Pembunuh Cantik Berhati Dingin

Pembunuh Cantik Berhati Dingin
Nightmare 2


**Dia memberanikan diri melanjutkan langkahnya menuju dapur. Lagi-lagi perasaan itu menghantui dirinya. Dia berhenti tepat di pintu dapur, dia tidak sanggup untuk berjalan mendekat maupun meniauh. Kakinya lemas seketika.


 


Dia melihat ibunya sedang dibunuh oleh seseorang, dia melihat itu dengan mata kepalanya sendiri tapi dia tidak bisa membantu. Kakinya mendadak kaku tidak bisa bergerak. Orang itu mengarahkan senjatanya tepat pada bagian dimana letak jantung itu berada kemudian dia menarik pelatuk nya**.


 


" Tidak, Mama...... Mama "


Gea bangun terduduk dengan napas yang tidak teratur. Apa mimpi, hanya mimpi.


 


**Ini bukan hanya sekedar mimpi, ini sebuah ingatan pahit yang kembali datang dan menghantui dirinya. Dimana dia melihat dengan mata kepalanya sendiri sang ibu dibunuh dengan kejamnya. Kejadian itu bagaikan bayang\-bayang kelam yang selalu mendatanginya.


 


Perasaan kecewa, marah, sedih dan bersalah selalu menghantui dirinya. Rasa penyesalan selalu membuat Gea tidak tenang, separuh jiwanya seakan hilang. Dia pernah berjanji pada ibunya bahwa dia akan menjaga sang ayah**.


Gadis itu baru saja pulang dari sekolahnya, dia dengan riangnya memasuki rumah yang megah itu. Dia Algea Alexsandra gadis kecil putri satu-satunya dari pasangan Andrew Alexander dan Elina Eileithyia. Gea baru duduk di bangku SMP sekarang. Gadis manja yang periang dan pandai dalam bergaul. Gea memasuki rumahnya dengan sedikit berlari kemudian menubruk punggung seorang perempuan.


" Ah Gea, hati-hati sayang kamu bisa jatuh nanti. Jangan lari-lari. "


Dia Elina Eileithyia, sang ibu yang pengertian, penyayang, baik hati dan lemah lembut. Gea sangat menyayanginya.


" Hehe, maaf abis Ge kangen Mama tau.


Perempuan itu tersenyum " Iya Mama maafin, lain kali jangan diulangi lagi oke. "


" Ay ay captain. "


Seraya memberi hormat.


Elina terkekeh sambil mengacak rambut Gea.


" Yaudah ayo makan, Mama udah siapin makanan kesukaan kamu. "


Mata Gea berbinar saat mendengarnya


" *Asik, Mama yang masak kan? Bukan bibi kan? "


Ibunya menggeleng "


"Kamu ini, ya Mama lah yang masak*."


 


Mereka makan bersama dengan sesekali mengobrol atau saling melempar candaan.


 


" Ma, Papa kemana kok gak ada? "


" Papa lagi ada urusan dikantor sayang, sebentar lagi Papa pulang kok. "


" Ge udah selesai Ma, Ge mau ke kamar dulu ganti baju. Nanti kita jalan-jalan ya Ma sama Papa juga, mau kan Ma? "


ibunya tersenyum lembut


" Iya sayang, nanti kita jalan-jalan. "


Gea mengacungkan jempolnya sebagai jawaban. Lalu dia pergi ke kamarnya.


 


Elina membereskan piring\-piring yang kotor, dia berniat akan mencucinya sendiri karena kebetulan Bi Sumi sedang cuti. Seseorang datang dari belakangnya, entahlah siapa dia memakai masker dan topi untuk menutupi mukanya.


 


Dia memperhatikan Elina dari belakang memperhatikan gerak-geriknya semua yang Elina lakukan dia memperhatikannya. Elina tidak menyadari itu dia terlalu fokus pada apa yang dia kerjakan. Laki-laki itu mendekat menodongkan pisau pada leher Elina, dapat dirasakan tubuh Elina menegang sekarang.


 


Elina merasakan sesuatu menggores kulut lehernya, perih sekali. Darah segar mengalir dari lehernya. Laki\-laki itu tersenyum mendengar rintihan Elina.


 


" Awhhh ssshhhh "


Dia membisikkan sesuatu pada Elina


" Hay dear, how are you? "


Elina ketakutan, dia tidak pernah membayangkan hal seperti ini akan terjadi padanya.


" Ssiapa kau, mau apa kkau dariku?"


Dia bertanya sambil menahan perih.


" Oh, kau tidak perlu tau siapa aku. Apa kau tidak akan bertanya untuk apa aku kesini dear? Tapi tidak apa jika tidak mau bertanya aku akan langsung memberimu jawabannya i'll take your life to God. "


Senyum miring tercetak jelas di wajah laki-laki itu.


 


Gea selesai mandi, dia merebahkan tubuhnya di kasur king size miliknya. Memainkan benda pipih berlogo apel itu bosan. Gea merasakan bahwa jantungnya berdetak sedikit lebih kencang dari biasanya. Sepertinya akan terjadi sesuatu.


 


" Hey kenapa jantungku berdetak kencang seperti ini, apa aku sakit jantung. Apa akan terjadi sesuatu? "


Tanya Gea pada diri sendiri.


Pranggg


Brukkk


Gea terlonjak dari kasurnya saat mendengar suara benda jatuh.