masuk keruangan yang kebetulan mata terpokus menatap ke arah sofa.
"dokter Rangga..?"ucap Ryo.
"iyh sya sendiri, ada apa iyh..?ada yang bisa saya bantu..?"ucap Rangga bingung, karna sebelumnya ia tidak kenal sama sekali sosok Ryo dan Remon sedikit pun.
"ada"bukan ryo atau pun Remon, melainkan Kevin lah yang menjawab.
"ada"ucap Kevin lagi sambil memutus kursi kebesaran Rangga.
"wahh Vin, sejak kapan disini? kenapa ngk kabarin..?"ucap Rangga sedikit terkejut setelah mengetahui sosok Kevin yang ternyata juga ada disana.
"sengaja"ucap Kevin sambil berdiri berjalan menuju sofa.
"dimana Dewi"tanya Kevin langsung to the point'
"Dewi"ucap Rangga mendadak gugup, untuk apa Kevin mencari dewi..?pikir Rangga.
"gue ngk mau mengulang pertanyaan yang sama"ucap Kevin dingin.
"saya tidak tau dimana Dewi, karna sudh hampir seminggu kami tidak bertemu"ucap Rangga sambil menutupi kegugupannya.
"Lo tau satu hal yang paling gue benci..?gue paling benci yang namanya kebohongan dalam bentuk apapun itu"ucap Kevin mulai tersulut emosi.
"santai dong Vin, siapa yang berbohong,memang aku tidak tau dimana Dewi sekarang, mungkin saja dia sedang bersama suaminya"ucap Rangga masih dengan posisi berbohong.
"anj*Ng Lo Bangs*k"bentak Kevin sambil menghadiahkan sebuah pukulan di pipi Rangga, dan karna tidak ada keseimbangan akhirnya rangga pun terjatuh, lalu ia memukul Rangga dengan membabi buta, sampa bibir Rangga mengeluarkan darah segar.
"Rangga"pekik suci yang ternyata baru sampai di ruangan Rangga.
"kamu ngk papa..?"tanya suci sambil membantu Rangga berdiri.
"maksudnya apa sih Vin..?ngomg yang jels dong, jangan main pukul aja"ucap Rangga masih mencoba tenang.
"Lo diam"ucap Ryo.
"jangan pura-pura bodoh Lo Bangs*k, sudh jelas-jelas satu hari yang lalu kau habis bertemu dengan Dewi, Lo bilang ngk pernh bertemu dengan Dewi..?"bentak Kevin mendorong tubuh Rangga.
"Vin.."
"diam Lo j*Lang, gue kira Lo sahabat terbaiknya Dewi, gue kira Lo wanita baik-baik, tapi nyatanya, Lo murahan"teriak Kevin memotong ucapnya suci.
"jaga mulut mu Vin, kalau ngomong itu mikir duluh"teriak suci.
"apa..?kenapa..?bukan yang sya bicarakan itu benar..?apa namanya kalau seorang perempuan yang hamil di luar nikah..?apakah masih layak sebagai perempuan baik-baik..?"teriak Kevin menatap tajam suci.
"aku bukan seperti itu, aku ngk ada hamil diluar nikah"teriak suci tak mau kalah, padahal dia sudah tau kemana arah pembicaraan Kevin.
"Lo tau ini rumah sakit suci, gue bisa cek sekarang juga, Lo dengan tidak tau malunya hamil anaknya Rangga, ank dari pacar sahabat Lo sendiri anj*Ng"teriak Kevin gemas melihat sikap suci.
"punya otak ngk sih Lo, munafik luar biasa, Lo sok dukung Dewi selama ini, selalu ada buat Dewi, selalu membantu Dewi, tapi apa..?Lo menusuk dia dari belakang, apa masih punya muka Lo kalau ketemu Dewi..?ucap Ryo mencela perdebatan Kevin dan suci.
"kalau pun saya hamil anak Rangga apa urusan dengan kalian..?kalian merasa dirugikan..?ngk kan..?jadi buat apa ngurusin hidup kita"ucap suci.
"karna Lo berurusan sama Dewi itu sama aja Lo berurusan sama gue, Ryo dan Remon"ucap Kevin "karna Lo sudh menghianati Dewi Lo harus berurusan sama gue"
"maksudnya apa Vin, asal kamu tau, bahkan Dewi aja tidak mengenal sedikit pun tentang kamu, dan kamu ngk ada hubungannya sama Dewi, kamu bukan siapa-siapa nya"ucap Rangga tak terima.
"ohhh iyh, apakah Lo sudah siap mendengar hubungan gue sama Dewi apa yang sebenarnya..?"ucap Kevin tersenyum licik.
"tentu siap, karna aku yakin kalian ngk ada hubungan apa-apa"ucap Rangga.
"stop panggil aku kamu, kita sudh orang asing, anggap saja gue smaa Devan dan Lo tidak pernh saling kenal"ucap Kevin.
"hanya seorang perempuan kamu rela mutuskan hubungan persahabatan kita yang sudh terjalin sekian lama Vin"ucap Rangga tak habis pikir.
