
"aku mohon, jangan lakukan itu ga"Isak Dewi, tiba-tiba saja wajah Kevin terlintas dibenaknya, wajahnya yang selalu menahan nafsunya supaya tidak menyentuh dirinya.
Dan sekarang dengan begitu mudah Rangga akan merenggut kesuciannya, ia tidak akan membiarkan itu terjadi, karna sejak memutus hubungan dengan Rangga, ia akan bertekad bahwa tubuhnya adalah milik suaminya, yaitu Kevin.
"baik aku tidak akan melakukan itu, tapi tidak tau untuk nanti malam, karna itu malam pertama kita"ucap Rangga akhirnya mengalah dan memakai baju dan celananya.
"segeralah bersiap, pelayan akan membantumu, jangan membantah Dewi"ucap Rangga "karna sekali sjaa kamu membantah, lebih dari yang tadi bisa aku perbuat"ucap Rangga sambil menggambil jasnya.
Setelah Rangga keluar dari kamar Dewi, bergantian dengan masuknya beberapa pelayan dan tukang make up yang siap membantu Dewi.
Sedangkan Dewi hanya menurut saja, tidak bisa berbuat apa-apa, dia tidak mungkin bisa kabur ditengah-tengah pelayan yang berlalu lalang di rumah itu.
Para pelayan membantu Dewi, mulai dari mandi hingga memakaiankan kebaya yang senada dengan warna jas yang Rangga kenakan.
"aihhh nona, janganlah menangis terus, make up akan luntur jika air mata nona keluar terus"ucap tukang make up karna melihat air mata Dewi yang terus keluar, sehingga membuat mereka sedikit kesusahan itu mengaplikasikan bedak ke wajah Dewi.
Sedangkan Dewi tidak menyahuti kekesalan tukang make up, ia melamun sambil menatap pantulan dirinya di depan kaca.
"ya Tuhan, tidak pernh aku berpikir sedikit pun untuk mempunyai dua suami, tidak pernah terpikir ku akan menikah dua kali di sisa hidupku, bantu aku Tuhan, aku tidak mau pernikahan ini terjadi"batin Dewi tak mampu menahan laju airnya matanya lagi.
"astaga nona, please jangan mempersulit kami"ucap tukang make up yang sudah jengah melihat air mata Dewi yang terus keluar.
"ehh maaf, aku tidak mendengar"ucap Dewi sambil menghapus sisa air matanya.
"aduh nona, jangan dihapus, kan make up di belepotan kayak gini"ucap tukang make up semakin kesal, karna Dewi mengusap pipinya sehingga membuat make up sedikit berantakan, dan menambah pekerjaan mereka.
Sedangkan Dewi hanya bisa menutup matanya ketika menyadari kesalahannya, ia tidak bermaksud ya menyusahkan para tukang make up itu, tapi air matanya lolos begitu saja, padahal Dewi sudh mencoba untuk menahan supaya tidak keluar.
Sedangkan pelayan hanya bisa menarik napasnya dan membuang secara kasar, mereka tau, tidak mudah di posisi Dewi, di paksa menikah padahl masih punya suami, karna sedikit banyak mereja sudh tau asal buasal Dewi, yang mereka dengar dari para pelayan di rumah itu.
*****
Tepat pukul dua belas pas, Dewi keluar dari kamar, dengan berpakaian kebaya yang senada dengan jas yang Rangga pakai, lengkap dengan mahkotah kecil Dewi kepalanya, rambutnya segaja di gulung sehingga memperlihatkan leher jenjang.
"untuk kedua kalinya aku memakai baju kebaya seperti ini, untuk kedua kalinya aku harus bertatap dengan seorang penghulu, Tuhan aku tidak sanggup"batin Dewi sambil menuruni tangga satu persatu, tanpa sadar air matanya lolos begitu saja, tapi pelayan yang mengapit Dewi langsung menghapus air matanya Dewi.
Semua mata pelayan dan para penjaga menatap takjub melihat penampilan dewi, walaupun hanya memakai baju kebaya sederhana dan make up tipis, tapi tidak mengurangi penampilan Dewi saat ini, bahkan sebuah senyuman tidak ada terpancar dari wajah Dewi, tapi kecantikkan tetap terpancar
Dewi menuruni tangga di apit oleh beberapa pelayan, disamping kiri kanan, dan belakang, dia menatap para tamu yang notabennya para pelayan dirumah itu dengan tatapan kosong.
