
ia terus menelusuri gua itu hingga sampai ke ujung gua , ia melihat sebuah pedang berwarna merah kegelapan dengan aura hitam yang sangat pekat . ia mendekati pedang itu dan melihat ada simbol bunga mawar hitam di gagangnya ia mendekat dan tiba tiba tanpa sadar ia mencabut pedang itu ...
swushhhh.....tepat setelah mencabut pedang itu cahaya menyilaukan memenuhi seluruh gua lalu muncul sebuah telur raksasa dengan warna merah terang , lalu telur itu berbicara
phoenix merah "tuan akhirnya tuan datang "
Lili yang terkejut langsung mengarahkan pedang itu ke arah telur tersebut
Lili " siapa kau , apa yang kau inginkan " ucapnya panik
lalu telur itu pecah dan keluarlah sang phoenix merah itu
phoenix merah " tuan ini aku , aku adalah hewan kontrakmu " ucapnya dengan sedikit bangga
akan tetapi Lili hanya menanggapinya singkat
Lili "oh."
phoenix merah " tuan tidak terkejut ?" ucapnya
Lili " tidak perlu aku sudah sering melihatnya " ucapnya dingin
Phoenix merah "
benarkah tuan "
Lili " tentu saja "
ucapnya kembali dingin
dalam batin Lili sebenarnya ia tertawa karena phoenix itu sangat mudah dibohongi sebenarnya itu pertama kalinya iya melihat semua itu akan tetapi ia tetap tidak terkejut
Lili " sebenarnya siapa kau dan apa hubungannya dengan pedang merah kehitaman ini ?"
ucapnya bingung
phoenix merah " itu adalah pedang kaisar iblis legendaris , pedang itu sering dicari orang orang akan tetapi mereka tidak bisa sampai disini karena dimakan oleh para binatang buas "
Lili " tapi aku tidak melihat binatang buas seekor pun "
ucapnya bingung
Phoenix merah " tentu saja karena aura anda sama dengan kaisar iblis legendaris dan darah kaisar iblis legendaris mengalir di tubuh anda "
Lili " apa artinya itu ?"
ucapnya masih tetap bingung
Phoenix merah " hanya satu kemungkinan anda adalah keturunan kaisar iblis legendaris "
ucapnya dengan santai
Lili pun tidak terkejut dengan semua itu , iya hanya menanggapinya dengan anggukan
Lili " baiklah aku akan memikirkan sebentar "
phoenix merah "aku adalah seorang laki laki tanpan tuan " ucapnya dengan bangga dan sombong
Lili " hei jangan terlalu sombong "
Lili " bagaimana kalau Jingmi "
ucapnya dengan tersenyum di balik cadarnya itu
Phoenix merah " baiklah tuan aku sangat suka nama itu " ucapnya bahagia
Lili " baiklah kalau begitu antarkan aku kembali ke tempat pengasingan hari sudah mulai pagi "
Jingmi " baik tuan naiklah " ucapnya dengan sedikit menundukkan badannya yang sangat besar
kemudian mereka terbang dengan bebasnya dengan burung burung dan awan awan sampai beberapa saat sampailah mereka di tempat pengasingan
Jingmi"tuan ini cincin ruang untuk anda disana ada banyak tanaman obat dan lain lain aku jua akan ada di sana " ucapnya
Lili " baiklah terima kasih , sekarang masuklah kedalam "
Jingmi "baik tuan "
Lili " oh tunggu sebentar "
Jingmi " ada apa tuan "
Lili " mulai sekarang lupakan kata tuan mu itu mulai sekarang panggil aku Lili saja"
Jingmi " baik Lili , aku akan masuk jika ada apa apa panggil saja namaku "
Lili hanya mengangguk kecil . kemudian , ia masuk dan melihat Weiwei menunggunya sepanjang malam duduk di meja rias
Lili "Weiwei apa kau menungguku semalaman " ucapnya terkejut
Weiwei "benar Lili hamba hanya khawatir dengan Lili "
Lili "baiklah lebih baik kau istirahat aku ingin membersihkan badan dulu "
Weiwei " baik putri tapi apakah putri baik baik saja " ucapnya khawatir
Lili yang melihat itu langsung menitikkan air matanya yang sangat langka itu keluar karena semenjak kecil ia telah kehilangan orang tua nya karena dibunuh oleh organisasi mereka sendiri sehingga ia menjadi tanpa perasaan dan tanpa kasih sayang .
akan tetapi melihat Weiwei ia menjadi sangat bahagia sebenarnya Weiwei hanya beda 1 tahun dengan dan ia yang selama ini menjaga putri lemah itu
Weiwei "Lili , Lili kenapa menangis " ucapnya khawatir
Lili " tidak apa apa aku hanya terharu karena selama ini kau selalu mendukungku bagaimana situasinya " ucapnya sambil tersenyum
Weiwei hanya tersenyum dan mereka berpelukan , kemudian , Weiwei kembali ke kamarnya beristirahat dan Lili membersihkan badannya .