Pernikahan Puncak Balas Dendamku

Pernikahan Puncak Balas Dendamku
bab 116


Tanpa mereka sadari tiga pasang mata menatap mereka dari kejauhan, mereka terus menyaksikan perdebatan mereka, bahkan ketiga manusia itu mendengar dengan begitu jelas perdebatan mereka.


"jangan kesana duluh Vin, biarkan mereka berbicara"ucap Ryo menahan Kevin yang hendak berjaln mendekati Dewi dan kleven.


"istri sedang diganggu pria lain, masak aku diam saja seperti ini"ucap Kevin menatap tajam Ryo.


"iyh aku tau, tapi apa kamu tidak penasaran dengan masa lalu mereka..?kenapa Dewi sebegitu menghindari kleven..?"ucap Ryo menatap Kevin.


"iyh, jika di lihat-lihat dari sikap dewi,pasti hubungan mereka duluh sangat rumit, aku yakin mereka tidak hanya sekedar putus tapi sepertinya mereka mempunyai maslaah yang cukup besar"ucap Remon menyetujui ucapan Ryo.


"jika nanti kleven berbuat macam-macam sama Dewi, maka kita langsung bertindak, makaya kita mengikuti mereka"ucap Remon lagi.


Sedangkan kevin hanya diam sjaa, sejujurnya ia juga sangat penasaran seperti apa masa lalu Dewi, kenapa Dewi sebegitu bencinya kepada kleven.


"tapi Dewi, kejadiannya tidak seperti yang kamu pikirkan"ucap kleven.


"mau seperti kejadiannya aku tidak peduli lagi, karna pada kenyataan semua sudah terjadi, dan kamu pasti sudah sangat tau stigma apa yang keluar setelah kejadian itu"ucap Dewi.


"dengan kamu menjelaskan kejadian sebenarnya tidak akan mengubah segala sesuatu ven"ucap Dewi hendak berjlan meninggalkan tempat itu, karna saat ini mereka benar-benar menjadi pusat perhatian.


"jangan kamu memancing aku berbuat kasar Dewi, aku baik-baik meminta waktu mu untuk berbicara, tapi kamu malah menghindar terus dari ku, aku hanya ingin meluruskan semua kejadian itu Dewi"ucap kleven menghentikan langkah Dewi.


"mau kamu berbuat kasar seperti apapun tetap sama ven, kamu tidak bisa merubah kejadian itu kan"ucap Dewi yang membuat kleven diam seketika, benar sekali sampai kapan pun ia tidak akan bisa merubah kejadian beberapa tahun silam, jangan untuk merubah mengingat hal itu pun terkadang ia merasa jijik sendiri.


"iyh aku tau, tidak ada yang bisa dirubah lagi, tapi pemahaman mu tentang kejadian sangat jauh melenceng dari kejadian sebenarnya, makaya ayo kita berbicara empat mata, meluruskan semua yang pernah terjadi"ucap kleven.


"kenapa..?apakah kejadian sebenarnya lebih menjijikan dari kejadian yang aku ketahui"ucap Dewi dan lagi-lagi membuat kleven tak sanggup berbicara apa-apa.


Sedangkan Dewi hanya tersenyum getir melihat kleven diam seribu bahasa.


"harus seperti apa aku, supaya kamu mau berbicara dengan ku"ucap kleven.


"setelah kita berbicara empat mata, tolong berhentilah mengangguku, tolong berhenti menatap ku terus menerus, karna sejujurnya aku sudh sangat-sangat risih dengan keberadaanmu"ucap Dewi "aku tungguh ditaman samping kampus"


Dewi berjalan meninggalkan tempat itu berjalan menuju lift untuk turun kebawah, diikuti kleven dari belakang.


Seperginya kleven dan Dewi, dengan begitu sigap Kevin dan teman-temannya mengikuti Dewi.


Setelah mendengar perdebatan mereka, semakin menimbulkan banyak pertanyaan di benat mereka, apa masalah masa lalu kleven dan Dewi..?sebesar apa masalah mereka..?kenapa Dewi begitu engga ketika kleven ingin meluruskan kejadian itu..?kenapa raut wajah Dewi berubah ketika kleven berbicara soal kesalahpahaman..?semua pertanyaan-pertanyaan itu muncul begitu sjaa dan membuat rasa penasaran mereka semakin besar.


Mereka terus mengikuti kleven dan juga Dewi, persis seperti detektif yang sedang mengikuti tersangka.


