Permaisuri Terbuang

Permaisuri Terbuang
awal semuanya


Jia Li sedang dalam perjalanan untuk menjalankan misinya . kecepatan yang melebi hi rata rata rem yang sudah dirusak dan seorang anak kecil yang sedang menyebrang , ia segera membelokkan mobilnya agar tidak menabrak anak itu , akan tetapi siapa tau ternyata ia malah terjun kejurang . Jia Li "atas dasar apa aku mati seperti ini , bahkan aku belum membalaskan dendamku kepada pelakunya " ucap nya dalam batin dan tidak lama kemudian mobil itu meledak di kedalaman jurang itu . sementara itu , di sebuah pengasingan seorang permaisuri yang dianggap semua orang sebagai sampah di kerajaan itu mati karena racun yang diberikan seorang pelayan selir suaminya sendiri , siapa menyangka sang ratu pembunuh itu bisa melintasi waktu dan jiwanya masuk kedalam tubuh permaisuri tersebut .


Jia Li "uhh.. apakah aku sudah mati , haha tentu saja " ucapnya sambil mengingat ngingat kembali beberapa waktu yang lalu.


kemudian , tiba tiba kepalanya terasa sangat sakit


"apa apaan ini apakah orang mati akan tetap merasa sakit " ucapnya sambil memegangi kepalanya .


lalu , muncul kepingan kepingan ingatan dari tubuh yang ditempatinya itu


Jia Li " wah wah wah ... ternyata perpindahan dimensi " ucapnya dengan senang


"tapi apa apaan ingatan ini dia sungguh sangat tidak berguna , bahkan sangat baik kepada selir yang selalu menyakitinya " katanya dengan sedikit kesal


"baiklah karena sekarang aku yang menempati tubuhmu , aku akan membalaskan semua dendammu kepada mereka ratusan bahkan ribuan kali lipat " ucap Jia Li dengan sangat marah


lalu tiba tiba masuk seorang pelayan yang tidak lain adalah pelayan setianya Li Wei


Weiwei " syukurlah permaisuri tidak apa apa " ucapnya dengan lega


Jia Li " memangnya ada apa denganku Weiwei " ucapnya penasaran


Weiwei " permaisuri sebenarnya minuman yang tadi anda minum sudah diberi racun oleh pelayan selir Mei " ucapnya dengan sedikit marah


"ckckck ternyata seperti itu " ucap Jia Li dalam batin nya


"baiklah Weiwei kau kembalilah dulu aku ingin istirahat " ucap Jia Li


"baiklah permaisuri hamba pamit undur diri dulu " ucapnya sambil membungkuk


Jia Li hanya mengangguk , kemudian setelah Weiwei pergi ia mulai ingat bahwa dunia yang ia tempati sekarang sangat mengandalkan kekuatan , siapa saja yang kuat pasti dihormati batin Jia Lu


kemudian ia mulai berkultivasi namun saat energi sudah masuk dan hampir sampai ke meridiannya energi itu hilang dengan sendirinya . kemudian ia melihat sesuatu


karena merasa tidak ada gunanya untuk saat ini ia pun beristirahat dan menunggu esok untuk mencari obat untuk racunnya itu .


keesokan harinya,ia segera bangun membersihkan badannya , lalu berpakaian . tidak lama kemudian Weiwei pun datang membawa makanan untuk permaisurinya itu


"permaisuri , waktunya sarapan " ucapnya sambil mengetuk pintu


Jia Li " ya , masuklah "


kemudian ia duduk dan mulai makan


Jia Li " Weiwei duduklah dan makan bersamaku "


Weiwei " maaf yang mulia , hamba tidak berani "


Jia Li " kau tau aku tidak suka dibantah , duduklah dan makan bersamaku " ucapnya dengan tatapan sinis


Weiwei "bb baiklah yang mulia "


Jia Li " oh dan satu lagi , jangan memanggilku seformal itu panggil saja aku Lili "


Weiwei " tapi yang mulia ... "


Tapi sebelum dia menyelesaikan kalimat nya Lili langsung memotongnya


Lili " ingat, aku tidak suka dibantah "dengan tatapan sinis


Weiwei "emm..baiklah tu..eh Lili "


Lili "bagus sekali ingat itu "


Weiwei pun hanya mengangguk dan mereka meneruskan makan nya