
sesampainya di rumah Lili segera menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang.
Lili " huuuu kenapa tidak ada yang menarik disini ??"
ucapnya sambil berguling guling di atas ranjang
Jingmi " Lili , saat di arena tadi aku merasakan aura yang sama dengan milik kaisar iblis dan milikmu "
Lili yang masih berguling guling terkejut mendengar perkataan Jingmi lalu tanpa sadar ia terjatuh kelantai .
Lili " ahh.."
Jingmi " Lili ... apa kamu tidak apa apa ??" sambil membantu bangun
Lili " apa menurutmu aku baik baik saja ??" ucapnya dengan kepala berputar putar karena pusing
Jingmi hanya tertawa lalu membantunya berdiri dan kemudian mereka duduk di atas kasur .
Lili " apakah yang kau katakan tadi benar ??"
Jingmi " tentu saja dan aura itu bahkan lebih besar sedikit dari milikmu "
Lili " hemm siapa dia ??" batinnya
sementara itu di kekaisaran iblis .
Liu changhai "hamba memberi hormat kepada ayahanda kaisar "dengan satu kaki berlutut
kaisar iblis " berdirilah putraku , apa kau menemukan petunjuk ??"
Liu changhai " ya ayahanda aku melihatnya tadi tapi tanda mawar hitamnya tidak ada .apakah itu benar dia ??"
kaisar iblis " Chang mawar merah itu akan muncul hanya saat ia sangat marah . jadi , kau tes lah dulu dia dan buat dia semarah mungkin dan lihat apakah tanda itu ada ."
Liu changhai " baiklah ayahanda , hamba pamit dulu "
kaisar iblis hanya mengangguk , lalu Liu changhai pun pergi kembali ke kekaisaran Long.
kaisar iblis " putriku , akhirnya aku menemukan mu " ucapnya bahagia
kembali kepada Lili
Lili " sudahlah Jingmi aku sedang tidak ingin memusingkan apapun , aku akan pergi keluar untuk melihat lihat "
Lili " tidak perlu aku ingin pergi sendiri "
Jingmi " baiklah jika itu yang kau inginkan "
Lili kemudian keluar ia menuju hutan dan mencari sebuah sungai untuk menenangkan pikirannya .
Lili " huh hidup seperti ini sungguh membosankan , jika di kehidupanku dulu mungkin aku sedang membunuh para brengsek itu " batinnya
Lili yang sedang berbaring di pinggiran sungai itu tiba tiba mendengar ratusan pedang sedang beradu tidak jauh dari tempatnya .
karena penasaran ia pun memilih untuk melihat . ia berbaring di atas sebuah pohon dengan 1 tangan menopang kepala.
ia melihat ada 3 orang laki laki berpakaian seperti seorang pangeran sedang kan 1 perempuan berpakaian layaknya seorang putri.
mereka nampak di kepung ratusan orang berpakaian serba hitam . Lili hanya melihatnya .
Quentin " hei kalian mundurlah mereka sangat kuat , kalian tidak bisa melawan biar aku meyerahkan nyawaku saja dan kalian pergilah "
Tianlun " tidak kaka kita saudara , jika kita harus mati maka kita akan mati bersama "
" benar " ucap Yongsheng dan huanran
Lili " hem jadi mereka ber 4 saudara " batinnya
"huh sudah mau mati masih banyak bicara ayo serang mereka " ucap salah satu pembunuh
tiba tiba saat mereka semua menyerang sebuah kekuatan menarik pedang mereka hingga jatuh ke tanah .
semua pembunuh terkejut begitu juga dengan 4 bersaudara itu .
" siapa yang berani ikut campur " ucap salah seorang pembunuh
tidak ada jawaban . mereka pun melihat sekeliling dan salah seorang pembunuh melihat perempuan yang sangat cantik bagai dewi berbaring di atas sebuah pohon .
" itu , lihatlah " teriaknya
semua orang melihat kearah yang pembunuh itu tunjuk termasuk 4 bersaudara tersebut mereka terkejut dia hanyalah seorang gadis kecil apakah mungkin dia yang menggagalkan serangan itu batin mereka semua .
bantu Like , Komen sama favorit yaa :) kalau ada saran langsung komen aja nanti dipertimbangin :)