Pernikahan Puncak Balas Dendamku

Pernikahan Puncak Balas Dendamku
bab 107


Akhirnya Kevin dan Dewi berangkat menuju markas Kevin, dan sesuai kesepakatan sebelumnya, Dewi hanya menunggu di mobil saja, dan Dewi pun demikian, ia menurut sjaa ketika disuruh menunggu di mobil.


"Dewi ada di dalam, tetap stay dan jaga mobil, jangan sampai Dewi keluar dari mobil"ucap Kevin kepada bodyguard yang membuka pintu mobilnya "Daffa ada di dalam..?"


"ada tuan, sama pak Ryo dan pak Remon juga"


"baiklah, jangan tinggalkan mobil barang sedikit pun"ucap Kevin lalu ia masuk kedalam markas berjalan menuju belakang markas dimna rangga di kubur.


"permisi kak, aku bisa minta tolong ambilkan air kah"ucap Dewi membuka sedikit kaca mobil.


"baik nona, apakah masih ada yang anda butuhkan..?"


"ngk ada kak, maksih iyh"ucap Dewi sambil menutup kembali.


Jika Dewi di dalam mobil sedang berselancar di media sosial sambil menunggu Kevin, kebetulan sebelum meninggalkan mobil, Kevin meminjamkan ponselnya kepada Dewi supaya gadis itu tidak merasa bosan, Lain hal dengan kevin yang kini menatap tubuh Rangga yang sudah tidak berdaya lagi.


"ambilkan air"ucap kevin dingin.


blurrrrr


Kevin langsung menumpahkan ke tanah dan mengenai tubuh Rangga, alhasil Rangga pun memaksa membuka matanya karna merasa tiba-tiba badannya terasa dingin.


"enak banget iyh, pas diikat dikursi masih bisa tidur, dan sekarang sudah dikubur pun tetap masih bisa tidur, kenapa ngk sekalian aja lo mati"ucap Kevin sambil jongkok tepat di depan wajah Rangga.


Sedangkan Rangga hanya diam saja, tenaga saat ini benar-benar tidak ada, bahkan hanya sekedar membuka mata saja sangat sulit rasanya, sedangkan napasnya sudah sangat menipis sekali, dadanya sangat susah sekali hanya sekedar menarik napas.


"ngimna..?masih kurang..?ayo dong, tunjukan kekuatan Lo pas memaksa Dewi menikah, tunjukan kekuatan tangan Lo yang menampar Dewi"ucap Kevin sambil menepuk-nepuk pipi Rangga. "jangan jadi laki-laki pengecut Lo"


"ehh btw Dewi ada bersama ku, aku membawanya kesini, dan dia sedang berada dimobil"ucap Kevin mencoba memancing Rangga.


"ternyata obsesi Lo semakin besar smaa Dewi, ngk salah sih, secara Dewi kan cantik, ngk slaah kalau banyak pria yang menginginkan nya"ucap Kevin sambil menatap tajam Rangga karna melihat Rangga yang membuka matanya sempurna ketika mendengar nama Dewi.


"kau salah dalam mencari lawan, kau sudah berurusan denganku, yang artinya kau tidak akan bisa lepas begitu sjaa dari"ucap Kevin "aku masih punya belas kasihan kepadamu, karna bisa saja aku langsung membunuhmu pada saat itu juga, tanpa membiarkanmu menghirup udara segar lagi"


"inilah aku Kevin, aku akan berubah menjadi iblis jika kau mengusik hidupku, dan hidup wanitaku, dan kau tidak peduli meskipun itu sahabat aku sendiri, sorry mantan sahabat"ucap Kevin "galih dia, hukuman seperti itu terlalu ringan"


"aku masih punya peri kemanusiaan meskipun aku sangat membenci mu"ucap Kevin lagi.


"tunggu instruksi dariku, baru kalian bisa bertindak"ucap Kevin lagi lalu pergi meninggalkan tempat itu, ia sudah terlalu lama meninggalkan Dewi sendirian dimobil.


"maaf membuatmu menunggu lama"ucap Kevin setelah masuk kedalam mobil dan melihat Dewi yang sedang minum air mineral.


"kamu dapat minum dari mana..?"ucap Kevin bingung.


"tadi minta sama kakak penjaga disnaa"ucap Dewi sambil menunjuk ke beberapa bodyguard yang berdiri di depan pintu utama.


"bukan kakak, mereka bodyguard ku, ngk usah panggil kakak"ucap kevin kesal, pasalnya Dewi sangat imut ketika menyebut kakak.


"biar lebih sopan aja"ucap Dewi.


"kita kemana lagi ini..?kamu mau jalan kemana..?"ucap Kevin mengalihkan percakapan, takut mereka berdebat lagi jika Kevin terus menyahut ucapan Dewi.


"kita ke taman aja"ucap Dewi


"baik ibu negara"ucap Kevin sambil mengusap lembut rambut Dewi, lalu ia menjalankan mobilnya meninggalkan markas mereka.


Setelah beberapa saat menempuh perjalanan akhirnya Kevin dan Dewi sudah sampai disebuah taman ditengah kota itu.


Taman itu cukup ramai menjelang waktu tengah malam, karna saat ini sedang malam Minggu, tak jarang jika banyak orang-orang yang menghabiskan waktu disana, ada yang sedang berpacaran dan ada juga yang hanya sekedar nongkrong saja.


"ayo"ucap Kevin sambil membuka pintu mobil buat Dewi, sedangkan Dewi langsung turun dari mobil ketika Kevin membuka pintu mobil.


Akhir mereka hanya berjalan-jalan mengelilingi taman kota, tak jarang banyak kau pria yang menatap Dewi dan tak jarang juga kau wanita yang selalu menatap Kevin.


