Permaisuri Terbuang

Permaisuri Terbuang
pertemuan kembali


mereka menghabiskan seharian untuk membersihkan rumah yang sudah berdebu karena ditinggal cukup lama .


beberapa jam kemudian,malam hari .


Jingmi " huh ini sangat melelahkan "


Merah " benar , seharusnya kita pakai kekuatan kita saja untuk membersihkan debu debu ini "


Lili " sudah sudah , jangan mengeluh lagi , kan udah selesai juga "


mereka hanya mengangkat bahu lalu menjatuhkan diri mereka ke kasur .


Jingmi " aku sangat lelah , ingin tidur sebentar "


Merah " benar , aku juga ingin tidur "


Lili hanya tersenyum melihat mereka yang seperti anak anak . Lili menyelimuti mereka lalu ia pun duduk di kursi riasnya .


ia hanya menatap pantulan dirinya di cermin . tanpa sadar , perlahan lahan ia mulai tertidur sambil telungkup di meja riasnya itu .


keesokan harinya .


Lili mencium bau harum masakan , ia perlahan mulai membuka matanya dan terkejut .


Lili " hem perasaan aku tertidur di meja rias semalam , bagaimana bisa ke kasur " batinnya


Lili " Jingmi , Merah " teriaknya memanggil mereka .


tidak ada jawaban , Lili pun beranjak dari kasurnya dan menuju kamar mandi .


ia segera membersihkan badannya , memakai hanfu merah muda dan mengikat rambut menjadi kuncir kuda , memakai sebuah tusuk rambut dengan ukiran bulan berwarna biru muda.


ia keluar dan melihat banyak makanan lezat terletak di atas meja .


Lili " hem , siapa yang memasak makanan ini ??" batinnya


tiba tiba terdengar suara dari cincin dimensinya .


Jingmi " Lili, makanan itu kami yang memasak , kau makanlah , kami harus mengisi energi kami dulu di dalam cincin ini "


Lili " ooh seperti itu , apa kah makanan ini bisa dimakan ??" ucanya sambil tertawa .


Jingmi " hey jangan meremehkan kami , tentu saja itu bisa di makan " ucapnya kesal


Lili " benarkah , kenapa waktu itu saat aku di kekaisaran iblis kalian bilang kalian tidak makan apa apa , padahal kalian bisa memasak ??"


Lili " hahha dasar Jingmi " batinnya .


Lili segera makan , ia tidak menyangka . ternyata masakan Jingmi dan Merah sangat enak . ia segera menghabiskannya lalu pergi ke luar untuk berjalan jalan .


ia berjalan menelusuri pasar lalu setelah bosan , ia segera pergi ke sungai yang berada di hutan .


ia berbaring di pinggir sungai memejamkan mata dan mendengarkan suara sungai mengalir .


Lili hampir tertidur hingga sesuatu membangunkannya . terdengar suara pedang saling beradu . ia segera menghampiri suara itu dan melihatnya dari atas pohon .


Lili " hem , seperti tidak asing " batinnya sambil tertawa tanpa suara .


ia memperhatikan orang orang yang sedang beradu itu , namun seseorang mengagetkannya .


Lili " wah wah bukankah itu kaisar Meng , dunia ini sungguh sempit " batinnya .


ia ingin membuat sebuah lelucuan untuk kaisar Meng , namun tiba tiba , seseorang menepuk bahunya .


Lili berteriak terkejut namun sosok itu segera menutup mulutnya agar yang lain tidak mengetahui keberadaan mereka .


An " hey , ini aku "


Lili segera menepis tangan An dan segera menyapu mulutnya .


Lili " huh kau mengagetkanku , dan jangan terlalu dekat denganku , aku alergi pada pria " ucapnya sambil membuang muka .


An " hem , benarkah ?? tapi seingat ku kau pernah menjadi permaisuri dari kaisar Meng ?? " ucapnya sambil tersenyum .


Lili " huh , itu memang benar . tapi dia tidak pernah menyentuh ku "


dalam batin Lili " kenapa kau tau semua itu ??"


pangeran An hanya tersenyum melihat Lili. namun tanpa sengaja , saat Lili berjalan di atas pohon itu untuk menjaga jarak dari pangeran An , ia tiba tiba terjatuh dan berteriak .


Lili " aahhhh"


semua orang yang sedang berperang melihat ke arahnya , termasuk kaisar Meng . ikat rambut nya terlepas dan membuat rambutnya yang panjang terurai menambah pesona saat ia terjatuh .


semua mata tertuju padanya , mereka semua terpesona oleh kecantikannya , termasuk kaisar Meng .


JANGAN LUPA LIKE , KOMEN , DAN FAVORIT YA