Bahkan ia tidak menyadari ada Icha juga disana, menatap dirinya dengan senyum kemenangan
"aku menang Dewi, Kevin akan menjadi milikku seutuhnya tanpa ada kamu embel-embel istri"batin Icha menatap intens Dewi.
Perlahan tapi pasti, tanpa sadar Dewi saat ini sudah duduk manis di samping Rangga, karna tenggelam dalam lamunannya sehingga Dewi tidak menyadari kalau dirinya sudh berada disamping Rangga.
"tinggal selangkah lagi, kamu akan menjadi milik ku Dewi"batin Rangga.
"Kevin kamu jauh ketinggalan dibelakang ku, Dewi sekarang menjadi milikku"batin rangga sambil menggenggam tangan Dewi dibawah meja akad tapi Dewi langsung melepas paksa genggaman itu.
"karna pengantin wanita sudh berada disini, boleh kita mulai acaranya"ucap penghulu menatap Dewi dan Rangga secara bergantian.
"boleh pak, silakan"ucap Rangga dengan rona wajah bahagia.
"untuk mempelai wanita, ada yang perlu ada sampaikan"ucap penghulu yang melihat Dewi yang terus menundukkan kepalanya.
Sedangkan Dewi hanya menunduk dan tak menjawab pertanyaan penghulu.
"angkat kepala mu, jika tidak aku bisa memperkosa di tempat ini"bisik Rangga.
"bagaimana mana nona..?"tanya penghulu sekali lagi.
"boleh saya izin ke toilet sebentar..?"tanya Dewi sambil mengangkat kepalanya.
"boleh, silakan"ucap penghulu "tolong dibantu"
"pelayan"ucap Rangga "jangan mencoba untuk kabur Dewi, karna kalau kamu kabur, bukan cuma kamu yang aku perkosa, si Dinda aku aku hancurkan"bisik Rangga lagi.
Saat ini Dewi sudah berada di toilet, dengan beberapa pelayan yang menunggunya diluar kamar mandi, sedangkan Dewi dikamar mandi, bingung mengepresikan wajahnya, mau menangis pun, air matanya sudah tidak ada, mau kabur pun, tidak ada jalan keluar, bahkan pentilasi kamar mandi pun tidak ada.
"nona apa semua baik-baik saja"teriak pelayan, karna sudah hampir setengah Dewi berada dikamar mandi.
"maaf menunggu lama"ucap Dewi keluar dari kamar mandi.
"tidak masalah nona, yang penting keadaan nona baik-baik saja"ucap pelayan "mari, kita langsung ke meja akad saja"
"sudah bisa kita mulai..?"tanya penghulu, lagi dan lagi bukan Dewi menjawab tapi hanya Rangga seorang.
"baik lah, saudara Rangga, jabat tangan saya"ucap penghulu
"saya t'rima nikah dan kawinnya Dewi Sartika Gabriela Adijaya dengan mas kawin tersebut dibayar tunai"ucap Rangga dengan sekali tarikan napas.
"bagaimana para saksi"ucap penghulu.
"berhenti"suara Barito yang tiba-tiba muncul dari pintu utama sehingga membuat genggaman tangan rangga dan penghulu terlepas seketika.
"pernikahan ini tidak bisa dilanjutkan"bentaknya sambil berjalan menuju meja akad.
Sedangkan para saksi yang mendengar suara itu, langsung menoleh secara bersamaan, tak terkecuali rangga dan penghulu, tapi tidak dengan Dewi, bahkan ia tidak mendengar suara barito itu karna tenggelam terlalu dalam dengan lamunannya.
"Kevin"guman Rangga menyadari siapa yang berjaln mendekati.
"kurang ajar Lo Rangga"bentak Kevin sambil membalikan meja akad itu, dan seketika itu juga Dewi tersadar dari lamunannya, dan menatap si empedu yang membalikan meja akad.
"ke... Kevin"guman Dewi sambil berdiri.
"wi, kamu ngk papa sayang"ucap Kevin langsung menarik Dewi kedalam dekapannya.
"aku takut Vin, dia ingin menikahi ku, dia ingin memperkosa aku dan Dinda"ucap Dewi menangis sejadi-jadinya di dalam dekapan Kevin. "aku ngk mau nikah lagi Vin, bawah aku pergi jauh dari sini"ucap Dewi sesungukan.
"iyh sayang, aku akan membawamu sejauh mungkin dari sini, jangan takut lagi"ucap Kevin mempererat pelukannya kepada Dewi, karna menyadari tubuh Dewi yang bergetar hebat.
"lancang sekali kau menghancurkan acara ku Kevin"ucap Rangga menatap tajam Kevin.
