Pernikahan Puncak Balas Dendamku

Pernikahan Puncak Balas Dendamku
bab 61


“harusnya kamu bersyukur uang bulanan kamu masih syaa jalankan, saya tau kamu ngk ada pemasukan dari mana-mana selain dari uang bulanan dari sya dan dari hasil jual tubuh kamu, jadi jangan pernh macam-macam kalau kamu masih ingin uang itu tetap berjalan”ucap Kevin lalu meninggalkan restoran itu bergejar Dewi.


Sampai diluar restoran Kevin langsung mencari sosok Dewi yang sudh tidak ada lagi batang hidungnya.


“Kemana lagi anak itu, cepat banget hilangnya”guman Kevin.


Lama mencari-cari sosok Dewi, mata Kevin menangkap sosok perempuan yang baru sjaa keluar dari restoran.


“Dari mana aja sih, aku cari-cari juga dari tadi”ucap Kevin kesal yang ternyata sosok itu adalah Dewi.


“Dari toilet tadi, lagian siapa suruh kamu cari-cari aku”ucap Dewi dingin “urusin duluh ngih kekasih kamu sana, jangan sampai keluar lagi di mulutnya kata-kata yang menyakiti orang lain”ucap Dewi menyindir Kevin.


“Mantan kekasih”ucap Kevin menjelaskan status hubungannya bersama Icha.


“Bodohlah apa, aku mau pulang ngantuk”ucap Dewi hendak meninggalkan Kevin dan mencari taksi.


“Kita pulang sama-sama, tungguh Daffa duluh, dia kejebak macet nih”ucap Kevin menahan tangan Dewi dan menuntun gadis itu duduk dikursi dan Kevin pun mendudukkan diri disamping Dewi.


Ditengah-tengah menunggu Daffa seketika mata Dewi memandang ke arah samping dan lagi-lagi matanya menangkap sosok yang pernh ia lihat di rumah sakit.


“Mereka lagi, tapi siapa wanita itu”batin Dewi sambil memusatkan penglihatannya.


“Kenapa sosok itu ada dimana-mana, ngk boleh dibiarkan aku harus segera menyelidiki, pokoknya aku harus kerumah sakit tempat ia praktek besok”batin Dewi melamun.


“Dewi ayo pulang, si Daffa sudah datang”ucap Kevin membuyarkan lamunan Dewi.


“Ahh iyh kenapa.”ucap Dewi terkejut dari lamunannya.


“Pulang sayang”ucap Kevin membantu Dewi berdiri dan mengiring gadis itu ke mobil disana sudh ada Daffa menunggu mereka.


Di dalam mobil hanya ada keheningan, Dewi yang sibuk memikirkan sosok yang ia lihat di sekitaran restoran, lain hal dengan Kevin yang memikirkan hubungan mereka, Setelah Icha dan Dewi bertemu dan Icha saya sudah mengetahui hubungan mereka pasti wanita itu akan terus menganggu Dewi, dan satu lagi Dewi pasti akan berpikir seribu kali untuk hidup bersamanya jika Icha masih ada diantara mereka.


ketika sudh sampai di kediaman Kevin Dewi langsung masuk kedalam kamar, sebelum tidur ia terlebih dahulu membersihkan diri. Sama seperti malam sebelumnya mereka masih tidur terpisah Dewi yang tidur di kasur sedangkan Kevin masih mengalah dan tidur di sofa.


Setelah dari restoran Dewi lebih banyak diam, ia engga membuka suara, Kevin sendiri pun bingung kenapa Dewi tiba-tiba berubah.


####


Seperti rencana Dewi sebelumnya pagi ini ia akan menemui Rangga dirumah sakit tempat ia praktek. Seperti pagi ini ia sudh berada di lobby rumah sakit, meskipun ia harus berdebat duluh dengan Kevin tapi dengan cara jitunya Kevin pun mengizinkannya untuk berangkat sendiri tapi ia tidak bilang akan menemui Rangga.


“Permisi mba, pak Rangga sudah datang..?”ucap Dewi kepada slaah satu suster.


