
sementara itu , Lili hanya berdiam diri berbaring di atas sebuah pohon besar . ia tidak takut akan diganggu para hewan dan iblis di sana karena Lili tahu bahwa mereka takut kepadanya .
Lili " ternyata para hewan dan iblis di sini lebih tahu yang mana yang pantas dan tidak pantas untuk mereka lawan " ucap nya sambil tersenyum
tiba tiba Jingmi dan Merah pun keluar dari cincin dimensinya dengan wujud manusia .
Merah " benar apa yang dikatakan tuan , berbeda dengan manusia manusia nafsu itu , mereka lebih tahu mana yang pantas diganggu dan tidak "
Lili " bicara tentang manusia nafsu , apa yang terjadi dengan kerajaan merah itu setelah aku pingsan "
Jingmi " kaisar iblis segera memerintahkan pasukan nya untuk menghancurkan kerajaan itu "
Merah " benar tuan , dan tidak ada lagi yang tersisa di sana "
Lili " huh baguslah , setidak nya berkurang 1 kerajaan yang suka semena mena pada perempuan " ucap nya sambil memejamkan mata
sementara Jingmi dan Merah hanya saling bertatapan .
Jingmi " apa kau tidak berencana kembali sekarang ??"
Lili " tidak perlu , aku akan menunggu larut malam agar Si rambut perak itu tidak menemui ku "
Merah " sepertinya tuan sangat menghindari nya "
Lili " tentu saja , apa kau lupa , dia sudah mengambil ciuman pertamaku dan itu serasa meremas remas jiwaku " ucap nya sambil ber akting sedih
Jingmi " hei , cukup . aku serasa ingin muntah "
Lili " hahaa , apa kalian suka dengan kata kataku tadi "
Jingmi " terlalu lebay "
Merah " terlalu alay "
Lili " kalian..."
namun sebelum Lili sempat membuat perhitungan dengan mereka ber 2 , tiba tiba sebuah panah perak meleset hampir mengenai nya .
Lili " siapa itu ?? jangan jadi pengecut dan bersembunyi !!" teriak nya
dan dengan wajah yang terkena sinar rembulan membuat dirinya semakin menawan , namun itu tidak berguna bagi Lili karena ia sudah berkali kali melihat pria pria tampan .
Lili " siapa kau dan apa maumu ??"
" kau tidak perlu tau siapa aku , aku hanya ingin kau menjadi murid ku "
Lili " jangan bercanda "
" aku serius "
Lili " baiklah , jika kau bisa mengalahkan ku , maka aku akan menjadi murid mu "
" setuju "
Lili pun turun dari pohon dan mengeluarkan pedang di pinggangnya . namun , dalam beberapa menit , permainan berakhir .
Lili berhasil di kalahkan pria itu dan dia pun harus menjadi murid nya . Lili mengalami beberapa luka gores di lengan dan kakinya .
namun bukan itu yang membuat nya kalah , akan tetapi aura orang itu yang terlalu kuat hingga dia tidak bisa mengalahkannya .
" kau harus datang ke sini besok siang , aku akan menunggumu "
setelah mengucapkan kata kata itu , ia segera berbalik dan perlahan menghilang di kegelapan malam itu .
Jingmi " tidak di sangka kau akan kalah dengan pria itu " ucap nya dengan nada mengejek
Lili " yah seperti kata orang , di atas langit masih ada langit "
Jingmi " akhirnya kau sadar juga bahwa kau bukanlah yang terhebat " ucap nya dengan nada sedikit menyindir
Lili " tidak masalah , tapi sebentar lagi , aku akan jadi yang terhebat " ucap nya sambil tertawa seperti penjahat yang berhasil melakukan kejahatannya
Jingmi " tidak ada yang bisa memprediksinya "
Merah " apa yang kau katakan kurasa benar , Jingmi "
tapi mereka tidak mempermasalahkan itu , karena yang mereka tau , Lili adalah orang yang sangat baik selama mereka mengikutinya .