
Jia Li sedang dalam perjalanan untuk menjalankan misinya . kecepatan yang melebi hi rata rata rem yang sudah dirusak dan seorang anak kecil yang sedang menyebrang , ia segera membelokkan mobilnya agar tidak menabrak anak itu , akan tetapi siapa tau ternyata ia malah terjun kejurang . Jia Li "atas dasar apa aku mati seperti ini , bahkan aku belum membalaskan dendamku kepada pelakunya " ucap nya dalam batin dan tidak lama kemudian mobil itu meledak di kedalaman jurang itu . sementara itu , di sebuah pengasingan seorang permaisuri yang dianggap semua orang sebagai sampah di kerajaan itu mati karena racun yang diberikan seorang pelayan selir suaminya sendiri , siapa menyangka sang ratu pembunuh itu bisa melintasi waktu dan jiwanya masuk kedalam tubuh permaisuri tersebut .
Jia Li "uhh.. apakah aku sudah mati , haha tentu saja " ucapnya sambil mengingat ngingat kembali beberapa waktu yang lalu.
kemudian , tiba tiba kepalanya terasa sangat sakit
"apa apaan ini apakah orang mati akan tetap merasa sakit " ucapnya sambil memegangi kepalanya .
lalu , muncul kepingan kepingan ingatan dari tubuh yang ditempatinya itu
Jia Li " wah wah wah ... ternyata perpindahan dimensi " ucapnya dengan senang
"tapi apa apaan ingatan ini dia sungguh sangat tidak berguna , bahkan sangat baik kepada selir yang selalu menyakitinya " katanya dengan sedikit kesal
"baiklah karena sekarang aku yang menempati tubuhmu , aku akan membalaskan semua dendammu kepada mereka ratusan bahkan ribuan kali lipat " ucap Jia Li dengan sangat marah
lalu tiba tiba masuk seorang pelayan yang tidak lain adalah pelayan setianya Li Wei
Weiwei " syukurlah permaisuri tidak apa apa " ucapnya dengan lega
Jia Li " memangnya ada apa denganku Weiwei " ucapnya penasaran
Weiwei " permaisuri sebenarnya minuman yang tadi anda minum sudah diberi racun oleh pelayan selir Mei " ucapnya dengan sedikit marah
"ckckck ternyata seperti itu " ucap Jia Li dalam batin nya
"baiklah Weiwei kau kembalilah dulu aku ingin istirahat " ucap Jia Li
"baiklah permaisuri hamba pamit undur diri dulu " ucapnya sambil membungkuk
Jia Li hanya mengangguk , kemudian setelah Weiwei pergi ia mulai ingat bahwa dunia yang ia tempati sekarang sangat mengandalkan kekuatan , siapa saja yang kuat pasti dihormati batin Jia Lu
kemudian ia mulai berkultivasi namun saat energi sudah masuk dan hampir sampai ke meridiannya energi itu hilang dengan sendirinya . kemudian ia melihat sesuatu
karena merasa tidak ada gunanya untuk saat ini ia pun beristirahat dan menunggu esok untuk mencari obat untuk racunnya itu .
keesokan harinya,ia segera bangun membersihkan badannya , lalu berpakaian . tidak lama kemudian Weiwei pun datang membawa makanan untuk permaisurinya itu
"permaisuri , waktunya sarapan " ucapnya sambil mengetuk pintu
Jia Li " ya , masuklah "
kemudian ia duduk dan mulai makan
Jia Li " Weiwei duduklah dan makan bersamaku "
Weiwei " maaf yang mulia , hamba tidak berani "
Jia Li " kau tau aku tidak suka dibantah , duduklah dan makan bersamaku " ucapnya dengan tatapan sinis
Weiwei "bb baiklah yang mulia "
Jia Li " oh dan satu lagi , jangan memanggilku seformal itu panggil saja aku Lili "
Weiwei " tapi yang mulia ... "
Tapi sebelum dia menyelesaikan kalimat nya Lili langsung memotongnya
Lili " ingat, aku tidak suka dibantah "dengan tatapan sinis
Weiwei "emm..baiklah tu..eh Lili "
Lili "bagus sekali ingat itu "
Weiwei pun hanya mengangguk dan mereka meneruskan makan nya