Permaisuri Terbuang

Permaisuri Terbuang
4 bersaudara


sesampainya di rumah Lili segera menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang.


Lili " huuuu kenapa tidak ada yang menarik disini ??"


ucapnya sambil berguling guling di atas ranjang


Jingmi " Lili , saat di arena tadi aku merasakan aura yang sama dengan milik kaisar iblis dan milikmu "


Lili yang masih berguling guling terkejut mendengar perkataan Jingmi lalu tanpa sadar ia terjatuh kelantai .


Lili " ahh.."


Jingmi " Lili ... apa kamu tidak apa apa ??" sambil membantu bangun


Lili " apa menurutmu aku baik baik saja ??" ucapnya dengan kepala berputar putar karena pusing


Jingmi hanya tertawa lalu membantunya berdiri dan kemudian mereka duduk di atas kasur .


Lili " apakah yang kau katakan tadi benar ??"


Jingmi " tentu saja dan aura itu bahkan lebih besar sedikit dari milikmu "


Lili " hemm siapa dia ??" batinnya


sementara itu di kekaisaran iblis .


Liu changhai "hamba memberi hormat kepada ayahanda kaisar "dengan satu kaki berlutut


kaisar iblis " berdirilah putraku , apa kau menemukan petunjuk ??"


Liu changhai " ya ayahanda aku melihatnya tadi tapi tanda mawar hitamnya tidak ada .apakah itu benar dia ??"


kaisar iblis " Chang mawar merah itu akan muncul hanya saat ia sangat marah . jadi , kau tes lah dulu dia dan buat dia semarah mungkin dan lihat apakah tanda itu ada ."


Liu changhai " baiklah ayahanda , hamba pamit dulu "


kaisar iblis hanya mengangguk , lalu Liu changhai pun pergi kembali ke kekaisaran Long.


kaisar iblis " putriku , akhirnya aku menemukan mu " ucapnya bahagia


kembali kepada Lili


Lili " sudahlah Jingmi aku sedang tidak ingin memusingkan apapun , aku akan pergi keluar untuk melihat lihat "


Lili " tidak perlu aku ingin pergi sendiri "


Jingmi " baiklah jika itu yang kau inginkan "


Lili kemudian keluar ia menuju hutan dan mencari sebuah sungai untuk menenangkan pikirannya .


Lili " huh hidup seperti ini sungguh membosankan , jika di kehidupanku dulu mungkin aku sedang membunuh para brengsek itu " batinnya


Lili yang sedang berbaring di pinggiran sungai itu tiba tiba mendengar ratusan pedang sedang beradu tidak jauh dari tempatnya .


karena penasaran ia pun memilih untuk melihat . ia berbaring di atas sebuah pohon dengan 1 tangan menopang kepala.


ia melihat ada 3 orang laki laki berpakaian seperti seorang pangeran sedang kan 1 perempuan berpakaian layaknya seorang putri.


mereka nampak di kepung ratusan orang berpakaian serba hitam . Lili hanya melihatnya .


Quentin " hei kalian mundurlah mereka sangat kuat , kalian tidak bisa melawan biar aku meyerahkan nyawaku saja dan kalian pergilah "


Tianlun " tidak kaka kita saudara , jika kita harus mati maka kita akan mati bersama "


" benar " ucap Yongsheng dan huanran


Lili " hem jadi mereka ber 4 saudara " batinnya


"huh sudah mau mati masih banyak bicara ayo serang mereka " ucap salah satu pembunuh


tiba tiba saat mereka semua menyerang sebuah kekuatan menarik pedang mereka hingga jatuh ke tanah .


semua pembunuh terkejut begitu juga dengan 4 bersaudara itu .


" siapa yang berani ikut campur " ucap salah seorang pembunuh


tidak ada jawaban . mereka pun melihat sekeliling dan salah seorang pembunuh melihat perempuan yang sangat cantik bagai dewi berbaring di atas sebuah pohon .


" itu , lihatlah " teriaknya


semua orang melihat kearah yang pembunuh itu tunjuk termasuk 4 bersaudara tersebut mereka terkejut dia hanyalah seorang gadis kecil apakah mungkin dia yang menggagalkan serangan itu batin mereka semua .


bantu Like , Komen sama favorit yaa :) kalau ada saran langsung komen aja nanti dipertimbangin :)