
Seperti ucapan Kevin sebelmnya, setelah di rasa Dewi mulai melupakan kejadian yang menimpah, akhirnya Kevin pun mulai turun tangan untuk membereskan Rangga.
Ia berpikir apa yang ia lakukan selama ini kepada Rangga belum sebanding dari apa yang Rangga lakukan kepada Dewi.
Kevin langsung masuk ke dalam markas di ikut oleh Daffa dari belakang dan disambut oleh bodyguard yang selalu setia menjaga Rangga.
Keadaan Rangga pun sudah semakin baik, memang setelah dikubur hidup-hidup dan di gali kembali, hal itu menyebabkan Rangga harus mengalami deman hingga beberapa hari.
Dan sesuai perintah Kevin, supaya anak buahnya merawat Rangga selayak, bukan karna kasihan, tapi ia tidak mau Rangga mati dengan cara menyenangkan, ia belum puas bermain-main dengan Rangga tentunya.
"selamat pagi tuan"ucap para bodyguard, tapi Kevin tidak menyahuti, ia masuk ke dlaam markas dengan wajah dingin tak lupa dengan tatapan tajam.
"bagaimana keadaannya"ucap Kevin dingin.
"sesuai perintah tuan, setelah kami rawat keadaannya kembali pulih"
"antar aku kesna"ucap Kevin.
Lalu para bodyguard menuntun Kevin menuju sebuah kamar yang masih layak pakai, yang dimana Rangga dirawat disana.
"wah wah wah, enak banget iyh, udah berbuat kesalahan fatal dan masih bisa istirahat dengan begitu tenang dan damai"ucap Kevin.
"Hay bro, kita bertemu lagi, ngimna kabarmu..?udh siapa dengan penyiksaan selanjutnya..?ternyata tenaga kamu cukup kuat juga iyh, kukira setelah kamu dikubur hidup-hidup akan langsung mati, ehh ternyata, ngk sia-sia kamu sekolah kedokteran"ucap Kevin tersenyum mengejek Rangga yang masih terbaring lemah.
"wahh, sok sok lemas banget iyh bund, bangun Lo udh kelamaan istirahat, ngk baik buat tubuhmu"ucap Kevin menghempaskan selimut yang menutup tubuh Rangga.
"Lo mau apa lagi sih Vin, belum puas Lo menyiksa gue..?"ucap Rangga kesal.
"ini nih Rangga yang gue kenal, yang suka ngotot dan yang tidak ada rasa bersalah sedikit pun"ucap Kevin.
"gue cuma mau Lo merasakan apa yang dirasakan Dewi, bahkan lebih dari yang Dewi rasakan. Dan asal Lo tau, gue ngk akan pernh puas kalau Lo bisa memutar waktu dan membuat Dewi tidak pernah mengalami penculikan itu terutama pelecehan yang Lo perbuatan"ucap Kevin.
"Lo bodoh apa ngimana, percuma Lo kuliah tinggi-tinggi, dan Lo sudah terjun di dunia bisnis, sejak kapan waktu bisa di putar"ucap Rangga.
"gue ngk perduli, kalau Lo bisa putar waktu kembali, maka gue akan puas buat menyiksa Lo"ucap Kevin.
"diam Lo Vin, selama ini gue udh cukup sabar dengan tingkah laku yang kayak anak-anak, Lo udah nyiksa gue, gue diam aja, dan Lo mengubur gue, gue diam, tapi tidak untuk sekarang, gue ngk akan pernh tinggal diam dengan tingkah lo"bentak Rangga "dan kalau pun waktu bisa diputar gue ngk akan membiarkan Dewi mengenal lo dan menikah dengan lo"
bunkkkk
"setelah apa yang Lo lakukan kepada Dewi, sudah seharusnya Lo mendapatkan ini semua, bahkan lebih dari yang Lo lakukan kepada Dewi, Lo memang pria brengsek, calon dokter yang ngk guna"bentak Kevin setelah memukul pipi Rangga "gue bingung, kenapa ada kampus yang menerima Lo sebagai mahasiswa kedokteran, apakah kampus-kampus dikota ini kekurangan mahasiswa kedokteran..?sehingga binatang kayak Lo diterima..?"