“Pak Rangga sudh hampir dua Minggu tidak masuk rumah sakit mba, katanya ia ke luar negeri merawat ibunya yang sedang sakit”


“Selama itu sus”


“Iyah mba, tapi dari jadwal yang saya lihat sepertinya pak Rangga akan masuk hari ini, dan info terakhir yang saya dapat pak Rangga juga sudh ada di Indonesia kemarin sore dan hari ini langsung masuk”


“Baik mba, kalau begitu syaa tunggu di ruangannya sja”ucap Dewi lalu berjalan menuju ruangan Rangga.


Ketika sampai diruangan Rangga suasananya masih sama seperti ia tinggalkan terakhir kalinya, aromanya tidak ada yang berubah bahkan letak barang sekali pun tidak ada yang berubah, ia langsung duduk di sofa yang ada diruangan itu sambil menunggu Rangga datang.


“Berarti sosok yang aku lihat selama ini tidak rangga, ternyata aku hanya salah lihat, syukur”batin Dewi.


Matanya menatap luruh ke arah meja kerja Rangga, lama menatap meja kerja itu, matanya menangkap seperti ada yang berkurang diatas meja Rangga.


“Fotonya kemana dipindah iyh, kan biasanya di letakkan dsini”guman Dewi berjalan menuju meja kerja Rangga.


Yap foto mereka berdua yang biasa Rangga letakkan di atas mejanya tidak ada lagi di posisi itu, Tapi Dewi tidak ambil pusing mungkin Rangga menyimpan atau mungkin tak segaja terjatuh dan pecah pikir Dewi.


“ehhh Dewi”ucap Rangga ketika sudh masuk keruangannya dan ia terkejut melihat sosok Dewi yang ada diruangan itu.


“Hay ga, ngimna kabarnya”tanya Dewi bahagia karna sudh melihat wajah Rangga.


“Baik, dari mana aja hmm, ngk ada kabar, nomor ngk ada yang bisa dihubungin, aku cari kerumah tetap ngk ada”ucap Rangga sambil berjalan mendekat Dewi lalu mengelus pipi gadis itu.


“Kangen banget wi”ucap Rangga membawa gadis itu kedalam pelukkannya.


“Sama aku juga kangen”ucap Dewi membalas pelukkannya Rangga.


Entahlah ketika Rangga memeluk Dewi, jujur saja Dewi tidak merasakan getaran sewaktu duluh Rangga memeluknya, yang ia rasakan saat ini hanya normal saja bahkan jantungnya berdetak seperti biasa, Berbeda ketika bersama Kevin, bersentuhan sedikit saja dengan Kevin, jantung Dewi langsung berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya, bahkan ia selalu berkeringat dingin karna gugup ketika Kevin bersikap lembut kepadanya.


"kamu tungguh dsini iyh, soalnya aku ada jadwal operasi hari ini"ucap Rangga melepas pelukannya.


"jadwalnya cuma satu kali aja, pokok kita harus jalan-jalan satu harian ini"ucap Rangga lagi menuntun Dewi duduk di kursi.


"iyh semangat kerjanya"ucap Dewi tersenyum manis.


"demi kamu aku selalu semngat kok"ucap Rangga mengacak rambut Dewi.


Lega


Itulah yang dirasakan Dewi saat ini, ternyata pikiran negatif yang menghantuinya selama ini tidak benar-benar terjadi, pikiran buruknya tentang Rangga selama ini tidak terjadi, ternyata sosok yang selama ini sering ia lihat itu bukan Rangga, entahlah untuk saat ini Dewi tidak akan memikirkan sosok itu lagi yang membuatnya selama ini tidak bisa tidur.


###


Seperti yang diucapkan sebelumnya setelah selesai operasi Rangga langsung mengajak Dewi jalan-jalan, saat ini mereka berada disebuah mall yang ada di kota itu.


"makannya pelan-pelan sayang"ucap Rangga sambil melap sudut bibir Dewi yang belepotan karna es krim.


"aku terlalu bahagia, soalnya aku sudh lama ngk jalan sama kamu tau"ucap Dewi sambil tersenyum.


"ngimna habis dari sini kita nonton aja, kebetulan hari ini jadwal tayang film kesukaan ku"ucap Rangga.


