Pernikahan Puncak Balas Dendamku

Pernikahan Puncak Balas Dendamku
bab 103


"dari mana"ucap Dewi ketika melihat Kevin sudah ada dihadapan, ternyata sebelum Kevin kembali, Dewi sudah bangun karna kebelet.


"dari kantor syang"ucap Kevin berbohong, tidak mungkin ia mengatakan habis bertemu dengan rangga, bisa-bisa Dewi kembali teriak histeris.


"sudah selesai kerjaannya"ucap Dewi.


"sudah tadi, di bantu Ryo sama Remon"ucap Kevin yang kebetulan Ryo dan Remon baru saja masuk keruangan Dewi.


"kok tumben mereka...."


"hallo Dewi, ngimna keadaan kamu..?"ucap Ryo memotong pertanyaan Dewi, dan hal membuat Kevin bernapas lega, sehingga ia tidak harus berbohong lagi mencari jawaban untuk pertanyaan Dewi selanjutnya.


"Alhamdulillah sudah baikan kok, palingan besok bisa pulang kan"ucap Dewi menatap Kevin.


"iyh syang, besok bisa pulang, makaya hari ini kamu istirahat yang banyak, supaya besok bisa pulang"ucap Kevin mengelus lembut rambut Dewi.


Akhirnya mereka mengobrol diruangan Dewi, lebih tepatnya Ryo dan Remon saja di sofa sedangkan Kevin membantu Dewi untuk makan dan ketoilet.


"permisi tuan, di luar ada seorang perempuan hamil ingin bertemu dengan nona Dewi."ucap bodyguard.


"siapa.?"ucap Dewi.


"tidak tau nona, tapi wanita itu sedang hamil besar"


"suruh saja dia masuk"ucap Kevin, sedangkan bodyguard nya hanya mengangguk lalu keluar dari ruangan.


"siapa..?ucap Dewi.


"suci syang"ucap Kevin "boleh dia masuk..?"tanya Kevin lagi karna melihat Dewi hanya diam saja.


"boleh"ucap Dewi tersenyum sambil menerima jeruk dari tangan Kevin.


"malam"ucap suci masuk ke dalam ruangan Dewi, mendengar suara itu perhatian Ryo dan Remon yang sedang bermain game langsung tertuju ke arah pintu masuk.


Suci cukup gugup sekali, karna sejak kejadian di mana ia menghianati Dewi dan sejak itu juga mereka tidak pernh bertukar kabar, hingga mereka dipertemukan kembali disituasi yang berbeda, yang dimna keadaan suci dengan perut besar, sehingga dia cukup malu kalau ingin bertemu dengan Dewi.


"malam"ucap Dewi tersenyum


"Hay ci, sini"ucap Dewi.


"Hay wi, ngimna keadaannya, sudah sehat kan..?"tanya suci sambil meletakkan beberapa jenis buah-buahan buat Dewi.


"seperti yang kamu lihat, aku sudah baikan"ucap Dewi menatap sekilas perut buncit suci.


"maaf iyh, kalau aku menganggu kalian"ucap suci yang menyadari Dewi menatap perutnya, ia tau kalau Dewi bakal risih mengingat itu adalah hasil dari perselingkuhan dengan Rangga.


"ngk kok, ngk nganggu smaa sekali"ucap Dewi "ngimna keadaan kandungan kamu..?jenis kelaminnya apa..?"ucap Dewi sambil mengelus perut buncit suci.


"baik kok, belum tau, soalnya belum periksa jenis kelaminnya"ucap suci, mendadak badannya bergetar ketika Dewi mengelus perutnya.


"ngimna rasanya hamil..?kamu pernah mual ngk sih, kayak ibu-ibu pada umumnya"ucap Dewi antusias.


"mual sih ngk terlalu, cuma pas paginya aja sedikit mual"ucap suci.


"boleh aku peluk kamu..?"ucap suci, entah kenapa ia ingin sekali memeluk Dewi, mungkin karna sudah lama mereka tidak berkabaran, sehingga membuat suci rindu dengan pelukan hangat Dewi.


