
Pengacau Pagi Hari
**Gea menuju kamar mandi, menyalakan shower. Membiarkan air dingin shower iru membasahi dirinya. Setidaknya dengan ini dirinya merasa lebih baik**.
Setelah kurang lebih 30 menit dibawah guyuran dinginnya air shower dia akhirnya mengganti bajunya dengan baju santai.
Gea berencana membolos hari ini, tapi sepertinya rencananya harua gagal sekarang. Lihat diluar sana terlihat sebuah mobil yang mengantar Gea pulang semalam. Gea juga yakin bahwa si pemilik mobil itu datang untuk menjemputnya sekolah.
TOK.....TOK......TOK....
Terdengar ketokan pada pintu kamarnya, gea yakin itu Bi Sumi yang mengetuk pintu. Gea diam tidak menyahut, gadia itu justru kembali merebahkan diri kembali bergelung dengan selimutnya.
TOK..TOK..TOK...
Kerukan itu lama-kelamaan berubah menjadi gedoran, Gea kembali berpikir siapa yang berani mengetuk pintunya seperti itu.
Gea berdecak saat orang yang mengedor pintunya memasuki kamarnya dengan seenaknya.
" Ck ngapain lo kesini sih? Lo bolos? "
Yang ditanya hanya mengedikkan bahunya acuh.
Gea geram lantas melemparkan bantal pada Bara.
Ya Bara laki-laki yang berani-beraninya mengganggu Gea dan mengacaukan acara bolosnya hari ini.
Bara meringis saat bantal itu mendarat dengan mulusnya pada wajah tampannya.
" Apa sih? Rese lo, gue kesini tuh mau ngajak lo berangkat bareng. Malah lo timpuk pake bantal, dikira engga sakit apa. "
Laki-laki itu mengerucutkan bibirnya persis seperti anak kecil, tapi itu justru terlihat lucu dimata Gea. Gea buru-buru menggelengkan kepalanya.
" Siapa suruh lo kesini, gue gak mood sekolah. "
Bara sedikit terkekeh mendengar ucapan Gea, bukan ucapannya tapi cara Gea mengatakannya lucu menurut Bara.
" Anak cewek gak boleh males. Cepet sana siap-siap gue tunggu 15 menit harus udah selesai. Cepet, gue ngga mau punya istri yang bodoh gara-gara suka bolos waktu SMA. "
Bara menaikturunkan alisnya. Mengejek.
Bara tertawa melihat ekspresi Gea, sangat menghibur dirinya. Sepertinya membuat Gea marah akan menjadi hobi barunya mulai sekarang.
" Cepet sana mandi. Apa mau gue mandiin, gue sih mau-mau aja ya kan. "
" BARA LO DAH GILA. "
Gea berlari menuju kamar mandi. Bara tertawa terbahak bahak melihat tingkah Gea.
" Bara sialan, Bara sialan. Nih jantung juga kenapa sih, gak bisa biasa aja apa gak usah degdegan kenapa sih. "
Gea mengatur napasnya, entah kenapa jika bersama Bara jantung selalu berdetak kencang.
Bara menunggu Gea di ruang tamu, dia memainkan ponselnya. 10 menit Bara bermain game, 15 menit Bara masih memainkan ponselnya.
Hingga pada menit ke 30 Gea tak juga keluar dari kamarnya. Bara berdiri hendak ke kamar Gea, sebelum dia beranjak terlihat Gea berlari menuruni anak tangga.
Gadis itu terburu-buru hingga mengakibatkan dirinya menginjak tali sepatunya sendiri yang belum dia ikat.
***AKHHHHH***....
Bara berlari dengan sigap menangkap tubuh Gea hingga tubuh gadia itu menubruk tubuh tegapnya dan berakhir dengan Gea jatuh dalam pelukan Bara.
Bara meringis saat dirinya jatuh di lantai merasakan perih pada punggungnya.
Gea membuka matanya saat dirinya tidak merasakan sakit sama sekali.
Saat Gea membuka mata hal pertama yang dia lihat adalah manik kecoklatan yang begitu mengagumkan kemudian pandangan Gea turun kebawah matanya tertuju pada bibir Bara yang sesikit tebal, berbanding terbalik dengan bibir miliknya.
Lihat bibir itu begitu menggoda untuk dicicipi. Gea menggelengkan kepalanya mengusir pemikiran kotor yang ada dalam otaknya.
***Ekhmm... Suara Bara menyadarkan Gea dari imajinasinya, Gea lantas berdiri dari tubuh Bara***.
" Sorry sorry, gue gak sengaja. Lo gak papa kan? Pasti punggung lo sakit kan, jatohnya lumayan kenceng tadi. Lagian lo ngapain lo nolongin gue segala sih, kan jadi lo yang sakit. "