"kamu ngk ada kerjaan lagi kah dirumah sakit..?takutnya karna ngajak aku jalan pekerjaan kamu terhambat"ucap Dewi tak enak dengan Rangga, ngk lucu rasanya jika Rangga harus bolos bekerja demi dirinya.


"ngk syang, aku free hari ini, pokoknya satu hari ini kita akan bersama-sama, sebelum aku disibukkan dengan jadwal yang super duper padat"ucap Rangga mengelus pipi Dewi lembut.


"baiklah, kita nonton deh"ucap Dewi bahagia.


"kamu tungguh disini, aku mau beli tiket sama sekalian makanan, ingat jangan kemana-mana"ucap Rangga memperingati Dewi.


Setelah Rangga membeli tiket dan makanan, dan waktu film ditayangkan pun sudh tiba akhirnya dua sejoli itu pun masuk kedalam bioskop.


Jika Rangga dan Dewi sedang menghabiskan waktu berdua dengan menonton film berbeda dengan Kevin yang menghancurkan semua barang-barang yang ada diruangan kerjanya, emosinya seketika mendidih ketika ia mendapat laporan dari anak buahnya bahwa Dewi ternyata menemui Rangga.


Jangan salah dibalik Kevin membebaskan Dewi untuk saat ini tanpa sepengetahuan gadis itu ternyata Kevin menyuruh beberapa orang untuk mengikuti sekaligus menjaga Dewi dari jarak jauh, jadi tak heran jika Kevin mengetahui semua aktivitas dewi.


Dibalik sikap manis Dewi tadi pagi kepadanya ternyata semata-mata supaya dia bisa bertemu dengan Rangga dengan alasan ingin berangkat kuliah sendiri padahal dari laporan yang ia dapat jadwal kuliah Dewi hari ini kosong semua, tidak ada dosen yang masuk.


"aaaaaaaaaa Bangs*k"teriak Kevin menghancurkan barang-barang yang ada diatas meja kerjanya.


"aku sudh salah membebaskan mu Dewi, ini terakhir kalinya kau menemui Rangga, aku pastikan kemana aku pergi kamu harus ikut"ucap Kevin mengepal tangannya.


Seketika matanya menangkap foto yang ada diatas meja, dimana foto itu terpampang jelas wajah Dewi dan Rangga mulai dari mereka berkunjung ke taman sampai mereka berkunjung ke pusat perbelanjaan, tak lupa di dalam foto itu tertera jelas adegan romantis dimana Rangga yang selalu memeluk pinggang Dewi, sangat terlihat jelas rona bahagia terpancar jelas dari wajah keduanya.


"apa aku slaah bersikap lembut kepadamu..?tapi kalau aku bersikap kasar lagi aku takut kamu malah meninggalkan aku"guman Kevin sambil menatap foto Dewi dan Rangga.


"kapan sih wi kamu membuka hati buat aku sedikit saja, kenapa yang ada di otak dan hati kamu hanya ada Rangga dan Rangga lagi, segitu cintanya kamu sama Rangga"ucap Kevin melemah, ia sudh cukup lelah mencoba membuka pintu hati Dewi buat dirinya, rasanya sangat hambar ketika ia bersikap lembut kepada Dewi tapi gadis itu selalu merespon dingin dan dingin.


"tapi kamu milik ku wi, secara agama dan negara kita sah menjadi suami istri, jadi sampai kapan pun aku tidak akan melepaskan mu"ucap Kevin menggertakkan rahangnya.


"aku akan merebutmu dari Rangga apapun caranya, meskipun yang ada dihatimu hanya Rangga dan Rangga, aku akan menggantikan posisi itu"ucap Kevin lagi.


"permisi tuan saya ingin menginfokan kalau nona Dewi saat ini sedang menonton bersama Rangga"ucap Daffa ketika sudh masuk kedalam ruangan Kevin.


"kurang ajar, anj*Ng mereka sudah melewati batasnya"ucap Kevin sambil melemparkan ponsel Daffa yang berisi for Dewi dan Rangga.


"kosong jadwal meeting hari ini dan jadwal dikampus, kita pulang lebih cepat hari ini"ucap Kevin dingin, ia akan menunggu Dewi dirumah, ia ingin memberikan pelajaran kepada gadis itu, mengingatkan bahwa Dewi hanya miliknya seorang