"tentu"jawab Dewi sambil menarik tubuh suci kedalam dekapannya.


"maaf wi, aku sudah jahat banget sama kamu, dan aku minta maaf, baru sempat temuin kamu dan minta maaf, aku cukup malu wi"ucap suci memeluk erat tubuh Dewi.


"ngk papa ci, aku sudah melupakan itu semua, kamu juga, harus melupakan kejadian itu"ucap Dewi sambil melepaskan pelukannya.


"jadi pengeng hamil deh, pasti sangat menyenangkan"ucap Dewi dengan polosnya dan lagi-lagi sambil mengelus perut suci.


huk huk huk


Mendengar pernyataan polos Dewi, seketika Kevin langsung tersedak air minum, yang kebetulan ia berada disamping Dewi sedang minum lebih tepatnya di depan lemari kecil disamping ranjang Dewi.


"hati-hati Vin minumnya"ucap Dewi menatap Kevin.


"bukan karna minum aku kesedak, tapi karna ucapan mu syang"batin Kevin.


Kalau saja disana tidak ada teman-teman nya sudah dipastikan ia akan menerkam Dewi pada saat itu juga.


Seketika wajah Kevin merah padam ketika Ryo dan Remon menatapnya dengan tatapan yang susah diartikan.


"apa..?"ucap Kevin menatap Ryo dan Remon karna menatapnya dengan menaik turunkan alisnya.


"wahh kode tuh Vin, ayo dah kasih kita keponakan"ucap Ryo segaja menggoda kevin.


"diam"ucap Kevin menutup ke gugupannya, tiba-tiba saja dia salting.


"ngk usah salting begitu, biasa aja kali, udah suami istri juga"ucap Ryo tertawa melihat Kevin yang salting.


"masalah kami ini suami istri yang berbeda"batin Kevin berteriak.


"kenapa Vin, aku salah ngomong kah atau emng aku ngk bisa hamil, kok mereka tertawa sih"ucap Dewi yang masih belum menyadari keinginannya.


"astaga sayang, kamu ngk salah ngomng kok, iyh nanti kamu pasti hamil kok, tapi yang sabar iyh"ucap Kevin lembut, sambil mengelus rambut Dewi.


"what"pekik Ryo "Dewi masih peraw*n..?kalian sudah lama menikah tapi kalian belum melakukan nya..?"pekik Ryo.


"Lo normal apa ngimna sih Vin, istri secantik Dewi bisa kamu tahan..?wahh gila lu, ngk normal"ucap Ryo tak habis pikir.


"kalian betulan sudah nikah ngk sih..?"ucap Remon mulai meragukan pernikahan Kevin dan Dewi.


"gue salut sama Dewi, sudah menikah aja masih bisa menjaga mahkotanya, padahal sudah punya suami dan sudah selayaknya mereka melakukan itu, ternyata Dewi adalah seorang perempuan mahal"batin suci.


Sejenak ia menyadari kebodohannya yang sudah kehilangan mahkota di luar nikah, bahkan mengandung di luar nikah, ia sangat menyesal, andai waktu bisa diulang, ia tidak akan mau jatuh cinta kepada Rangga yang tidak mau bertanggung jawab kepadanya.


"mau aku tunjukan buku nikah kami..?biar kalian percaya..?Dewi terlalu menjaga diri"ucap Kevin menatap tajam Ryo dan Remon.


"bukan Dewi yang terlalu menjaga diri, tapi Lo nya aja yang tidak bisa menaklukkan Dewi"ucap Ryo "iyh ngk wi..?"


"apaan sih kalian, aku cuma bercanda aja tadi"ucap Dewi setelah menyadari maksud dari omongannya.


"tapi kalau kamu hamil juga ngk papa syaang, malah aku akan menjadi laki-laki paling bahagia"ucap Kevin.


"ihhh kevin, diamlah, itu privasi sayang"ucap Dewi kesal.


Lagi dan lagi pipi Kevin berubah menjadi merah padam dan panas ketika begitu dengan jelasnya Dewi memanggilnya dengan sebutan sayang, pertama kalinya mulut manis Dewi memanggil dirinya syang, setelah mereka saling mengenal bahkan sampai menikah.


