Permaisuri Terbuang

Permaisuri Terbuang
kesedihan dan teman


untuk sampai ke penginapan mereka harus melewati pasar .


sementara mereka berjalan semua orang memandang ke arah mereka , tapi mereka hanya acuh tak acuh .


bagaimana mereka bisa tidak melihat di sebelah kiri ada Jingmi yang sangat tampan dengan hanfu merah dan rambut cokelat terurai .


Lalu ditengah ada Lili dengan hanfu putih polos dan rambut hitam ekor kuda , dan di sebelah kanan ada Merah dengan hanfu merah kehitaman dengan rambut merah menyala dan terurai .


wanita 1 " wah apakah mereka dewa dewi mereka sungguh sangat rupawan "


wanita 2 " benar sangat beruntung wanita itu karena dikelilingi pria tampan seperti itu "


wanita 3 " apakah kalian tidak tahu itu mantan permaisuri Jia Li "


semua orang terkejut mendengar itu


wanita 1 " apa bukankah rumornya beliau sudah meninggal dan buruk rupa "


wanita 4 " benar kenapa malah berbanding terbalik "


wanita 2 " kalian tidak bisa mempercayai rumor tanpa melihatnya langsung "


"benar " ucap mereka serempak


semetara para pria iri dengan Jingmi dan merah karena mereka bisa berdekatan dengan dewi mereka .


bahkan salah seorang pria melemparkan tombak ke arah merah dan seorang lagi melempar ke arah Jingmi akan tetapi saat hampir mengenai mereka ber 2 tombak itu tiba tiba saja terjatuh .


Lili yang melihat itu pun langsung menatap tajam ke arah 2 orang yang melempar tombak tadi .


akan tetapi bukan hanya 2 orang itu bahkan semua orang yang ada di pasar itu menggigil ketakutan .


Jingmi " sudahlah Lili tidak usah hiraukan para sampah itu "


Merah " benar nyonya lebih baik kita segera kembali ke penginapan "


Lili hanya mengangguk karena ia sudah sangat lelah dan tidak sabar untuk tidur .


setelah sampai ....


Lili segera berbaring di atas ranjangnya dan segera tertidur karena ia sangat lelah karena seharian menangis di makam Weiwei .


Jingmi dan Merah yang melihat tuannya itu pun hanya bisa menatapnya kemudian mereka duduk di samping ranjang Lili dan tertidur juga .


keesokan harinya ...


Lili adalah yang pertama bangun , ia terkejut melihat Jingmi dan Merah yang tertidur di samping tempat tidurnya dengan telengkup.


ia segera turun dari ranjangnya dan membersihkan dirinya .


ia memakai hanfu kuning keemasan dengan rambut kucir kuda lagi dan tanpa memakai perhiasan apapun .


ia kemudian memasak makanan dan berharap Jingmi dan Merah menyukai masakannya .


yah ia juga pandai dalam memasak karena Weiwei yang mengajarinya selama di pengasingan .


setelah selesai memasak Lili pun membangunkan Jingmi dan Merah .


Lili " hei kalian berdua bangunlah Jingmi ,merah " ucapnya sambil menggoncangkan tubuh mereka


Jingmi " hemm Lili ada apa ??" ucapnya dengan mata masih tertutup


kalian berdua bangunlah dan mari makan bersama .


setelah Jingmi dan Merah mendengar makan mereka segera bangun dan berlari menuju meja makan .


Lili " dasar tukang makan " ucapnya tersenyum


Lili " hei sebaiknya kalian bersihkan dulu wajah kalian "


Jingmi dan Merah " baik "


beberapa saat kemudian mereka pun makan bersama hingga tidak ada lagi yang tersisi .


Lili " uhh aku kenyang sekali "


Jingmi " benar Lili aku juga sangat kenyang "


Merah " benar yang mulia , terima kasih atas makanannya "


Lili " tidak perlu , aku hanya ingin berterima kasih kepada kalian dan minta maaf karena merepotkan kalian kemaren "


Jingmi " tidak masalah Lili itu sudah menjadi tugas kami "


Merah " benar apa yang dikatakan Jingmi yang mulia "


Lili hanya tersenyum karena ia masih memiliki mereka ber 2 di sisi nya


Lili " terimakasih atas semuanya mari berjuang bersama " ucap Lili dengan senyum


Jingmi Dan Merah " tentu " ucap mereka membalas senyum