Kini Dewi dan kleven sudah berada disebuah taman samping kampus, taman itu cukup sepi, mengingat mahasiswa kelas pagi dan sudah pada pulang sedangkan mahasiswa kelas siang sudah masuk kelas, cukup nyaman jika mereka berbicara serius disana, kalau pun ada mahasiswa itu pun hanya satu dua orang saja yang berlalu lala.


Kevin dan teman-temannya duduk disebuah gazebo tak jauh dari gazebo yang Dewi dan kleven tempati, hanya terhalang satu gazebo saja.


Tapi entah kenapa kleven mau pun Dewi tidak menyadari mereka, atau mungkin Dewi yang sudah tidak mood sehingga tidak menyadari sekitarnya.


"katakan"ucap Dewi stelah beberapa saat yang ada hanya keheningan semata.


"sebelum aku minta maaf, aku..."


"katakan langsung ke intinya"ucap Dewi dingin memotong ucapan kleven.


"ok, bukan aku yang menyuruh Dion mengambil video itu, itu hanya inisiatif mereka sendiri"ucap kleven.


"video..?video apa..?"ucap Ryo dari seberang gazebo.


"diam duluh, kita dengar sampai akhirnya"ucap Remon, sedangkan Kevin hanya diam saja menyimak pembicaraan mereka, sejujurnya ia juga penasaran video apa yang Dewi maksud, apakah video itu begitu berbahaya sehingga membuat Dewi semarah itu..?.


"video yang mana..?berbicara jangan berbelit-belit ven"ucap Dewi berusaha tegar.


"ohh video itu, aku sudah melupakan itu semua kok, jadi kamu ngk usah di perpanjang lagi"ucap Dewi mengalihkan tatapannya.


Supaya kleven tidak melihat kalau matanya sudah berkaca-kaca hendak menangis, entahlah ketika mengingat kejadian saat itu Dewi merasa hidup sangat-sangat hancur bukan main.


"aku tidak bermaksud memperpanjang Dewi, aku hanya meluruskan kesalahpahaman ini"ucap kleven mencoba mendekati Dewi.


"apa yang mau kamu luruskan ven, semua sudah jelas, bahkan sampai kamu luruskan ke negara seberang pun tidak ada artinya faktanya memang sudah begitu"ucap Dewi "stop jangan mendekat lagi"


"tapi bukan aku yang merekam itu Dewi, Dion, itu hanya inisiatif mereka"ucap kleven.


"tapi nyatanya kamu sendiri yang menyebarkan video ketika aku sedang berganti baju diruang ganti kleven"bentak Dewi "aku tidak peduli siapa yang merekam itu, aku hanya kecewa yang menyebarkan video itu adalah tangan pacar aku sendiri pada saat itu"


"aku kecewa, marah, yang dimana kamu pacarku sendiri tapi kamu ikut terlibat dalam hal itu, kalau kamu syaang sama aku dan kamu tau isi video itu aib aku harusnya kamu marah, tapi ini..?kamu malah yang menyebarkan, kurang sakit dimana lagi aku..?"


"bukan aku yang menyebar wi, aku difitna"ucap kleven membela diri.


"bukan kamu bagaimana, sudah terpampang dengan jelas nomor ponselmu sendiri yang mengirim video itu ke grup kelas kalian"ucap Dewi. "aku ngk bodoh ven, aku nyata melihat nomor yang mengirim video itu adalah nomor pribadi kamu, terpampang dengan jelas namamu disitu sebagai pengguna akun itu"


"iyh aku tau, tapi itu bukan aku yang mengirim, ponsel aku dibajak pada saat itu Dewi"ucap kleven membela diri.


"ohh iyh, dibajak..?siapa yang membajak ponsel mu..?pembantu kalian..?atau satpam komplek kalian..?jangan kamu pikir aku tidak tau kalau kamu berbohong, kalaupun ponselmu dibajak, kenapa setelah ponsel itu ditanganmu kamu tidak menghapus video itu..?nyatanya sampai 48 jam video itu masih ada disna"ucap dewi yang membuat kleven diam seketika.


"kenapa kamu diam..?kamu mau bilang kalau ponselmu hilang..?atau kamu mau bilang video itu tidak bisa dihapus lagi..?ohh atau kamu mau bilang kamu khilaf"ucap Dewi menatap kleven dengan penuh kebencian.