"tolonglah kota ini sudah banyak tembok dimana-mana, jadi Lo ngk usah nambahan tembok di kota ini dengan muka tembok Lo"ucap Kevin.
"semua gara-gara Lo Vin, kalau saja Lo tidak bertemu dengan Dewi, gue ngk akan putus dengan, kalau saja Lo tidak menikahi dewi hubungan gue smaa dia tidak akan sehancur ini, kalau saja Lo tidak bertemu dengannya gue ngk bakal kepikiran untuk melecekan Dewi"teriak Kevin.
"kalau gue ngk menikahi Dewi, hubungan kalian bakal putus, karna pada dasarnya Lo sudah menghianati Dewi"bentak Kevin "jangan Lo pikir gue ngk tau, hubungan Lo dengan suci sudah masuk satu tahun, cuma baru-baru ini aja kalian melakukan hubungan badan"
"jangan Lo pikir gue ngk tau, pertama kali kalian melakukannya di dalam mobil, jangan Lo pikir gua ngk tau kalau kalian pernah melakukan di toilet rumah sakit dan toilet mall****, bahkan gue tau berapa kali kalian melakukanya di apartemen suci dan apartemen lo, dan asal Lo tau gue bisa saja menyebarkan semua video panas kalian, kenapa..?lalu kurang sakit dimana lagi Dewi..?ketika hubungan Lo smaa Dewi sedang bermasalah, Dewi akan curhat kepada suci, dan dengan gampangnya suci selalu ada buat Dewi, padahal pada kenyataan Lo smaa suci bermain dibelkang Dewi"bentak Kevin menjelaskan semua kelakuan bejat Rangga dan suci.
"selama ini gue memang diam sja ketika Lo menghianati Dewi, selama ini gue tidak mau tau ketika Lo bermain api Dewi, tapi tidak dengan sekarang ketika tangan lo menyentuh Dewi, tidak dengan sekarang ketika tangan lo sudah dengan lancangnya membuka baju Dewi, dan tidak dengan sekarang ketika mata Lo menatap tajam tubuh Dewi"bentak Kevin "gue ngk bakal tinggal diam, gue pastikan lo hancur sampai ke akar-akarnya"
"gue tau semua kebejatan Lo Rangga, gue tau sebesar apa nafsu Lo"bentak Kevin.
Hanya malu yang bisa Rangga rasakan, malu sekali rasanya ketika sahabat sendiri, lebih tepat mantan sahabat mengetahui sifat paling buruk kita, sifat buruk yang selama ini ia tutupi dengan embel-embel kuliah kedokteran nya.
"gue kira Lo bakal menjadi sahabat terbaik gue Vin, Lo sama devan, tapi nyatanya, hanya gara-gara perempuan Lo tega memutuskan persahabatan kita..? persahabatan macam apa ini Vin..?"ucap Rangga "gue tau, gue memng salah sama Dewi"
"karna perempuan yang lo maksud adalah istri gue anj*Ng"bentak Kevin. "suami mana yang diam saja ketika istrinya dilecekan..?meskipun yang melecekan itu sahabatnya sendiri"
"tapi Lo pernh bertanya ngk kenapa gue menghianati Dewi..?kalian pernh bertanya ngk kenapa gue memuaskan diri kepada suci..?kalian ngk pernh bertanya kan, yang kalian simpulkan hanya aku aja yang salah"teriak Rangga.
"karna dilihat dari sudut pandang mana pun kau tetap yang salah, bahkan kau berikan alasan apapun kau tetap salah"bentak Kevin. "tidak ada logikanya seorang yang berstatus pacaran memuaskan nafsu pasangannya"
"Lo salah, gue sama Devan tau alasan Lo menghianati Dewi, bahkan menurut gue itu hanya alasan konyol saja, kau menghianati Dewi karna Dewi tidak bisa kau sentuh bahkan bibir pun Dewi tidak bisa kau sentuh, kalau di analogikan kau menghianati Dewi karna Dewi tidak mau memuaskan nafsu mu, makaya kau merayu suci supaya suci mau memuaskan lo meskipun awalnya suci memang sudah mencintai lo"bentak Kevin.
