
"kalian sudah go publik iyh"ucap Remon sambil fokus menyetir.
"maksudnya go publik ngimna, jangan-jangan kalian yang menyebarkan hubungan kami"ucap Dewi menuduh Remo dan Ryo.
"suami istri sama-sama menyebalkan, buat apa kami menyebarkan hubungan kalian, kalian yang punya hubungan kok kami yang menyebarkan"ucap Ryo kesal.
"iyh kan siapa tau, kalian kurang kerjaan ngituh"ucap Dewi tanpa rasa bersalah.
"tapi betulan kalian sudah go publik kan"ucap Ryo tidak menghiraukan ucapan Dewi.
"ngk, kami belum go publik, cuma kalian berdua aja yang tau soal hubungan kami"ucap Dewi dengan begitu yakin.
"kalau kalian belum go publik trus foto siapa yang di posting Kevin..?itu kan wajah mu, meskipun yang difoto itu tidak terlalu mirip smaa yang asli, soalnya yang di-posting pakai mukenah"ucap Ryo menatap Remon dan Dewi bergantian.
"memosting foto..?"celetuk Dewi.
"tadi malam kamu tidur sama siapa wi..?"ucap Remon.
"Iyah aku tidur sama Kevin lah, mau sama siapa lagi..?orang Kevin suamiku"ucap Dewi sambil memukul lengan Remon cukup kuat sehingga membuat Remon merem mendadak.
"astaga Dewi, kau dan Kevin benar-benar berjodoh iyh, karna kalian sama-sama menyebalkan"ucap Remon menatap kesal Dewi.
tik tik tik tik
Karna mobil dibelakang sudah mengklasok terus akhirnya Remon menjalan mobilnya kembali.
"maaf, ehh aku belm tau loh postingan Kevin yang kalian maksud, boleh aku pinjam ponsel sebentar kak"ucap Dewi meminjam ponselnya Ryo.
"ini kan aku, soalnya selesai sholat tadi pagi aku langsung tidur lagi, berarti diam-diam mengambil fotoku lalu mempostingnya"guman Dewi sambil menatap postingan Kevin yang terbaru.
"berarti yang dimaksud Angel tadi tuh tidur berdua ini"guman Dewi.
"dan semua anak kampus sudah tau kalau kamu dan Kevin ada hubungan, bahkan banyak yang menganggap kamu simpanan Kevin, soalnya teman satu angkatan kita taunya Kevin sudah menikah tapi mereka ngk tau kalau yang menjadi istri Kevin tuh kamu"ucap Ryo
"kenapa Kevin tidak bicara duluh kepadaku..?kenapa dia langsung bertindak sejauh itu..?"ucap Dewi kesal.
Sedangkan Ryo dan Remon hanya mengeleng saja, mereka juga cukup terkejut dengan postingan Kevin yang terbaru, mereka kira omongan Kevin hanya di bibir saja.
"maksih kak"ucap Dewi langsung turun dari mobil.
Setelah memastikan mobil Remon jalan dari depan kantor Dewi langsung masuk ke dalam kantor.
Seperti biasa sebagai karyawan ada yang tersenyum kepada Dewi ada juga yang menatap sinis Dewi karna mereka belum tau kalau yang mereka sinisi adalah nyonya di kantor ini.
"permisi, Kevin ada diruangannya"ucap Dewi kepada resepsionis.
"ada Nyonya, kebetulan tuan Kevin baru selesai meeting, mari saya antar ke ruangan beliau"ucap resepsionis sambil mempersilakan Dewi berjlan duluan.
"maaf jadi merepotkan kalian, harusnya aku sendiri bisa kok keruangan Kevin, ngk perlu mengantar aku"ucap Dewi ketika berada di dalam lift.
"tidak merepotkan sama sekali Nyonya, lagian tuan Kevin sudah berpesan lebih duluh, kalau Nyonya datang kekantor, kami wajib mengantar nyonya keruangan beliau"ucap resepsionis menatap Dewi.
"baiklah, semoga kalian betah bekerja sama suami sya"ucap Dewi tersenyum manis.
ting
Ketika lift terbuka maka obralan Dewi dan resepsionis pun terhenti.