"kenapa..?terserahku"ucap Kevin sambil menyembunyikan Dewi dibelakangnya.
"tinggal selangkah lagi Dewi akan menjadi milikku"bentak Rangga.
"terus aku diam aja, melihat istriku di paksa menikah begitu"ucap Kevin.
brukkk brukkk brukkk.
Tanpa ampun Kevin memukul wajah Rangga, ia tidak memberikan kesempatan Rangga untuk membalas pukulannya.
"dasar manusia tidak punya otak, berani-beraninya kamu menyentuh Dewi sampai memaksanya menikah"bentak Kevin lagi sambil memukul Rangga membabi buta.
Sedangkan Dewi sudah diamankan Daffa ke dalam mobil, disana ada beberapa bodyguard yang stay menjaga diluar.
Kevin terus memukul Rangga, dan para penjaga yang menjadi saksi pernikahan itu tidak ada yang berani menghentikan aksi Kevin.
Siapa yang tidak mengenal sosok Kevin, si pengusaha sukses di usia mudah, si pengusaha sukses yang mempunyai sikap kejam, mematikan lawan tanpa ampun, bahkan lewat tatapannya sekalipun bisa membuat lawannya mati berdiri di tempatnya, itulah sebabnya kenapa Kevin sangat di segani di berbagai kalangan.
"aku tidak akan mengampuni mu, apapun yang terjadi, kamu harus habis secara perlahan ditangan ku"ucap Kevin.
"duluh memang aku tidak berbuat terlalu jauh ketika kau menghianati Dewi, tapi sekarang, sejauh apapun kau pergi akan ku kejar, sekali pun ke lubang semut"ucap Kevin lalu memukul wajah Rangga.
"akan aku pastikan , kau sendiri yang mengali kuburan"ucap Kevin sambil menendang dada Rangga yang kelihatannya sangat pelan.
"Daffa, bereskan dia, pastikan dia tidak meninggal, karna aku akan bermain-main sebentar dengannya"teriak Kevin setelah melihat Rangga benar-benar tidak sadarkan diri"bawah dia ke markas"
Hancur sudah, kondisi Rangga sangat hancur, bentuk wajah yang tidak berbentuk, dan bagian hidung yang terus mengeluarkan darah tanpa berhenti, jas yang berwarna putih berubah menjadi warna merah, bercak darah dimana-mana, bahkan setelah Kevin menendang dada Rangga, ia langsung muntah darah.
Ryo dan Remon menatap geri aksi brutal Kevin, yang dimana Kevin seperti seekor singa yang memangsang musuhnya secara brutal, jika tidak mengingat kondisi Dewi, mungkin Kevin bisa saja memutus napas Rangga seketika itu juga.
"baik tuan, akan saya bereskan"ucap Daffa "bawah di kedalam mobil"ucap Rangga kepada anak buahnya.
"Ryo, Remon, kita pergi"ucap Kevin dingin lalu pergi meninggalkan acara itu.
Kevin langsung masuk kedalam mobil, dimna Dewi berada, dan disana sudah ada suci yang menjaga Dewi.
"Dewi kenapa..?"ucap Kevin khawatir.
"dia pingsang, sepertinya dia kelelahan menangis dan langsung pingsang, aku mau bawah kerumah sakit, tapi aku menunggu keputusan darimu"ucap suci.
"pindah kedepan"ucap Kevin sambil memberikan ruang kepada suci supaya bisa turun dari mobil.
"ryo, Remon, kalian bantu Daffa saja membereskan si biadab itu, tungguh perintah dari baru kalian bertindak"ucap Kevin "kerumah sakit sekarang pak"
"uhh malangnya nasip Dewi, dinikahi Kevin yang awalnya hanya ingin balas dendam dan diawal pernikahan harus disiksa duluh, dan sekarang hampir menikah lagi dengan Rangga, susah memang kalau mempunyai wajah cantik seperti ini, bahkan akan lebih susah lagi suaminya"guman Ryo menatap mobil yang membawa Dewi melaju dengan cukup tinggi.
"tak lupa, ia juga sempatnya dinyatakan meninggal dunia karna ulah Kevin"ucap Remon mengingatkan penderitaan Dewi yang tertinggal.
"tuan, mari kita pergi dari sini, Rangga sudah ada di dalam mobil"ucap Daffa membuyarkan gumanan Ryo dan Remon.
"baiklah, ayo kita langsung ke markas saja"ucap Ryo berjalan menuju mobil diikuti Remon dan Daffa.