"kau menghianati Dewi karna Dewi tidak bisa kau sentuh"ulang kevin lagi. "wajarnya Lo melecekan Dewi..?apa itu yang nama cinta..?dua tahun Lo menjalin hubungan dengan gapain aja..?atau Lo pacaran sama dewi bukan karna cinta melainkan karna nafsu"
"gue mencintai Dewi dengan tulus, bahkan gue berencana menikahi Dewi, tapi semua rencana itu hancur ketika Dewi menceritakan kalau dia sudh menikah"teriak Rangga
"'cinta dengan tulus..?Lo paham ngk artinya cinta tulus itu apa..?kalau ngk paham, ngk usah berbicara tentang ketulusan"ucap Kevin "ngk ada cinta yang tulus tapi berhianat dengan embel-embel nafsu"
"diam ka..."
"trus setelah apa yang Lo lakukan kepada Dewi, Lo masih bilang ngk bersalah, Lo punya otak ngk sih Bangs*t, otak Lo, Lo pakai buat apa"bentak Kevin memotong ucapan Rangga lalu memukul Rangga dengan membabi buta tanpa henti
Sedangkan para bodyguard yang melihat itu hanya diam saja saat ini mereka benar-benar menjadi penonton saja, mereka tidak berani menghentikan aksi Kevin, boro-boro menghentikan mendekat pun mereka sudah tidak berani.
"Vin, hentikan, dia bisa mati kalau Lo terus memukulnya"teriak Devan yang baru saja tiba, karna ia baru saja mendapatkan kabar dari Daffa.
"karna itu tujuan utama gue, gue mau orang ini mati ditangan aku sendiri"bentak Kevin tak menghiraukan teriak Devan, ia masih memukul Rangga dengan membabi buta.
"sudah Vin, sudah, Dewi juga ngk bakal senang kalau tau dengan semua ini"teriak Devan sambil menarik Kevin supaya menjauh dari tubuh Rangga yang masih terbaring di atas kasur.
Mendengar nama Dewi, Kevin langsung menghentikan aksinya, perlahan ia mundur dibantu oleh Devan.
"asal Lo tau, sebejar-bejatnya gue, gue ngk pernh memaksa Dewi untuk melayani gue, padahal sudah sewajarnya Dewi melayani gue lahir dan batin karna kami suami istri, tapi dengan enteng lo melecekan Dewi, istri gue sendiri, wanita gue"teriak Kevin sambil memberontak, tapi Devan terus berusaha menahan.
"sudah-sudah tenang diri Lo Vin, pikirkan hubungan dengan Dewi, hubungan kalian baru saja dimulai dan masih panjang perjalanan yang harus kalian tempuh"ucap Devan mencoba menenangkan Kevin "pikirkan semuanya"
"gue benci smaa dia Van, dia bukan Rangga yang aku kenal, dia memacari Dewi karna nafsu, berarti dia selalu berfantasi liar ketika sedang bersama Dewi"teriak Kevin, sudah tidak bisa menahan laju air matanya "dia sudah melecekan Dewi dengan pikiran joroknya Van, dua tahun dia melecekan Dewi"
"akan seperti apa Dewi jika tau semua ini, dua tahun dia mencintai Rangga dengan tulus, tapi si bajingan ini mencintai dengan hanya nafsu"ucap Kevin terduduk lemas dihadapan Devan sambil kedua telapak tangannya menutup wajahnya, ia sungguh-sungguh tidak bisa membayangkan reaksi Dewi ketika mengetahui kebenaran ini
"iyh, gue tau Lo benci, gue juga sama, gue benci sama dia, tapi apa gunanya lagi Vin, apa kalian bisa memutar waktu kedua tahun lalu..?ngk bisa Vin, semua sudah terjadi"ucap Devan membantu Kevin berdiri, lalu menuntun ke kursi kayu yang ada diruang itu.
"ambilkan air putih"
Tidak ada cinta yang tulus tapi nafsu ikut berperan dalam perasaan itu.
berpacaran karna nafsu
Pada dasar seseorang yang berpacaran karna nafsu sudah pasti ia akan selalu berpikiran liar ketika sedang berdekatan dengan pasangannya, maka secara tidak langsung seseorang akan terasa dilecekan karna pikiran liarnya.