"kamu lelah kah..?kalau kamu capek kita istirahat disnaa dluh yuk"ucap Kevin sambil menunjukan kearah sebuah kursi taman.


"emm boleh deh"ucap Dewi sambil berjaln menuju arah kursi taman.


burkkk


"maaff, maaf kak"ucap seorang lelaki yang sedikit kelagapan karna melakukan kesalahan.


"Dewi ngk papa syang"ucap Kevin cukup khawatir.


"ngk papa, cuma kaget aja"ucap Dewi.


"ma..maaf, De... Dewi"ucap pria sambil menatap Dewi terkejut.


"maaf siapa..?sorry kurang kenal"ucap Dewi bingung, sejenak ia menatap Kevin, tapi Kevin tidak membalas tatapan Dewi, seperti biasa ia kan berubah menjadi dingin dan datar.


"astaga Dewi, ini aku Kleven, cinta pertama kamu"ucap Kleven yang yang ternyata yang menabrak Dewi adalah mantan pacar Dewi waktu zaman sekolah menatap pertama dan merupakan cinta pertama Dewi pada zamannya.


"ohh iyh, Kleven"ucap Dewi mencoba tersenyum, pasalnya ia sudah melupakan sosok Kleven dari hidupnya, membuang semua kenangan mereka, dan hingga pada saat ini ia berhasil membuang kenangan itu, terbukti dari Dewi yang melupakan sosok cinta pertamanya.


"astaga Dewi, makin cantik aja sih kamu wi, ehh btw aku minta maaf soalnya kejadian dimasa lalu, aku bisa jelaskan wi, semu tidak seperti yang kamu pikirkan"ucap Kleven hendak meraih tangan Dewi.


"ahh pasti dong, kan sudah ada yang merawat, lagian aku sudah melupakan masa lalu itu, jadi tidak ada yang perlu dijelaskan"ucap Dewi sambil menghindar ketika Kleven hendak memengang tangannya.


"tapi aku tetap ngk enak wi, kamu bisa aja melupakan kejadian itu, tapi tidak dengan aku, aku minta maaf wi"ucap Kleven lagi.


"ngk ada gunanya juga mengingat kejadian buruk itu"ucap Dewi.


"sorry wi, tapi jujur aku masih mencintai kamu, bahkan selama ini aku selalu mencari keberadaan kamu"ucap kleven menatap wajah Dewi.


"oo iyh, kenalkan ini Kevin suami aku, Vin ini kenalkan teman SMA aku"ucap Dewi mengalihkan percakapan, karna ia melihat wajah Kevin sudah tidak bersahabat lagi.


Deg


"su..suami..?"ucap Kleven sedikit terkejut tapi ia langsung menutup keterkejutannya.


"kamu bercanda kan..?ngk mungkin kamu menikah wi, kamu masih mudah"ucap kleven tidak percaya.


"emng wajah ku kelihatan sedang bercanda..? aku memang sudah menikah, dan ini suami aku"ucap Dewi.


Sedangkan Kleven langsung menatap Kevin tang ternyata sedang menatapnya dirinya tajam, ia bisa melihat kalau Kevin sudah mengibarkan bendera peran.


"Kleven, mantan pacarnya Dewi"ucap Kleven sambil mengulurkan tangannya.


"mmm"balas Kevin tanpa menyambut tangan Kleven, ia tau kalau Kleven belum bisa melupakan Dewi, kelihatan dari tatapannya yang sangat menginginkan Dewi.


"sayang sepertinya ini udah mau tengah malam, kita lanjut besok aja lagi, lagian kamu harus istirahat, kan baru pulang dari rumah sakit"ucap Kevin sambil melingkarkan tanganya di pinggang Dewi.


"ahh iyh, kita pulang sekarang"ucap Dewi sedikit terkejut.


"kita duluan, permi..."


"Dewi boleh kita berbicara empat mata, dan kalau kamu ada waktu kita bisa makan diluar sebentar"ucap Kleven menahan tangan Dewi, ia tidak peduli ketika kevin yang terus menatapnya secara tajam.


"dia tidak ada waktu, mau ngurus suaminya duluh, lagian kalau pun istri sya dengan kosong, saya juga tidak akan mengizinkan dia bertemu mantan cinta pertamanya"ucap Kevin.


Setelah mengatakan hal tersebut, Kevin kembali menarik pinggang Dewi, dan meninggalkan Kleven yang diam mematung.


"gue pastikan lo harus kembali kedalam dekapan gue wi, maaf selama ini telah menyia-nyiakan wanita cantik seperti kamu"batin Kleven sambil menatap kepergian Dewi dan Kevin yang semakin jauh dari pandangannya.


"kamu marah Vin,"ucap Dewi memberanikan diri bertanya kepada Kevin, karna sejak keluarnya mereka dari taman itu, Kevin lebih banyak diam dengan ekspresi datar.


Sedangkan Kevin hanya mengeleng dan tanpa berniat menatap Dewi.


"tapi kenapa kamu diam aja sejak tadi"ucap Dewi.


"ngk ada, cuma perasaan kamu aja kali, lagian ngk ada yang mau kita bahas, jadi untuk apa terus berbicara"ucap Kevin sambil fokus menyetir.


Sedangkan Dewi hanya terdiam saja, karna Kevin benar tidak ada yang perlu mereka bahas, jadi untuk apa juga mereka berbicara, karna pada dasarnya ia dan Kevin bukan tipikal orang yang banyak berbicara.


Hingga sampai dirumah, Kevin masih tetap diam sja, bahkan Kevin seakan engga untuk menatavav Dewi, terbukti ia yang langsung berjalan menuju rumah tanpa mengajak Dewi masuk.