"santai aja tuh muka, ngk usah salting begitu"ucap Ryo.


"apaan sih kalian nih, sebaiknya kalian pulang aja sudh malam ini"ucap Kevin.


"sudah malam kah atau supaya kalian bisa berduaan"ucap Ryo lagi.


"Dewi mau istirahat, sana kalian pulang, dan sebelum kalian pulang, antarkan suci pulang duluh"ucap Kevin mendorong Ryo dan Remon kearah pintu keluar, dan di ikuti suci dari belakang.


Sedangkan Ryo dan Remon hanya terkekeh geli melihat sikap Kevin yang salting, hanya karna Dewi memanggilnya sayang, sangat sederhana sih, tapi mampu membuat Kevin yang begitu dingin, arrogan dan kejam bisa salting seketika.


"heran, punya teman kok ngk bisa mengerti situasi sih"ucap Kevin kesal karna Ryo dan Remon tak henti menggodanya.


"sayang, minum obat duluh, biar cepat sembuh"ucap Kevin sambil berjaln mendekati ranjang Dewi.


"ngk ahh, aku sudah sembuh dan ngk usah minum obat lagi"ucap Dewi "lagian obatnya pait tau"


"kalau manis itu gula sayang, ayo sekarang minum obat"ucap Kevin sambil mempersiapkan obat untuk Dewi minum.


"ngk mau Kevin"rengek Dewi.


"ayo dong syang, katanya mau hamil, emng kamu bisa hamil kalau terus sakit"ucap Kevin menatap Dewi sambil menaik turunkan alisnya.


blusss


Mendengar ucapan Kevin seketika wajah Dewi bersemu merah, ia bahkan sudah melupakan keinginannya tadi, tapi Kevin malah mengingatkan kembali.


"ehh mau gapain..?"ucap Dewi gugup ketika tiba-tiba saja Kevin mendekat wajahnya.


"mau bikin kamu hamil, sesuai permintaan ibu negara"bisik Kevin.


"ngk usah ngadi-ngadi, ini rumah sakit, lidah ku cuma keseleo tadi"ucap Dewi gugup sambil menyentil kening Kevin.


"sayang, sakit tau"ucap Kevin sambil memegang keningnya.


"siapa suruh jailin aku"ucap Dewi sambil merebahkan tubuhnya.


"jadi kamu mau ngk hamil anak aku"ucap Kevin.


"kita sudah suami istri, yang pastinya aku akan hamil anak kamu juga kan, ngk bisa ditolak"ucap Dewi menutup kegugupan.


"ikhlas ngk hamilnya"ucap Kevin lagi


"mmm"jawab Dewi mengalihkan pandangannya, yang pasti wajahnya sudah sangat merah padam saat ini.


"kamu mau makan pisang kah..?"ucap Kevin mengalihkan percakapan.


"boleh"ucap Dewi tersenyum.


"bentar iyh, aku buka duluh"ucap Kevin sambil membuka kulit pisang, dan tanpa sepengetahuan Dewi, ternyata Kevin segaja meyelipkan beberapa butir obat di beberapa bagian pisang, Lalu ia memberikan kepada Dewi.


"Kevin pisangnya pahit"rengek Dewi.


"iyh syang, soalnya ada obatnya ku masukkan kesna"ucap Kevin lembut.


"tolong tisu"ucap Dewi.


Tapi kevin bukan memberikan tisu, ia malah memengang kedua pipi Dewi dan mencium bibir Dewi, hanya menempel saja tanpa *******.


"jangan dibuang, telan aja, tanggung sudah sampai mulutnya"ucap Kevin sambil menempelkan bibirnya ke bibir Dewi.


Sedangkan Dewi yang dilanda keterkejutan secara perlahan ia mulai menekan pisang yang bercampur obat itu.


"sudah..?"tanya Kevin dan di anggukan oleh Dewi.


"nih minum duluh, habis tuh istirahat"ucap Kevin sambil memberikan Dewi minum dan membantu gadis itu merebahkan tubuhnya di ranjang.