"ini Nyonya ruangan tuan Kevin, kalau begitu saya tinggal duluh"ucap resepsionis sambil membuka pintu ruangan Kevin dan mempersilakan Dewi masuk kedalam.
"siang"ucap Dewi ketika masuk kedalam ruangan Kevin.
"siang syang, aku kira kamu ngk jadi datang tau"ucap Kevin sambil berjaln mendekati Dewi yang masih berdiri diambang pintu menarik wanita itu kedalam dekapannya
"kangen banget smaa kamu"ucap Kevin menarik wanita itu kedalam dekapannya
"iyh maaf lama, tadi aku minta Ryo dan Remon mengantar aku, soalnya ponsel ku ketinggalan di mobil mu"ucap Dewi sambil membalas pelukkan Kevin.
"belum"ucap Dewi.
"mau makan siang disini atau diluar aja"ucap Kevin sambil menuntun Dewi duduk di sofa.
"makan siang disini aja, diluar hujan"ucap Dewi.
"Vin kenpaa kamu mengirim fotoku di akun Instagram pribadi mu..?kenapa kamu ngk bilang-bilang duluh sama aku..?"ucap Dewi langsung ke inti pembahasan.
"kenapa..?"tanya Kevin balik.
"kamu tanya kenapa..? justru aku yang harus bertanya kenpaa..?semua orang-orang dikampus sudah tau tentang hubungan kita, semua menganggap aku sebagai simpanan kamu, bahkan tuh si Angel jauh-jauh datang kelasku hanya untuk melabrak aku"ucap Dewi menatap Kevin.
"bukannya ini sudah kita bahas sebelumnya..?sudah seharusnya mereka tau tentang hubungan kita, lagian mereka tidak dirugikan dari hubungan kita, tidak ada yang salah dari hubungan kita wi, kita tidak berzinah, kita sah suami istri di mata agama dan hukum"ucap Kevin menatap Dewi.
"Iyah memang benar, tidak ada yang salah dari hubungan ini"ucap Dewi membenarkan ucapan Kevin "tapi.._"
"ahhh kamu ngk ngerti dengan keadaan dan posisi aku Vin, mereka ngk tau pun tentang hubungan ini, kita tetap suami istri"ucap Dewi beranjak dari sofa.
"apa yang kamu khawatir kan dari posisi kamu wi, lagian dengan hubungan ini mereka tau tidak merubah keadaan juga"ucap Kevin berjalan mendekati Dewi.
"kasih tau aku, alasannya kenpa kamu begitu keberatan dengan hubungan ini wi, kamu jangan diam-diam seperti itu terus, kamu tau alasan aku kenapa aku pengen sekali mempublish hubungan ini"ucap Kevin menahan emosinya.
"atau kamu menjaga perasaan orang lain, perasaan laki-laki mana yang sedang kau jaga"ucap kevin menuduh Dewi.
"ngk ada, kamu salah paham Vin"ucap Dewi.
"makaya jelaskan Dewi Sartika Gabriela Adijaya supaya aku tidak salah paham, kalau kamu pendam sendiri alasannya wajar kalau aku salah paham"ucap Kevin menatap Dewi.
Dewi tau, kalau Kevin sudah menyebut nama lengkapnya maka itu berarti kalau Kevin sudah berada di ujung kemarahan.
"tolonglah wi, kita bekerja sama dalam menjalan rumah tangga ini, perasaan dari kemarin sudah kita bicarakan, lalu apa yang membuat hati kamu bimbang wi"teriak Kevin sudah tidak bisa menahan emosinya.
"kenapa kamu diam aja Dewi, kasih tau apa alasan kamu menolak hubungan ini di publik wi"teriak Kevin gemas sendiri karna melihat Dewi membisu.
"ok kalau kamu tidak bisa menjawab pertanyaanku, maka hari Minggu ini kita mengadakan resepsi pernikahan, tanpa penolakkan"teriak Kevin mengambil keputusan final tanpa ada bantahan.