"ok aku minta maaf, aku hanya lal..."


"kamu hanya lalai sehingga tidak menghapus video itu, begitu kan yang mau kamu katakan "ucap Dewi memotong ucapan kleven.


"tapi setelah itu aku sudah menghapus video itu wi, bahkan aku sudah menghapus video itu dari media sosial, papa sudah memblokir linknya sejak saat itu juga"ucap kleven.


"kamu menghapus video itu setelah 48 jam, dan papamu baru memblokir link video itu setelah satu Minggu, untuk apa lagi..?untuk apa papamu memblokir video itu, setelah seluruh dunia melihat begitu dengan jelasnya aku berganti baju disna, setelah seluruh dunia melihat bagaimana lekuk tubuhku pada saat itu, kalian baru bertindak!! trus apa pengaruhnya buat aku ven, ngk ada"teriak Dewi.


"kamu pacar aku pada saat itu ven, tapi kenapa kamu sendiri yang menginjak-injak harga diri aku, kenapa kamu sendiri yang membuat tubuhku sebagai bahan tontonan dunia"teriak Dewi tepat di depan wajah kleven.


"aku tidak bermaksud seperti itu Dewi"ucap kleven.


"tidak bermaksud bagaimana"bentak Dewi "tidak bermaksud bagaimna mana ven, ayo jawab"


"kamu tau binatang..?sejak video itu menjadi konsumsi publik, sejak saat itu juga aku sama persis seperti binatang, tidak punya harga diri"teriak Dewi.


"kamu tau posisi aku pada saat itu, aku harus dihina satu komplek perumahan, aku dihina habis-habisan sama keluarga, bahkan setelah aku pindah sekolah tidak ada yang berubah, bahkan satu sekolah menghina ku, aku sakit ven, aku bingung harus berbuat apa, aku seperti seekor binatang yang tidak mempunyai harga sedikit pun, dan asal kamu tau, binatang aja ada harganya ven, berarti aku sudah lebih dari binatang"ucap Dewi meluapkan semua keadaannya setelah kejadian itu, kejadian yang dimana ia berada di titik paling rendah bahkan lebih rendah, kejadian dia dianggap hanya sebagai butiran debu yang membuat sakit mata.


"aku minta maaf wi, aku salah, tapi asal kamu tau, aku tidak bermaksud untuk menyebarkan video itu, bahkan pihak keluarga ku pun mencoba memblokir linknya dengan cepat, tapi memang susah sekali pada saat itu"ucap kleven.


"tidak ada gunanya kamu meminta maaf kepada ku ven, tidak ada gunanya kalian memblokir link itu, semua sudah terjadi, aku sudah hancur sehancur-hancurnya"teriak Dewi.


"aku minta maaf wi, aku menyesal"ucap kleven.


"kamu menyesal, tapi nyatanya kau masih menyimpang video itu sampai sekarang kleven"bentak Dewi.


"aku tidak ada menyimpan video itu lagi Dewi, sudah ku hapus"ucap kleven.


"aku pacaran sama kamu hampir dua tahun, dan aku sangat hapal dengan otak busuk kamu, ngk mungkin kamu tidak menyimpang video itu, ngk mungkin salah satu dari teman-temanmu tidak menyimpang video itu"


"aku salah apa sih sama kamu ven..?atau memang duluh kamu mengejar aku bukan karna cinta..?tapi karna maksud tertentu, kamu pikir aku ini perempuan apa sih ven..?apakah aku sehina itu dimata kamu dan teman-temanmu pada saat itu..?apakah aku tidak ada harganya sedikit pun sehingga kalian tega merekam aku ketika berganti pakaian..?kamu bisa merasa ngk posisi pada saat itu..?ngk kan!! bahkan setelah kamu mengirim video itu kamu hilang bak ditelan bumi, dan sekarang kamu kembali dan ingin meluruskan..?apa yang mau kamu luruskan"teriak Dewi, ia sudah cukup muak karna yang keluar dari mulut kleven sejak tadi hanya maaf dan meluruskan saja.


"andaipun kamu bisa meluruskan semua kejadian itu, tidak akan berubah keadaan dan tidak akan berubah isi dari video itu, terpampang dengan jelas di dalam video itu aku sedang berganti pakaian tanpa wajah yang diblur sedikit pun, dan seluruh penghuni dunia ini tau aib seorang Dewi Sartika Gabriela Adijaya yang mana"teriak Dewi