"karna perempuan yang lo maksud adalah istri gue Bangs*k, perempuan yang lo hianatin istri gue anj*Ng",teriak Kevin membongkar hubungan dengan Dewi.
"kalau mimpi itu tidur duluh Vin, memang Dewi sudh menikah tapi suaminya bukan kamu"ucap Rangga terkekeh geli melihat kepercayaan diri Kevin.
"wah nantangin dia bah"ucap Ryo.
"bisa kali Vin pamer foto nikah duluh"ucap Remon lagi.
"kalau Lo masih belum percaya, alamat rumah dan kantor gue masih yang lama, nanti sya tunjukan buku nikah gue smaa Dewi"ucap Kevin "ini cukupkan membuat Lo percaya"ucap Kevin sambil memperlihatkan sebuah foto di ponselnya yang dimana disana terdapat foto pernikahannya dengan Dewi, dengan pose Kevin yang sedang mencium kening Dewi lengkap dengan Dewi yang berbusana gaun pengantin.
"Bangs*k, jadi suami Dewi itu lo, sekarang yang penghianat itu siapa..?Lo atau gue..?"teriak Rangga setelah melihat foto pernikahan kevin dan Dewi.
"kita sama-sama penghianat, bedanya gue menghianati sama sahabat gue sendiri, upss sorry, mantan sahabat maksudnya, sedangkan Lo menghianati kekasih Lo sendiri, upss sorry lagi maksudnya mantan kekasih Lo dengan menghamili sahabatnya sendiri"ucap Kevin yang membuat Rangga terdiam beribu bahasa, ia kalah telat dengan Dewi.
"diam kamu Vin, kamu ngk tau apa-apa tentang semua itu, ini urusanku dengan Dewi, ohh perlu aku kasih tau syaa sama Dewi belum putus"ucap Rangga.
"wahh masih berani dia Vin, bikin malu diri sendiri saja"ucap Remon tersenyum mengejek Rangga.
"Lo ngk lupa kan gue siapa..?mau gue perlihatan seperti apa Dewi memutuskan kamu secara tidak hormatnya, Lo gabtek atau ngimna..?ngk lihat video Lo masih viral di dunia Maya"ucap Kevin memandang remeh Rangga. "siapa yang bersujud di hadapan Dewi waktu itu, memohon supaya diberikan kesempatan"
Sedangkan suci hanya diam seribu bahasa, ia tidak menyangka kalau Dewi sudh menikah dan suaminya Kevin, padahal selama ini Kevin dan Dewi tidak ada kedekatan sedikit pun, bahkan mereka tidak saling mengenal, tapi apa..?nyata mereka sudh menikah bebrapa bulan lalu, dan ia sudh ketinggalan jauh tentang keadaan Dewi selama ini.
"kamu sudh menikah sma dewi..?kok bisa..?"ucap suci masih dalam mode terkejut.
"Lo ngk perlu tau kenpa gue sama Dewi bisa menikah, dan yang pasti aku menikahi Dewi bukan karna ia hamil di luar nikah"ucap Kevin sambil mengangkat bibirnya membentuk sebuah senyuman tipis.
"maksud Lo apa, jangan pernah Lo sentuh Dewi seujung rambut pun"ucap Rangga yang pemikiran sudh terlalu jauh.
"kenapa kalau gue sentuh, bukan kah Dewi itu halal buat gue..?Lo ngk lupa kan Dewi sudh menjadi istri gue beberapa bulan lalu..?jadi tidak menutup kemungkinan kalau gue menyentuh Dewi, gue bukan seperti Lo yang menyentuh wanita yang masih haram buat Lo"ucap Kevin menyindir Rangga.
"satu hal yang harus gue peringatkan smaa Lo, jauhi Dewi apapun itu, aku sudh cukup sabar selama ini ketika Lo smaa Dewi berpacaran yang saya harap Lo tidak akan menyakiti gadis itu, tapi saat ini sudh habis, kesabaran gue sudh habis ternyata Lo hanya pria pengecut"ucap Kevin setenang mungkin mencoba menguasai emosinya.
"Lo ngk lupa kan, saat ini Lo praktek dirumah sakit siapa..?masih mau jadi dokter atau ngk..?"ucap Rangga.
"dan Lo, satu hal yang harus Lo tau, anj*Ng aja milih-milih mencari tuannya, masak Lo ngk milih-milih mau di masukin siapa..?sama pacar sahabat sendiri aja mau dimasuki"ucap Kevin. "Lo hitung sebrapa banyak Lo membantu Dewi selama ini, mulai dari Lo mengenalnya sampai detik ini, ini kartu nama dan alamt kantor gue, gue ganti semua kerugian yang pernh Lo keluarkan kepada istriku, jadi ngk merasa Dewi punya hutang sama Lo dan Dewi pun ngk merasa hutang Budi sama Lo"ucap Kevin sambil melemparkan sebuah kartu nama ke wajah suci.
"cabut Gyus"ucap Kevin sambil meninggalkan ruangan itu.
"gue kira Lo sepolos wajah Lo, ternyata sana sini masuk"bisik Remon menyindir suci lalu berjalan mengikuti Kevin.