"Kevin, kamu sudah mempublish hubungan trus kamu mau mengadakan resepsi pernikahan..?kamu mikirin perasaan aku ngk...?kamu mikirin posisi aku ngk sih..?aku belum siap Kevin"ucap Dewi tak kalah emosi.
"makaya kamu kasih tau alasan kamu tidak siap Dewi, lagian kamu pernh ngk mikirin perasaan aku..?aku cemburu sama laki-laki di luar sana kalau mereka menatap kamu dengan tatapan liar Dewi"teriak Kevin.
"aku hanya ingin memberitahu kepada seluruh dunia kalau kamu itu milikku, kamu milikku seutuhnya Dewi, aku hanya ingin seperti itu, tidak lebih"teriak Kevin sambil menarik rambutnya
"ayo dong Dewi jelaskan sama aku, jangan seperti ini terus, aku butuh penjelasan kamu"teriak Kevin dengan suara serak karna menahan tangisnya.
"aku takut Vin, aku takut setelah semua orang mengetahui hubungan kita kamu malah meninggalkan aku, hanya itu yang aku takutkan"teriak Dewi mengeluarkan ketakutan selama ini tentang hubungan mereka.
"kemarin lusa Icha mendatangi aku ke kampus, dan dia mengatakan kalau dia hamil anak kamu, dan dia mengatakan kalau kalian akan segera menikah bahkan dia menyuruh aku buat ninggalin kamu"teriak Dewi.
"kamu sudah tau kan ketakutan aku selama ini, ok aku akui, kamu sudah berhasil membuat aku jatuh cinta, aku cinta smaa kamu Vin, aku syang sama kamu, tapi setelah kamu berhasil membuat aku jatuh cinta sama kamu, kamu malah menjatuhkan aku sejauh-jauhnya dengan berita kehamilan Icha"teriak Dewi menangis histeris.
"aku takut Vin, aku belum siap untuk sakit hati lagi Vin untuk kesekian kalinya, aku belum siap kecewa untuk kesekian kalinya Vin, cukup sudah aku kecewa kepada kleven dan juga Rangga, sama kamu jangan lagi"teriak Dewi menatap Kevin.
"hei, kenapa kamu begitu percaya kalau anak yang di dalam kandungan Icha itu anak aku, selama kami pacaran kami tidak pernh melakukannya, jangankan melakukan, ciuman pun kami tidak pernh, ciuman pertamaku ada dikamu dan kamu wanita pertama yang aku sentuh"ucap Kevin memengang kedua bahu Dewi.
"aku percaya karna kalian pernh tinggal satu rumah, kalian tinggal satu atap, jadi tidak menutup kemungkinan kalau ank itu anak kandung kamu"ucap Dewi dengan suara serak.
"dengar sayang, anak dalam kandungan Icha bukan darah daging aku, supaya kamu lebih percaya aku punya bukti tes DNA nya, aku sudah melakukan tes DNA tanpa sepengetahuan Icha, jadi sekarang tidak ada lagi yang harus kamu takutkan"ucap Kevin sambil menghapus sisa air mata di pipi Dewi.
"aku tidak akan pernh mengecewakan kamu lagi wi, aku sayang dan cinta sama kamu hanya kamu wanita yang bisa membuat aku secemburu ini, aku tau cemburu berlebihan terhadap kamu, dan terimaksih kamu telah mau mencintai aku, mari kita bangun rumah tangga ini bersama, menutup kekurangan masing-masing"ucap Kevin membawah Dewi kedalam pelukan.
"aku yang mengejar cinta kamu Dewi, aku cinta mati sama kamu jadi tidak mungkin aku meninggalkan kamu, aku pengang hanya kamu yang menjadi ibu dari anak-anak ku nanti"ucap Kevin mencium pucuk kepala Dewi.
"maksih Vin, maaf kalau selama ini aku terlalu egois, aku terlalu memikirkan perasaanku"ucap Dewi membalas pelukkan Kevin.
"ngk papa syang, aku ngerti kok, lain kali kamu harus terbuka sama aku wi, kalau ada yang mengganjal di hatimu bicarakan sama aku, biar aku bisa mencari jalan keluar sama-sama"ucap Kevin lembut sedangkan Dewi hanya mengangguk.